Kasus Dugaan Penganiayaan di Koto Ranah Mandek Sejak 2024, Terlapor Masih Bebas Berkeliaran: Warga Soroti Kinerja Polsek Sangir Batanghari

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Ilustrasi (Dok, Ist, Antara) 

 

Solok Selatan, Mediainvestigasi.net — Laporan dugaan tindak pidana penganiayaan yang diajukan Abdul Hakekah pada 10 Juli 2024 dengan nomor LP/10/VII/2024 di Polsek Batanghari Sangir kini kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, lebih dari satu tahun berlalu, kasus tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti, sementara terlapor disebut bebas berkeliaran di Jorong Koto Ranah, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batanghari.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga setempat menilai lambannya penanganan kasus ini memberi kesan bahwa terlapor “kebal hukum”. Kondisi ini memunculkan keresahan dan mempertanyakan komitmen penegakan hukum oleh aparat Polsek Sangir Batanghari.

 

Kronologi Kasus: Dipukul Saat Memprotes Perusakan Lahan

Kepada media (23/10/2025) Abdul Hakekah menjelaskan bahwa dugaan kasus penganiayaan berawal ketika dirinya mendatangi lahan miliknya yang telah digarap terlapor untuk kegiatan tambang emas ilegal. Aksi protes Abdul terhadap perusakan kebun tersebut justru berujung pada tindakan pemukulan oleh terlapor.

“Sudah satu tahun laporan saya masuk, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Warga Koto Ranah, Jhon (38) yang mengetahui laporan ini juga angkat bicara.

“Masyarakat, khususnya pelapor, berharap ada kejelasan hukum. Kapan Polsek memproyeksikan kasus ini mencapai titik terang? Kami mulai meragukan penegakan hukum di wilayah ini,” ucap salah seorang tokoh masyarakat.

 

Penjelasan Polres: SP2HP Bukan Tanda Kasus Selesai

Menanggapi sorotan masyarakat, Kapolres Solok Selatan AKBP Faisal Perdana melalui Humasnya kepada media ini mengkonfirmasi via whatsapp (27/11) memberikan penjelasan mengenai proses penanganan laporan polisi.

Dalam keterangannya, Humas Polres menegaskan bahwa SP2HP atau SP2I merupakan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan atau penyidikan, bukan penanda bahwa laporan telah selesai diproses.

Baca Juga :  Henrianto, SE. Datuak Mandaro Panjang Perkuat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama Masyarakat dan Insan Pers

Penjelasan Humas Polres meliputi:

1. Tahap Penyelidikan dan Pemberitahuan Awal

Penyidik wajib mengirimkan pemberitahuan awal kepada pelapor sesegera mungkin setelah laporan dibuat.

2. SPDP Jika Kasus Naik ke Penyidikan

Jika laporan naik ke tahap penyidikan, maka penyidik wajib mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada jaksa, pelapor, dan terlapor paling lambat 7 hari setelah surat perintah penyidikan ditebitkan.

3. Proses P-19 hingga P-21

Jika berkas dinyatakan belum lengkap (P-19), penyidik harus melengkapi petunjuk jaksa hingga berkas dapat dinyatakan lengkap (P-21) dan dilimpahkan ke pengadilan.

 

Polres Tegaskan Upaya Transparansi, Namun Warga Masih Menunggu Kepastian Hukum

Humas Polres juga menyampaikan bahwa pihaknya melakukan berbagai upaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat, seperti:

Pemberian SP2HP secara berkala

Gelar perkara untuk menjelaskan perkembangan kasus

Layanan informasi dan pelacakan laporan

Komitmen terhadap profesionalisme dan etika pelayanan

Namun hingga kini, masyarakat Koto Ranah mengaku belum melihat hasil nyata dari upaya tersebut, terutama terkait laporan penganiayaan Abdul Hakekah yang masih jalan di tempat.

 

Warga Minta Polsek Bertindak Tegas

Warga menilai lambannya penanganan laporan sejak 2024 membuka ruang spekulasi tentang adanya keberpihakan atau pembiaran terhadap terlapor.

“Kalau masyarakat biasa pasti cepat diproses. Tapi kasus ini seperti dibiarkan. Terlapor tetap bebas, sementara korban menunggu keadilan yang tak kunjung datang,” ungkap warga lainnya.

 

Desakan untuk Evaluasi Penanganan Kasus

Masyarakat berharap Polres Solok Selatan turun langsung mengevaluasi kinerja Polsek Sangir Batanghari dalam menangani laporan masyarakat, terutama kasus yang berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Kasus ini masih menjadi perhatian warga Koto Ranah, karena menyangkut keadilan, kepastian hukum, dan integritas aparat penegak hukum di Solok Selatan.

Baca Juga :  Kapolres Tapanuli Tengah Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Kasat Samapta, dan Kapolsek Sorkam

(Tim/Red)

Editor: Mitra Yuyanti

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”
Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima
SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026
Sumira Putri Digadang Pimpin Forum TBM Pasaman Barat, Sosok Pejuang Literasi dari Pelosok yang Kini Jadi Sorotan
Cuaca Buruk, Kwarcab Pramuka Indragiri Hilir Tunda Seluruh Lomba Hari Pramuka ke 65
Masyarakat Pulau Taliabu Pertanyakan Langkah Bupati Sashabila Widya L. Mus Cabut Status Daerah 3T Sementara Masih Bayak Program Pembagunan Jalan Amburadul
Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi
Berita ini 183 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:10 WIB

Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”

Minggu, 20 September 2026 - 13:13 WIB

Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48 WIB

SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 13:56 WIB

Sumira Putri Digadang Pimpin Forum TBM Pasaman Barat, Sosok Pejuang Literasi dari Pelosok yang Kini Jadi Sorotan

Sabtu, 19 September 2026 - 10:58 WIB

Cuaca Buruk, Kwarcab Pramuka Indragiri Hilir Tunda Seluruh Lomba Hari Pramuka ke 65

Berita Terbaru