BeritaDaerahPolitik

Vikri dan Vehral, Putra Bupati Soppeng Gabung AMPI Sulsel. Tanda Regenerasi Politik Dimulai?

405
×

Vikri dan Vehral, Putra Bupati Soppeng Gabung AMPI Sulsel. Tanda Regenerasi Politik Dimulai?

Sebarkan artikel ini

Dok/Foto:* Ketua AMPI Sulsel, A.Nurhaldin Nurdin Halid. Diapit oleh Dua putra Bupati Soppeng, yakni H. Muh Vikri Riski Ardini, SE dan Muhammad Vehral Marendra.

Vikri dan Vehral, Putra Bupati Soppeng Gabung AMPI Sulsel. Tanda Regenerasi Politik Dimulai?

SOPPENG_Sul-Sel, -Mediainvestigasi.Net-
Regenerasi politik di Sulawesi Selatan mulai menunjukkan geliat nyata dan kuat menambah dinamika politik di daerah. Dua putra Bupati Soppeng, H.Suwardi Haseng, SE, resmi bergabung dalam jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulsel periode 2025–2030.

Keduanya adalah H. Muh Vikri Riski Ardini, SE dan Muhammad Vehral Marendra, yang diperkenalkan sebagai bagian dari struktur pengurus baru dalam lanjutan Musyawarah Daerah (Musda) IX AMPI Sulsel, pada hari Kamis lalu tanggal 19 Juni 2026 di Kota Makassar.

Dari Musda AMPI yang lalu tersebut, juga telah mengukuhkan Andi Nurhaldin Nurdin Halid sebagai Ketua DPD AMPI Sulsel. Yang dalam pidato perdananya, Nurhaldin menegaskan pentingnya membuka ruang seluas-luasnya bagi keterlibatan pemuda daerah dalam proses kaderisasi dan pengabdian organisasi.

“Kita ingin AMPI menjadi wadah nyata bagi generasi muda untuk tumbuh, bekerja, dan mengambil peran. Regenerasi bukan sekadar jargon, tapi proses yang harus disiapkan dengan serius,” ujarnya.

Masuknya dua putra kepala daerah aktif ini pun dinilai bukan hanya penambahan nama dalam struktur, melainkan sinyal kuat dimulainya era baru regenerasi politik, khususnya dari wilayah-wilayah penyangga seperti Kabupaten Soppeng.

Vikri Riski Ardini, lahir 18 Desember 1996, lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI), aktif sebagai pengusaha muda, kini dipercaya sebagai Wakil Bendahara DPD AMPI Sulsel. Sementara sang adik, Muhammad Vehral Marendra, turut menempati posisi strategis dalam pengurus.

Keduanya disebut sebagai representasi generasi muda lokal yang memiliki potensi untuk tampil di panggung politik dan sosial Sulsel dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Banyak pihak melihat langkah ini sebagai bentuk estafet awal dari figur-figur senior kepada generasi penerusnya.

Dengan formasi baru yang memadukan tokoh berpengalaman dan figur muda dari berbagai daerah, AMPI Sulsel menatap masa depan dengan semangat baru—lebih inklusif, lebih progresif, dan siap mencetak kader-kader muda yang akan menjadi wajah baru kepemimpinan politik Sulawesi Selatan.***(Tariqullah)