Krisis Pabrik Kelapa Sawit di Dharmasraya: Petani Terancam Rugi Besar

- Penulis

Rabu, 22 Januari 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Tanda Buah Segar Kelapa Sawit (Dok, Istimewa).

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net— Krisis pabrik kelapa sawit di Dharmasraya mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor perkebunan sawit. Saat ini, sebanyak 80 persen masyarakat Dharmasraya adalah petani kelapa sawit, namun minimnya jumlah pabrik pengolahan buah dari kebun rakyat di daerah ini membuat banyak Tandan Buah Segar (TBS) harus dijual ke luar daerah seperti Jambi dan Sijunjung.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Dharmasraya, Jhon Nasri, menyatakan bahwa kondisi ini berdampak langsung pada penerimaan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH). “Dengan kurangnya pabrik di Dharmasraya, banyak buah sawit yang terpaksa dibawa ke luar daerah. Hal ini merugikan Dharmasraya karena DBH dihitung dari produksi CPO di pabrik-pabrik yang berada di wilayah tersebut,” ujar Jhon, Selasa (22/1).

DBH kelapa sawit sendiri merupakan bagian dari Transfer ke Daerah (TKD) yang bersumber dari penerimaan negara atas Bea Keluar (BK) kelapa sawit, minyak kelapa sawit mentah (CPO), dan produk turunannya. Jika produksi CPO tidak diproses di wilayah Dharmasraya, maka penerimaan dari sektor ini berkurang signifikan, yang pada akhirnya melemahkan ekonomi daerah.

Pabrik Sawit Belum Memadai

Saat ini, Dharmasraya hanya memiliki dua pabrik kelapa sawit yang menampung buah dari kebun rakyat, yakni PT Dharmasraya Lestarindo (DL) dan PT Dharmasraya Sawit Lestari (DSL). Sebuah pabrik baru, PT Hamparan Kemilau Indah (HKI), di Sungai Betung belum beroperasi.

Jhon menilai bahwa kapasitas pabrik yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan petani sawit yang terus bertambah. Bahkan, ia memprediksi pada 2028, petani akan mengalami kesulitan menjual buah mereka.

Baca Juga :  *PJU Polres Sibolga Mengikuti Upacara Laporan Kenaikan Pangkat, Dipimpin Kapolres Sibolga*

“Kalau kondisi ini tidak segera diatasi, akan terjadi penumpukan buah di pabrik. Akibatnya, TBS bisa membusuk dan merugikan petani. Ini situasi serius yang harus ditangani sekarang,” tegasnya.

Masa Depan Petani Sawit

Menurut Jhon, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan perlu segera mencari solusi, salah satunya dengan mempercepat pembangunan pabrik baru dan mendorong investasi di sektor pengolahan kelapa sawit. Jika tidak, dampaknya akan semakin parah pada tahun-tahun mendatang.

“Kita butuh komitmen nyata untuk menambah kapasitas pabrik di Dharmasraya. Kalau tidak, petani yang akan menjadi korban, dan ekonomi daerah juga akan terus dirugikan,” tutupnya.

“Permasalahan ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah agar tidak menunda solusi untuk sektor vital seperti kelapa sawit. Tanpa tindakan nyata, Dharmasraya bisa kehilangan potensi besar dari sektor perkebunan yang seharusnya menjadi andalan ekonomi lokal,”pungkas Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Dharmasraya, Jhon Nasri.

Editor: Yanti 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan
Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan
Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas
Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang
Kawal Mutu Pembangunan TMMD ke-130: Pengujian Sampel Silinder Beton Pengecoran Jalan Desa Kuala Lemang
Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
Ketua Investigasi LPK GPI Tegas Minta Hentikan Tambang Pasir Ilegal Air Beringin Jaya  Meluap Merusak Ruas Jalan Pemilik Tambang Di Tegur Malah Melotot
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang

Berita Terbaru