BeritaDaerah

“Pendapatan Zakat dan Infak di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Menurun Drastis”

295
×

“Pendapatan Zakat dan Infak di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Menurun Drastis”

Sebarkan artikel ini

Foto: Ketua Baznas saat menyerahkan berkah Ramadhan Kepada Camat Simpang rengiang.

BelitungTimur || MediaInvestigasi.Net – Penerimaan pembayaran zakat dan infak sadaqoh di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengalami penurunan yang signifikan. Hingga Maret 2024, hanya terkumpul sekitar Rp22 juta, dibandingkan dengan Rp390 juta pada tahun sebelumnya. Informasi ini adalah keterangan yang di peroleh awak media ini berdasarkan rilis diskominfo Sp Beltim kamis. (21/03/24)

Menurut Ketua Baznas Kabupaten Beltim, Edi Febrianto, penurunan ini disebabkan oleh perubahan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Beltim. Sebelumnya, pembayaran dilakukan melalui potongan gaji, namun sekarang dilakukan langsung ke rekening pribadi ASN, menyebabkan banyak yang lupa atau malas membayar zakat.

“Menurut pengungkapan Edi saat Safari Ramadan Pemkab Beltim di Mesjid Nurul Islam Desa Dukong Kecamatan Simpang Pesak, Kamis (21/3/24) Malam.

Meskipun telah dibentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap Organisasi Perangkat Daerah, namun kebanyakan UPZ tersebut tidak berjalan efektif. Hanya UPZ di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Pertanahan dan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman yang berjalan optimal.

Foto: Bupati,wakil dan sekda saat menyerahkan bingkisan safari ramadhan di salah satu mesjid di beltim.

Sebagai upaya alternatif, Baznas Kabupaten Beltim akan melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk menggalang dana melalui ‘Sedekah Jum’at’. Namun demikian, upaya ini masih dalam tahap pengembangan. Pengalangan dana melalui infaq jumat bertujuan untuk mengajarkan siswa untuk ikut berifaq, dari hasil uang yang terkumpul nantinya akan di kembalikan untuk kegiatan sosial di sekolah.

“Nantinya keseluruhan infak sedekah yang dibayarkan siswa akan dikembalikan lagi 75 persen untuk kebutuhan di sekolah. Kita hanya mengambil 25 persen. Kebetulan yang pertama kerjasama kita dengan SMA Negeri 1 Simpang Pesak,” ungkap Edi.

Bupati Beltim, Burhanudin, menyatakan keprihatinannya atas kondisi ini dan telah mengeluarkan himbauan berkali-kali kepada ASN untuk membayar zakat dan bersedekah. Namun, kesadaran dan keimanan dalam membayar zakat masih perlu ditingkatkan, karena membayar zakat merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu.

Dalam menghadapi Bulan Ramadan, Bupati mengajak seluruh warga terutama ASN di Pemkab Beltim untuk meningkatkan kesadaran membayar zakat dan bersedekah, dengan harapan dapat membantu sesama yang membutuhkan serta mensucikan harta mereka.

“Kepada teman-teman ASN ayoklah manfaatkan rezeki kita untuk kita sampaikan kepada pengumpul zakat kita sehingga nanti dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sosial dan lain sebagainya. Insyallah akan mensucikan harta kita dan dimanfaatkan di jalan yang benar,” kata Burhanudin.

 

 

Iws//amiluddin