Menu

Mode Gelap

Community

AMKI Jakarta Hadiri Ziarah di TMP Kalibata, Heryanto: Ingat! Pers Indonesia Memiliki Pahlawan

badge-check


					Foto bersama AMKI Jakarta dengan AMKI Pusat. (Dok. AMKI DKI Jakarta) Perbesar

Foto bersama AMKI Jakarta dengan AMKI Pusat. (Dok. AMKI DKI Jakarta)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Peringatan Hari Pers Nasional Ke-40 dimaknai Asosiasi Media Konvergensi Indonesia atau AMKI dengan penuh kekhidmatan dan refleksi sejarah.

AMKI menundukkan kepala, menabur doa, serta merawat ingatan kolektif melalui ziarah ke makam dua pahlawan pers nasional, BM Diah dan Rosihan Anwar, di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa, (3/2/2026).

Ziarah ini menjadi ruang perenungan bersama bagi insan pers lintas platform, mulai dari media cetak, elektronik, hingga digital, untuk kembali meneguhkan arah, etika, dan tanggung jawab jurnalisme Indonesia di tengah dinamika serta tantangan zaman yang kian kompleks.

Prosesi ziarah dipimpin langsung Ketua Umum AMKI Pusat Tundra Meliala, didampingi Ketua Dewan Pengawas AMKI Marsekal Madya TNI Purnawirawan Dede Rusamsi, Sekretaris Jenderal Dadang Rachmat, Ketua AMKI DKI Jakarta Heryanto, Ketua AMKI Jawa Barat Catur Aziyanto, serta jajaran pengurus pusat dan daerah lainnya.

Ketua AMKI DKI Jakarta Heryanto menyampaikan bahwa kehadiran AMKI Jakarta sebagai tuan rumah merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga nilai sejarah dan kebersamaan insan pers. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga pengingat akan jasa para tokoh besar pers nasional.

“Kami berharap ziarah ini mengingatkan kita semua bahwa pers Indonesia memiliki pahlawan, seperti BM Diah dan Rosihan Anwar, yang telah meletakkan fondasi perjuangan, idealisme, dan integritas jurnalistik. Kehadiran AMKI Jakarta sebagai tuan rumah adalah bentuk penghormatan sekaligus komitmen untuk terus merawat nilai-nilai tersebut,” ujar Heryanto.

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat kekompakan dan solidaritas insan pers di bawah naungan AMKI, khususnya dalam menghadapi tantangan industri media yang terus berkembang.

Sementara itu, Ketua Umum AMKI Pusat Tundra Meliala menegaskan bahwa pemilihan makam BM Diah dan Rosihan Anwar bukan tanpa alasan. Keduanya merepresentasikan dua pilar utama sejarah pers nasional, yakni semangat perjuangan dan keberanian moral dalam menyuarakan kebenaran.

“Pers Indonesia lahir dari perbedaan pandangan, namun tumbuh dan bertahan karena dialog, etika, serta kesediaan menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. Itulah pelajaran besar yang diwariskan BM Diah dan Rosihan Anwar,” tegas Tundra.

BM Diah dikenal sebagai wartawan pejuang yang memiliki peran penting dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pendiri harian Merdeka ini juga pernah menjabat Menteri Penerangan, menegaskan bahwa pers adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan bangsa.

Adapun Rosihan Anwar dikenang sebagai sosok pers yang kritis, independen, dan produktif. Melalui harian Pedoman serta berbagai karya tulisnya, Rosihan konsisten menjaga kebebasan berpikir dan tanggung jawab moral wartawan, bahkan pada masa ketika kebebasan pers berada dalam tekanan.

Sejarah mencatat, perbedaan pandangan antara BM Diah dan Rosihan Anwar sempat memicu ketegangan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia pada awal dekade 1970. Namun dialog dan rekonsiliasi akhirnya menyatukan kembali insan pers nasional, menjadi pelajaran penting bagi generasi pers hari ini.

Bagi AMKI, nilai rekonsiliasi tersebut sangat relevan dengan kondisi pers saat ini, di tengah disrupsi teknologi, tekanan ekonomi media, serta polarisasi informasi.

“Ziarah ini mengingatkan bahwa pers tidak boleh terjebak pada ego, kepentingan sempit, atau semata kecepatan. Etika, tanggung jawab publik, dan semangat kebangsaan harus tetap menjadi kompas utama,” pungkas Tundra.

Keberadaan makam BM Diah dan Rosihan Anwar dalam satu kompleks Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata menjadi simbol perjalanan panjang pers Indonesia. Pers lahir dari perjuangan, diuji oleh perbedaan, dan dikuatkan oleh kesadaran untuk bersatu demi kepentingan yang lebih besar.

Bagi AMKI, peringatan Hari Pers Nasional bukan sekadar perayaan profesi, melainkan ikhtiar merawat nilai kepahlawanan dan memperkuat kebersamaan, agar pers Indonesia tetap tegak berdiri di atas prinsip dan integritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menkomdigi Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Soroti Etika Pers di Era AI

10 Februari 2026 - 17:27 WIB

Ucapan Hari Pers Nasional PT Pembangunan Jaya Ancol

9 Februari 2026 - 19:10 WIB

Kasi Pidum Kejari Jaksel Sampaikan Ucapan HPN ke-80, Tegaskan Peran Strategis Pers

9 Februari 2026 - 18:57 WIB

Trending di Community