Bupati Absen Lagi di Sidang Perubahan APBD, DPRD Dharmasraya Hanya Disuguhi Perwakilan

- Penulis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

Sidang Perubahan APBD di gedung DPRD Dharmasraya (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Untuk kesekian kalinya, Bupati Dharmasraya tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD yang membahas agenda strategis daerah. Pada Kamis (14/8/2025), sidang penyampaian nota penjelasan bupati terkait Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Dharmasraya Tahun Anggaran 2025 kembali hanya dihadiri perwakilan.

Sidang dibuka Ketua DPRD Jemi Hendra ST, didampingi Wakil Ketua I Sujito SM dan Wakil Ketua II Ade Sudarman dan anggota dewan serta tamu undangan lainya. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Leli Arni bersama Pj Sekda Jasman untuk membacakan rancangan perubahan APBD.

“Bupati belum bisa menghadiri agenda sidang rapat dewan yang terhormat karena ada agenda penting,” ujar Leli Arni di podium sebelum membacakan materi.

Absennya Bupati dalam forum penting bukanlah hal baru. Salah satunya di 7–11 Agustus 2025, pembahasan rancangan KUA dan PPAS APBD 2026 juga hanya diwakili Pj Sekda—pejabat yang tidak memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan mutlak.

 

Dampak Politik: Akuntabilitas Dipertanyakan

Pengamat menilai, ketidakhadiran bupati dalam pembahasan anggaran berdampak langsung pada citra politik dan legitimasi kepemimpinan.

Akuntabilitas dan Transparansi Tergerus – Ketidakhadiran bupati dapat diartikan sebagai kurangnya komitmen terhadap proses anggaran, memunculkan keraguan DPRD dan publik atas keseriusan pemerintah daerah mengelola dana publik.

Hubungan Eksekutif–Legislatif Melemah – DPRD bisa menilai absensi bupati sebagai bentuk tidak menghargai peran legislatif, yang berpotensi merusak koordinasi politik.

Kepercayaan Publik Terkikis – Warga memilih bupati untuk memimpin langsung proses strategis. Ketika agenda penting hanya diwakilkan, publik bisa mempertanyakan kapasitas kepemimpinan bupati.

 

Dampak Administratif: Proses Tersendat

Selain efek politik, absennya bupati juga menghambat kelancaran teknis pembahasan.

Baca Juga :  Bupati JKA Tinjau Sejumlah Titik Rawan Banjir dan Longsor Waspada Terhadap Bencana Susulan.

Keputusan Lambat dan Tidak Efektif – Perwakilan yang hadir tidak memiliki kewenangan final, sehingga setiap keputusan harus dikonsultasikan kembali.

Risiko Salah Interpretasi – Komunikasi tidak langsung membuka peluang salah tafsir terhadap usulan dan masukan DPRD.

Posisi Tawar Lemah – Perwakilan tidak memiliki bobot politik setara bupati dalam negosiasi, membuat pemerintah daerah rawan kehilangan poin strategis dalam pembahasan.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: Seberapa pentingkah agenda bupati hingga berulang kali mengalahkan prioritas pembahasan APBD—dokumen vital yang menentukan arah pembangunan daerah?

 

Editor: Yanti 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Pembangunan Dikebut, SDN 05 Batang Anai Ditargatkan Rampung Akhir Tahun, Siswa Segera Kembali Belajar di Fasilitas Baru ‎
‎Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemkab Padang Pariaman Gelar Festival Literasi 2026 Selama Tiga Hari
Lestarikan Budaya Serta Dorong Ekonomi Masyarakat, Padang Pariaman Pacu Kudo 2027 Diusulkan Masuk KEN
Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara
Gerak Cepat Satgas TMMD Inhil: Dansatgas Beberkan Capaian 5 RTLH dan Semenisasi Jalan di Depan Tim Wasev
Senyum Warga Kuala Lemang Sambut Kehadiran Tim Wasev dan Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil
TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Resmi Dievaluasi, Wasev Tinjau Langsung Progres Sasaran Fisik di Keritang
Sorotan Jalan Menuju TPU Desa Nggele Penuh Sampah, Ketua Investigasi Nasional LPK‑GPI La Omy La Tua Desak Pemkab‑Pemdes Bertindak Cepat
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:28 WIB

‎Pembangunan Dikebut, SDN 05 Batang Anai Ditargatkan Rampung Akhir Tahun, Siswa Segera Kembali Belajar di Fasilitas Baru ‎

Jumat, 6 November 2026 - 16:22 WIB

‎Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemkab Padang Pariaman Gelar Festival Literasi 2026 Selama Tiga Hari

Jumat, 6 November 2026 - 16:13 WIB

Lestarikan Budaya Serta Dorong Ekonomi Masyarakat, Padang Pariaman Pacu Kudo 2027 Diusulkan Masuk KEN

Jumat, 6 November 2026 - 13:06 WIB

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

Jumat, 6 November 2026 - 12:58 WIB

Gerak Cepat Satgas TMMD Inhil: Dansatgas Beberkan Capaian 5 RTLH dan Semenisasi Jalan di Depan Tim Wasev

Berita Terbaru