BeritaDaerah

Anggaran Pekerjaan Jalan Rabat Beton Desa Meranti Jaya Ternyata Anggaran Kemendes, Anehnya Dana Itu Beralih Status Di Tender PUPR Pultab

553
×

Anggaran Pekerjaan Jalan Rabat Beton Desa Meranti Jaya Ternyata Anggaran Kemendes, Anehnya Dana Itu Beralih Status Di Tender PUPR Pultab

Sebarkan artikel ini

Anggaran Pekerjaan Jalan Rabat Beton Desa Meranti Jaya Ternyata Anggaran Kemendes, Anehnya Dana Itu Beralih Status Di Tender PUPR Pultab

Taliabu Maluku Utara, MediaInveatigasi.Net –  Ada kabar luar biasa ternyata pekerjaan Jalan Rabat Beton yang di kerjakan asal jadi bahkan hinggah sampai saat ini belum juga kunjung selesai di kerjakan oleh oknum kontraktor asal sulawesi utara berinesial (PRS), ada fakta yang menarik ternyata Anggaran pekerjaan jalan beton tersebut di ketahui dari Kementrian Desa (Kemendes). hal itu diungkapkan langsung oleh oknum pejabat DPMD kepada salah satu oknum pejabat sementara Kepala Desa.

Dimana oknum pejabat DPMD menjelaskan bahwa sebenarnya status Pekerjaan Jalan Rabat Beton tersebut adalah Anggaran dari Kementrian Desa Republik Indonesia (Kemendes) . Namun, setelah Anggarannya cair parahnya malah di alihkan Anggara itu ke Dinas PUPR Kabupaten Pulau Taliabu, lalu di tenderkan dan di menangkan oleh oknum Kontraktor ternama asal Provinsi Sulawesi Utara berinesial (PRS) yang merupakan keluarga dekat (YP) yang merupakan Bos besar di perusahaan tersebut,” tuturnya.

Selain itu, awalnya Proyek Jalan Rabat Beton Desa meranti jaya itu sempat dikabarkan bahwa menggunakan Dana Anggaran APBD pada tahun 2023 lalu, dengan jumlah anggaran ratusan juta hinggah miliaran rupiah.
Ternyata itu adalah Anggaran dari dari Kementrian Desa Republik Indonesia (Kemendes).

Parahnya lagi pekerjaan jalan Rabat Beton
di kerjakan asal jadi oleh oknum kontraktor asal sulawesi utara berinesial (PRS) dan parahnya lagi berdasarkan fakta di lapangan malah sampai saat ini tak kunjung selesai dikerjakan.

Melihat hal tersebut para penegak hukum di negeri ini malah terkesan diam, padahal sangat jelas bahwa Proyek Jalan Rabat Beton Desa meranti jaya, adalah sebuah salah satu Kasus Kerugian Negara serta penderitaan masyarakat karena hinggah sampai saat ini pekerjaan terssbut belum juga kunjung selesai di kerjakan.

Dengan hal tersebut salah seorang ibu rumah tangga Hasnawati yang merupakan masyarakat Desa Meranti Jaya juga menjelaskan, bahwa pekerjaan jalan stapak (Rabat Beton) dikerjakan asal jadi dan juga parahnya lagi pekerjaan jalan stapak (Rabat Beton itu, telah menuai berbagai masalah paranya sebagian gaji tenaga kerja hinggah sampai saat ini masih ada yang belum juga di selesaikan bahkan parahnya lagi material Batu untuk pekerjaan Jalan Beton sampai saat ini harga batu belum juga diselesaikan.

Kepada Media Investigasi.net, Ketua LPKN Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua tegas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia segera melakukan penangkapan terhadap para oknum di lingkup Dinas PUPR Kabupaten Pulau Taliabu yang telah berani mengalihkan Anggaran yang di kucurkan dari Kementrian Desa Republik Indonesia (Kemendes) dengan cara Tender dan mengalihkan Anggaran Pekerjaan Jalan Beton Desa Meranti Jaya menjadi Anggaran APBD Kabupaten Pulau Taliabu.

Ketua LPKN Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua juga mengatakan bahwa kenapa Masyarakat tegas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk mengambil alih dugaan kuat kasus pengkebirian Anggaran yang di lontorkan oleh Kementrian Desa Republik Indonesia (Kemendes) beralih menjadi Dana APBD, apalagi hal itu sangar jelas adalah perampokan dan kami sudah jenuh dengan pihak penegak hukum yang ada di jajarah Wilayah Kresidenan Provinsi Maluku Utara yang terkesan mati suri dengan hal tersebut, “tegasnya.

Ketua LPKN Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua meminta Kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia segera melakukan Penangkapan serta melakukan pemeriksaan terhadap oknum kontraktor asal sulawesi utara berinesial (PRS) yang merupakan keluarga dekat (YP) pemilik perusahaan yang sorot namanya adalah kontraktor besar berasal dari Provunsi Sulawesi Utara,”tutupnya.

(Ketua Investigasi Indonesia (Nasional) **** / Tim Investigasi Indonesia (Nasional) *** SN.