PT BRM Estate Sijunjung Dinilai Bertindak Layaknya Penjajah di Tanah Ulayat Durian Simpai-Koto Baru

- Penulis

Minggu, 25 Mei 2025 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

PT BRM Estate Sijunjung Dinilai Bertindak Layaknya Penjajah di Tanah Ulayat Durian Simpai-Koto Baru (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Konflik agraria antara masyarakat Durian Simpai-Koto Baru, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, dengan PT BRM Estate Sijunjung kian memanas. Perusahaan yang bergerak di bidang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) tanaman akasia ini dinilai bertindak semena-mena dan tidak menunjukkan iktikad baik dalam menyelesaikan sengketa lahan hak masyarakat seluas 550 hektar yang telah diperjuangkan oleh niniek mamak sejak 2001.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puncaknya, pada Jumat dan Sabtu (23–24/05), ratusan warga kembali melakukan aksi protes di simpang empat Durian Simpai. Namun, PT BRM hanya mengutus kepala keamanannya, Kasman, dari Pekanbaru untuk menghadapi massa. Kehadiran Kasman, serta Humas PT BRM, Hendri Wahyudi, yang terlihat santai justru menambah kekecewaan warga. Tidak satu pun jajaran manajemen perusahaan datang menemui warga secara langsung.

“Kami hanya menuntut lahan seluas 550 hektar lagi, cabut laporan PT BRM terhadap Ninik mamak Durian Simpai di Polda, ganti manejer yang namanya victor. Tapi perusahaan seperti menyepelekan persoalan ini. Bahkan pejabatnya pun tidak hadir,” ujar Tito Elfajar salah satu tokoh pemuda Sembilan Koto.

Saat diwawancai media ini, Bapak Viktor yang disebut-sebut massa saat ini ada dimana? Hendri Wahyudi menjawab,” Bapak Viktor dinas luar,” ucap Humas PT BRM itu singkat.

Ironisnya, menurut warga, PT BRM justru melaporkan niniek mamak Durian Simpai-Koto Baru ke Polda Sumatera Barat terkait aksi warga yang mengembok salah satu portal perusahaan. Langkah pelaporan ke Polda dinilai janggal karena seharusnya bisa ditangani kepolisian setempat. Warga menilai ini bagian dari upaya kriminalisasi perjuangan mereka.

Baca Juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati JKA : Pancasila Jangkar Moral Bangsa Ditengah Tantangan Global

Padahal, masyarakat Sijunjung diketahui telah menerima lahan pengganti dari PT BRM sejak lama. Namun hingga kini, masyarakat adat Durian Simpai-Koto Baru belum mendapatkan keadilan serupa, kendati konflik telah berlangsung menahun.

Aksi massa di lokasi sempat memblokade kendaraan operasional perusahaan dan memusatkan protes di jembatan simpang empat yang menjadi akses menuju office PT BRM.

Camat Sembilan Koto, Robby, yang turut hadir dalam aksi menyampaikan bahwa persoalan ini akan ditindaklanjuti secara serius. “Pada 26 Mei mendatang, Bupati akan memanggil pihak perusahaan untuk meminta keterangan langsung,” ujarnya di depan massa.

Turut hadir pula anggota DPRD Dharmasraya Sesmi Erli, S.Pd, Kabag OPS Polres Dharmasraya Kompol Eliswantri, dan Kapolsek Pulau Punjung Iptu Azhamu Suwaril, SH, MH. Aparat TNI dan Polri terlihat menjaga situasi tetap kondusif.

Sikap tidak menanggapi dan enggan berdialog terbuka dari pimpinan PT BRM membuat warga menyimpulkan bahwa perusahaan telah kehilangan legitimasi moral. Bagi masyarakat adat Durian Simpai-Koto Baru, PT BRM tak ubahnya penjajah baru yang menindas di tanah ulayat mereka sendiri.

 

Editor: Yanti

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Inhil Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ribuan Ekstasi Hasil Pengungkapan 5 Kasus
Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Baik, Polda Riau: Penanganan Karhutla Tetap Berjalan
Tangis di Rumah Duka Pilubang, Bupati JKA Hadir Menguatkan Keluarga Korban, Ingatkan Orang Tua Awasi Anak
Lewat Tengah Malam,Tim Satria Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Hiburan Organ Tunggal
Jelang HUT ke-78, Polwan Polda Riau Berjibaku Lawan Karhutla hingga Dampingi Warga Terdampak
Kadis PMD Inhil Hadiri Rapat Persiapan Pelaksanaan TMMD dan Karya Bhakti TNI
Inhil Merdeka Run 2026 Diikuti Ratusan Pelari, Semangatkan Gaya Hidup Sehat
Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Ketahanan Pangan di Desa Tanjung Melayu
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Polres Inhil Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ribuan Ekstasi Hasil Pengungkapan 5 Kasus

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Baik, Polda Riau: Penanganan Karhutla Tetap Berjalan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Tangis di Rumah Duka Pilubang, Bupati JKA Hadir Menguatkan Keluarga Korban, Ingatkan Orang Tua Awasi Anak

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:36 WIB

Lewat Tengah Malam,Tim Satria Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Hiburan Organ Tunggal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jelang HUT ke-78, Polwan Polda Riau Berjibaku Lawan Karhutla hingga Dampingi Warga Terdampak

Berita Terbaru