Update BMKG: Gempa M7,7 di Laut Sulawesi, Peringatan Dini Tsunami Masih Berlaku untuk 5 Wilayah

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi waspada gempa. Foto Generate by AI

Ilustrasi waspada gempa. Foto Generate by AI

Sulawesi Utara, Mediainvestigasi.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melakukan pemutakhiran data terkait gempa bumi kuat yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi, 8 Juni 2026.

Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 tersebut masih berstatus berpotensi tsunami, sehingga masyarakat di sejumlah wilayah pesisir diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

Berdasarkan informasi terbaru BMKG, hasil pemutakhiran menunjukkan pusat gempa berada pada koordinat 5,79 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur, atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

Sebelumnya, BMKG merilis parameter awal gempa pada koordinat 5,69 LU dan 125,05 BT dengan kedalaman 105 kilometer.

Pemutakhiran parameter merupakan hal yang lazim dilakukan setelah analisis data seismik yang lebih lengkap diterima oleh pusat monitoring gempa.

Lima Wilayah Masuk Peringatan Dini Tsunami

BMKG masih mencantumkan lima wilayah yang berada dalam cakupan peringatan dini tsunami, yakni:

  • Gorontalo
  • Kalimantan Timur
  • Maluku Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Utara

Masyarakat yang berada di kawasan pesisir wilayah tersebut diminta untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak mengabaikan arahan evakuasi apabila dikeluarkan oleh pemerintah daerah maupun petugas kebencanaan.

Warga Pesisir Diminta Menjauhi Pantai

Meskipun belum ada laporan dampak tsunami yang terkonfirmasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk sementara menjauhi area pantai, pelabuhan, muara sungai, dan kawasan pesisir rendah hingga ada pengumuman resmi berikutnya.

Kewaspadaan menjadi langkah penting mengingat gempa berkekuatan besar yang terjadi di laut berpotensi memicu perubahan muka air laut.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mendekati lokasi pantai untuk melihat kondisi laut secara langsung.

Potensi Gempa Susulan Tetap Ada

Selain potensi tsunami, warga juga diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Baca Juga :  BKN Siapkan Lemari Digital Gratis untuk Melindungi Dokumen Seluruh ASN

Pada peristiwa gempa besar sebelumnya di kawasan Sulawesi dan Maluku Utara, BMKG mencatat ratusan gempa susulan dalam beberapa hari setelah gempa utama terjadi.

Masyarakat yang berada di bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan disarankan segera menuju area terbuka dan mengikuti instruksi dari petugas setempat.

Jangan Percaya Informasi yang Belum Terverifikasi

Di tengah situasi seperti ini, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber resmi.

Informasi terkait gempa dan tsunami hanya dapat dipastikan melalui kanal resmi BMKG dan instansi penanggulangan bencana.

Masyarakat dapat memantau perkembangan terbaru melalui situs resmi BMKG maupun aplikasi Info BMKG yang menyediakan pembaruan gempa bumi dan peringatan dini secara real time.

Situasi Masih Berkembang

Hingga berita ini ditulis, BMKG masih melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas gempa dan kondisi muka laut.

Informasi mengenai status peringatan dini tsunami dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil analisis terbaru.

Warga di wilayah Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara diminta tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan petugas kebencanaan di daerah masing-masing.***

Penulis: Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mantan Kapolri Ditahan bersama Dua Jenderal Aktif Lainnya: Terseret Kasus Penyadapan Presiden?
Kabid Hukum HMI Tembilahan Pertanyakan Perkembangan Kasus Penemuan Mayat dalam Jaring Ikan di Sungai Batang
KANTOR DESA BUKAN KERAJAAN KELUARGA! Jimmy: Jabatan Sekdes Bukan Warisan Dinasti
Kemendagri Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah, BPD, Fintech dan Dunia Usaha untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital
Sinergi TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil dan Puskesmas Kota Baru Reteh Gelar Sosialisasi Posyandu dan Posbindu di Kuala Lemang ​
Sinergi TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil dan Polsek Keritang Gencar Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Desa Kuala Lemang
Habib Alwi Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Dinilai Bawa Angin Segar Perubahan di Tubuh Polri
Progres TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil: RTLH di Desa Kuala Lemang Masuki Tahap Pemasangan Jendela dan Finishing
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:49 WIB

Mantan Kapolri Ditahan bersama Dua Jenderal Aktif Lainnya: Terseret Kasus Penyadapan Presiden?

Selasa, 3 November 2026 - 20:43 WIB

Kabid Hukum HMI Tembilahan Pertanyakan Perkembangan Kasus Penemuan Mayat dalam Jaring Ikan di Sungai Batang

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

KANTOR DESA BUKAN KERAJAAN KELUARGA! Jimmy: Jabatan Sekdes Bukan Warisan Dinasti

Selasa, 3 November 2026 - 15:22 WIB

Kemendagri Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah, BPD, Fintech dan Dunia Usaha untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Selasa, 3 November 2026 - 14:37 WIB

Sinergi TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil dan Puskesmas Kota Baru Reteh Gelar Sosialisasi Posyandu dan Posbindu di Kuala Lemang ​

Berita Terbaru