Bukan Cuma Sesar Lembang! Ini Ancaman Gempa Besar Lain di Bandung Raya yang Diungkap BRIN

- Penulis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi waspada gempa. Foto Generate by AI

Ilustrasi waspada gempa. Foto Generate by AI

Bandung, Mediainvestigasi.net – Selama ini publik mengenal Sesar Lembang sebagai ancaman utama gempa bumi di kawasan Bandung Raya.

Namun ternyata, ada aktor lain yang tak kalah berbahaya dan bahkan lebih panjang jalurnya. Namanya Sesar Cimandiri.

Fakta ini diungkap oleh Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN, Putri Natari Ratna, dalam penelitian terbaru bertajuk “Geological and geomorphological insights into the Cimandiri Fault system”.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesar Cimandiri diketahui membentang sepanjang 100 kilometer, dari Pelabuhan Ratu hingga Padalarang, dan merupakan salah satu sesar aktif paling berbahaya di Jawa Barat.

Sesar Cimandiri Pernah Picu Gempa Besar, Bangunan Hancur dan Jalur Kereta Lumpuh

Putri menjelaskan, wilayah Cimandiri bukan daerah “sepi gempa”. Dalam catatan sejarah:

  • Tahun 1982 terjadi gempa bermagnitudo di atas 5
  • Tahun 2000 kembali terjadi gempa kuat

Dampaknya terjadi di Sukabumi, Cibeber, Cianjur hingga Rajamandala, Bandung Barat

Bahkan jalur kereta api peninggalan Belanda sempat rusak parah

Artinya, sesar ini sudah terbukti aktif dan destruktif.

Kenapa BRIN Meneliti Ulang Sesar Cimandiri?

Meski sudah banyak diteliti, hasil riset sebelumnya dinilai belum cukup konklusif. Karena itu, BRIN kini melakukan penelitian lebih menyeluruh dengan metode modern.

“Kami lakukan penelitian terpadu untuk memahami karakteristik dan pergerakan Sesar Cimandiri secara lebih akurat,” jelas Putri, Sabtu (6/12/2025).

Pakai Teknologi Canggih: GPS, LiDAR, Drone, hingga SLAM 3D

Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan utama:

  • 1. Pendekatan Geologi

Tim turun langsung ke lapangan mencari:

  1. Pergeseran lapisan batuan
  2. Cermin sesar
  3. Jejak retakan bumi
  • 2. Pendekatan Geodesi (GPS)
  1. GPS dipasang di 24 titik di sekitar sesar
  2. Data diambil 36 jam setiap tahun
  3. Penelitian berlangsung 5 tahun penuh
Baca Juga :  Blunder Geopolitik: Ketika Indonesia Keliru Membaca Arah Dunia

Tujuannya untuk mengetahui laju, arah, dan besar pergerakan tanah

  • 3. Pendekatan Geofisika

Digunakan untuk membaca sejarah kegempaan masa lalu, termasuk potensi gempa masa depan.

Selain itu, BRIN juga memanfaatkan:

  • LiDAR
  • Drone survei udara
  • SLAM LiDAR 3 dimensi, yang bisa memetakan singkapan batuan secara detail

Ancaman Lebih Serius: Potensi Tsunami Lokal

Yang lebih mengkhawatirkan, Putri menyebut bahwa:

Jika jalur Sesar Cimandiri menerus hingga ke laut dan memicu longsoran bawah laut, maka tsunami lokal bisa terjadi.

Ini berarti wilayah pesisir selatan Jawa Barat juga masuk zona risiko tinggi.

Hasil Riset Jadi Dasar Tata Ruang dan Infrastruktur Aman

Riset Sesar Cimandiri bukan sekadar data ilmiah. Hasilnya akan menjadi acuan penting untuk:

  1. Pembaruan peta sumber gempa Jawa Barat
  2. Perencanaan tata ruang wilayah
  3. Pembangunan infrastruktur tahan gempa
  4. Edukasi kesiapsiagaan masyarakat

“Hasil penelitian ini bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan agar pembangunan tidak lagi berada di zona rawan gempa,” ujar Putri.

Kolaborasi Nasional dan Internasional

Penelitian ini melibatkan banyak lembaga besar:

Mitra Nasional:

  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Badan Informasi Geospasial (BIG)
  • BMKG
  • BPBD
  • Oceanland Indonesia Group
  • Dompet Dhuafa

Mitra Internasional:

  • The University of Edinburgh
  • British Geological Survey (BGS)

Kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia dalam riset kebencanaan tingkat dunia.

Bandung Raya Tak Bisa Lagi Merasa Aman

Selama ini perhatian publik tertuju ke Sesar Lembang. Namun fakta terbaru dari BRIN menegaskan:

  • Sesar Cimandiri panjangnya 100 KM
  • Pernah memicu gempa besar
  • Berpotensi memicu tsunami lokal
  • Berada dekat pusat pemukiman padat
  • Jadi ancaman serius bagi Bandung Raya dan pesisir selatan Jawa Barat

Artinya, kesiapsiagaan gempa di Jawa Barat tidak boleh setengah-setengah lagi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri
Pelantikan Rektor UINSA Surabaya Disambut Gelombang Penolakan Terhadap Rektor Muzakki Menjabat 2 Periode
Guncang DPR! Ranny Fadh Arafiq Terseret OTT KPK Ratusan Miliar, PPWI Desak Pecat dan Miskinkan Koruptor
Menjelang Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Bulgaria Pererat Kemitraan Strategis
HUT Ke-1 BMSN, Perkuat Komitmen Tangkal Hoaks
Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi
Diplomasi Pewarta Warga: PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Langkah Strategis Kemitraan Media dan Budaya
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 05:51 WIB

Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri

Rabu, 16 September 2026 - 19:01 WIB

Pelantikan Rektor UINSA Surabaya Disambut Gelombang Penolakan Terhadap Rektor Muzakki Menjabat 2 Periode

Rabu, 16 September 2026 - 16:03 WIB

Guncang DPR! Ranny Fadh Arafiq Terseret OTT KPK Ratusan Miliar, PPWI Desak Pecat dan Miskinkan Koruptor

Selasa, 15 September 2026 - 16:19 WIB

Menjelang Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Bulgaria Pererat Kemitraan Strategis

Senin, 14 September 2026 - 14:55 WIB

Berita Terbaru