Prabowo Umumkan 10 Pahlawan Nasional Baru, Termasuk Soeharto: Publik Riuh!

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Prabowo sesi wawancara dengan wartawan (Dok, Istimewa) 

 

Jakarta, Mediainvestigasi.net — Suasana publik kembali hangat setelah Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan bakal mengumumkan 10 nama tokoh yang resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional pada Senin (10/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabar ini langsung mencuri perhatian masyarakat, terutama karena salah satu nama yang hampir dipastikan masuk daftar adalah Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Informasi tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menyebutkan bahwa 10 nama terpilih berasal dari 49 tokoh yang sebelumnya diusulkan.

Dari total itu, 40 nama merupakan usulan baru, sementara sembilan lainnya adalah usulan lanjutan dari tahun sebelumnya.

Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon, menjelaskan bahwa Soeharto dianggap layak menerima gelar tersebut karena dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa.

Salah satunya adalah keterlibatannya dalam berbagai operasi militer, seperti Serangan Umum 1 Maret 1949 dan Operasi Trikora untuk pembebasan Irian Barat di era 1960-an.

“Ini bagian dari penghormatan terhadap para pemimpin bangsa yang punya jasa besar. Kita harus melihatnya secara objektif dan positif,” kata Pras, Minggu (9/11).

Namun, rencana pemberian gelar ini tidak berjalan mulus. Pro dan kontra langsung bermunculan di tengah masyarakat.

Sebagian pihak menilai Soeharto berjasa besar dalam pembangunan Indonesia selama 32 tahun memimpin, tetapi sebagian lain mengingatkan adanya catatan kelam yang tak bisa diabaikan.

Salah satu suara penolakan datang dari Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto (GEMAS) yang menyebut langkah ini mengecewakan.

Kritik juga disampaikan oleh tokoh Nahdlatul Ulama, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), yang terang-terangan tidak setuju jika Soeharto diberi gelar Pahlawan Nasional.

Baca Juga :  KNPI Inhil Soroti Wacana Penghapusan UHC, Desak Pemda Anggarkan dalam APBD Serta Selalu Mengawal Kebijakan Yang Tidak Berpihak Pada Masyarakat

“Saya paling tidak setuju kalau Soeharto dijadikan Pahlawan Nasional,” ujar Gus Mus, sambil mengenang perlakuan kurang adil yang dialami sejumlah kiai dan warga NU pada masa pemerintahan Orde Baru.

Meski menuai sorotan tajam, pemerintah menilai perbedaan pendapat ini sebagai hal wajar dalam iklim demokrasi. Prasetyo memastikan bahwa proses penetapan dilakukan sesuai prosedur dan kajian, serta meminta publik untuk tetap melihat sisi positif para tokoh bangsa.

“Pro dan kontra itu biasa. Yang penting kita menghormati jasa para pendahulu,” ujarnya.

Selain Soeharto, nama-nama lain yang digadang-gadang akan ikut menerima gelar pahlawan nasional tahun ini adalah Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan aktivis buruh era Orde Baru, Marsinah—meskipun daftar resminya baru diumumkan Presiden pada upacara Hari Pahlawan.

Publik kini menantikan pengumuman resmi dan daftar lengkap nama-nama penerima gelar pahlawan nasional tahun ini. Yang pasti, gelar untuk Soeharto menjadi yang paling menyita perhatian — dan tampaknya masih akan terus memicu perdebatan. (***)

 

Editor: Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Inhil Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ribuan Ekstasi Hasil Pengungkapan 5 Kasus
Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Baik, Polda Riau: Penanganan Karhutla Tetap Berjalan
Tangis di Rumah Duka Pilubang, Bupati JKA Hadir Menguatkan Keluarga Korban, Ingatkan Orang Tua Awasi Anak
Lewat Tengah Malam,Tim Satria Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Hiburan Organ Tunggal
Jelang HUT ke-78, Polwan Polda Riau Berjibaku Lawan Karhutla hingga Dampingi Warga Terdampak
Kadis PMD Inhil Hadiri Rapat Persiapan Pelaksanaan TMMD dan Karya Bhakti TNI
Inhil Merdeka Run 2026 Diikuti Ratusan Pelari, Semangatkan Gaya Hidup Sehat
Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Ketahanan Pangan di Desa Tanjung Melayu
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Polres Inhil Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ribuan Ekstasi Hasil Pengungkapan 5 Kasus

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Baik, Polda Riau: Penanganan Karhutla Tetap Berjalan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Tangis di Rumah Duka Pilubang, Bupati JKA Hadir Menguatkan Keluarga Korban, Ingatkan Orang Tua Awasi Anak

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:36 WIB

Lewat Tengah Malam,Tim Satria Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Hiburan Organ Tunggal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jelang HUT ke-78, Polwan Polda Riau Berjibaku Lawan Karhutla hingga Dampingi Warga Terdampak

Berita Terbaru