BeritaDaerahHukum

Gawat BMI Kembali Jadi Misteri Di Gegerkan Degan Kasus Penikaman

1159
×

Gawat BMI Kembali Jadi Misteri Di Gegerkan Degan Kasus Penikaman

Sebarkan artikel ini

 

Taliabu Maluku Utara, Mediainvestigasi.Net–pada hari sabtu tanggal 21 Januari 2023 sekitar pukul 22:30 wit PT. Bentani Mega Indah (BMI) telah digegerkan degan kasus terjadinya penikaman di salah seorang karyawan perusahaan BMI Rahman alias La Bota di blok F pada hari sabtu tanggal 21 Januari 2023 sekitar pukul 22:30 wit

Dimana kronologis terjadinya penikaman tersebut sekitar pukul 19.00 wit korban dan pelaku minum cap tikus di blok F BMI Korban Rahman alias La Bota dan pelaku Joko bersama rekan kerjanya 5 orang tegah mengomsumsi minuman alkohol secara bersama-sama.

Awalnya korban Rahman alias La Bota
bersama pelaku Joko basedu/humor namun degan hal tersebut pelaku serius menanggapi humor dari korban tak selang lama pelaku kemudian mengambil sebilai piso di kamar lalu korban sekitar 5-10 menit datang dan langsung menikam mengenai perut korban.

Di ketahui korban Rahman alias La Bota adalah salah satu karyawan PT. Trimax asal Desa Lede Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara

Sementara pelaku berinesial Joko
asal Desa Todoli Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara

Adapun Saksi :

1). Fajar Umur , 22 tahun adalah karyawan PT trimax asal Desa Lede Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu.

2). Dedianto, 31 Tahun adalah karyawan PT. trimax asal Desa Lede Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu.

Sementara pelaku penikaman Joko di ketahui saat ini melarikan diri sementara Barang Bukti (BB) saat ini sudah amankan Oleh Aipda Lusman Anggota Kepolisian yang tugas Pam di PT. Perusahan Adidaya Tangguh (PT. ADT).

Kepada Media Inveatigasi.net Kepala Kepolisian Resor Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo, S.I.K melalui Via Wahtssap malam tadi pukul, 02,52.Wit tegas mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan anggotanya agar melakukan pengejaran hinggah pelaku di tangkap untuk mempertanggung Jawabkan perbuatannya.

Kepala Kepolisian Resor Pulau Taliabu AKBP. Totok Handoyo, S.I.K juga menyampaikan bahwa dugaan awal motif penikaman lantaran pelaku sakit hati serta tersinggung pada korban dan diduga pelaku dan korban sedang mabuk bareng hinggah terjadinya penikaman, tutupnya.

(Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua).