Tambang Ilegal Bikin Negara Merugi? Ini Penjelasan Perhapi

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Ilustrasi by IA

 

JAKARTA, Mediainvestigasi.net – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mendesak pemerintah untuk semakin serius membenahi tata kelola sektor pertambangan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Soalnya, praktik pertambangan ilegal atau PETI (Pertambangan Tanpa Izin) masih marak terjadi di berbagai daerah dan makin bikin resah.

Ketua Umum Perhapi, Sudirman Widhy, menegaskan bahwa aktivitas tambang ilegal sama sekali tidak memberikan manfaat bagi negara maupun masyarakat.

Justru yang menikmati keuntungan hanyalah segelintir oknum pelaku tambang ilegal, para cukong, hingga oknum aparat yang jadi “backing”.

“Tidak ada keuntungan bagi negara maupun masyarakat dari tambang ilegal ini. Yang diuntungkan hanya oknum pelaku, cukong, dan aparat yang terlibat,” kata Widhy, dikutip Senin (10/11/2025).

 

Kenapa Tambang Ilegal Merugikan? Ini Dampaknya!

Perhapi menilai kerugian dari tambang ilegal jauh lebih besar daripada yang terlihat. Alih-alih memberi pemasukan, tambang ilegal justru menjadi beban negara dan masyarakat.

1. Pendapatan Negara Hilang

Pelaku tambang ilegal tidak membayar royalti (PNBP), pajak, maupun kewajiban lainnya. Artinya, potensi pemasukan negara hilang begitu saja.

2. Sumber Daya Tidak Tergarap Maksimal

Karena tidak ada perencanaan tambang (mine planning), proses penggalian dilakukan asal-asalan. Akibatnya:

Banyak cadangan mineral atau batu bara terbuang percuma

Bahan tambang yang seharusnya bernilai justru tertimbun kembali

Cadangan jadi tidak ekonomis untuk ditambang lagi

Dampak akhirnya? Potensi pendapatan negara dari sumber daya alam ikut lenyap.

Kerusakan Lingkungan: Efek Paling Parah dari Tambang Ilegal

Masalah terbesar dari praktik tambang ilegal adalah kerusakan lingkungan. Para penambang umumnya tidak peduli soal aturan pengelolaan lingkungan maupun reklamasi.

 

Dampak lingkungan yang sering terjadi:

Baca Juga :  Gugatan Sosial dari Rakyat: Menakar Ulang Kontrak Sosial Indonesia di Tengah Badai Korupsi

Tanah pucuk (topsoil) rusak dan hilang, sehingga lahan bekas tambang sulit dipulihkan

Kualitas air menurun karena meningkatnya kekeruhan dan munculnya air asam tambang

Sungai yang terkontaminasi jadi tidak layak konsumsi dan membahayakan masyarakat

Jika pencemaran air masuk ke sungai atau perairan umum, risikonya sangat besar bagi kesehatan dan kualitas hidup warga sekitar.

 

Harga Komoditas Naik, Tambang Ilegal Ikut Ramai

Widhy juga menambahkan bahwa maraknya tambang ilegal biasanya mengikuti tren harga komoditas.

Ketika harga batu bara naik, jumlah tambang ilegal langsung meningkat. Dampaknya, pasar bisa mengalami oversupply sehingga harga menjadi tidak stabil.

“Kalau harga batu bara naik, tambang ilegal pasti ikut ramai. Supply meningkat dan akhirnya memengaruhi stabilitas harga pasar,” jelasnya.

 

Editor: Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Inhil Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ribuan Ekstasi Hasil Pengungkapan 5 Kasus
Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Baik, Polda Riau: Penanganan Karhutla Tetap Berjalan
Tangis di Rumah Duka Pilubang, Bupati JKA Hadir Menguatkan Keluarga Korban, Ingatkan Orang Tua Awasi Anak
Lewat Tengah Malam,Tim Satria Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Hiburan Organ Tunggal
Jelang HUT ke-78, Polwan Polda Riau Berjibaku Lawan Karhutla hingga Dampingi Warga Terdampak
Kadis PMD Inhil Hadiri Rapat Persiapan Pelaksanaan TMMD dan Karya Bhakti TNI
Inhil Merdeka Run 2026 Diikuti Ratusan Pelari, Semangatkan Gaya Hidup Sehat
Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Ketahanan Pangan di Desa Tanjung Melayu
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Polres Inhil Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ribuan Ekstasi Hasil Pengungkapan 5 Kasus

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Baik, Polda Riau: Penanganan Karhutla Tetap Berjalan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Tangis di Rumah Duka Pilubang, Bupati JKA Hadir Menguatkan Keluarga Korban, Ingatkan Orang Tua Awasi Anak

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:36 WIB

Lewat Tengah Malam,Tim Satria Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Hiburan Organ Tunggal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jelang HUT ke-78, Polwan Polda Riau Berjibaku Lawan Karhutla hingga Dampingi Warga Terdampak

Berita Terbaru