Nasional

Ketua Umum PBTI Membuka BK PON XXI 2024 Cabang Olahraga Taekwondo

649
×

Ketua Umum PBTI Membuka BK PON XXI 2024 Cabang Olahraga Taekwondo

Sebarkan artikel ini

Foto : Ketua Umum PBTI Saa Acara Pembukaan BK PON XXI 2024 Cabang Olahraga Taekwondo

Jakarta, MediaInvestigasi.Net – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letnan Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, S.H., M.M., bersama-sama Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Okta Saptohari serta staf ahli bidang inovasi Kepemudaan dan Olahraga Kemempora yang mewakili Menpora secara resmi membuka Babak Kualifikasi PON XXI 2024 cabang olahraga taekwondo yang diselenggarakan di GOR POPKI Cibubur, Jum’at (27/10/2023).

Dimana pada babak Kualifikasi Pekan Olahraga Indonesia (BK PON) 2024 ini direncanakan berlangsung hingga 29 Oktober 2023 adapun yang ikut dalam Kualifikasi PON XXI 2024 yaitu, cabang olah raga taekwondo yang diselenggarakan di GOR POPKI Cibubur itu sebanyak 508 atlet Taekwondo Putra/Putri dari 36 Provinsi di Seluruh Indonesia ikut bersaing pada multi event nasional tersebut.

Dalam keterangannya yang dikutip awak media, Sabtu (28/10/2023). Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon memohon doa restu BK PON ini bisa mencapai target, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses dalam prestasi.

Sehinggah kita bisa mendapatkan bibit-bibit yang memang sangat baik, luar biasa untuk kita siapkan, kita bina, kita kaderisasi dalam suatu program pelatihan yang terencana sehingga dapat menjadi jagoan-jagoan juara di dunia internasional.

Hal senada juga disampaikan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Okta Saptohari, agar para atlet Taekwondo ini bisa tampil serius, dan diharapkan babak kualifikasi ini nanti akan berjalan lancar dan melahirkan atlet-atlet Taekwondo Indonesia masa depan agar bisa menyumbangkan medali untuk Indonesia.

“Komite Olimpiade Indonesia juga berharap banyak dari setia kegiatan yang dilakukan di tingkat nasional karena merupakan screening atau scouting dari para atlet”. Yang mewakili Indonesia di kancah internasional.

Semakin banyak kegiatan seleksi yang dilakukan, itu akan melahirkan lebih banyak lagi bibit-bibit yang baik, tentunya akan semakin banyak potensi Indonesia untuk mendapat medali,”tutur Raja Okta Saptohari.

Selain Itu juga di adakan kegiatan Seni Belajar untuk ketangguhan fisik dan mental adalah cabang dari pohon yang sama. Dengan mendorong diri sendiri secara fisik, dan anda juga akan mendorong diri sendiri secara mental, tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, otak adalah otot terkuat di tubuh, dan itu membutuhkan program latihan yang diperluas. Inilah cara tercepat dan paling efektif untuk “melatih” ketangguhan mental apalagi, otak adalah otot terkuat di tubuh.

Latihan ini memungkinkan untuk melampaui batasan fisik. Sama seperti melatih otot lain, Anda dapat melatih otak dengan latihan kesiapan mental dan latihan bisa dilakukan di mana saja.

Saya tidak bisa cukup menekankan betapa pentingnya kesiapan mental untuk bertahan dan bertahan dalam situasi yang mungkin dihadapi harus dapat mengkuasai seni belajar.

Bagaimana pendekatan pembelajaran yang dipikirkan dengan matang dan berprinsip adalah apa yang memisahkan kesuksesan dari kegagalan.

Percaya bahwa pencapaian, bahkan di tingkat kejuaraan, adalah fungsi dari gaya hidup yang mendorong proses pertumbuhan yang kreatif dan tangguh.

Mulai dari secara sistematis memicu terobosan intuitif, mengasah teknik menjadi keadaan potensi yang luar biasa, hingga menguasai seni psikologi pertunjukan.

Seorang atlet dalam filsafat, dapat digambarkan sebagai seorang pemikir. Yakin bahwa keyakinan internal memiliki pengaruh terhadap kinerja Pikiran dan tubuh cocok tentang pengembangan batin.

Melihat introspeksi dan menggunakan alam bawah sadar untuk keuntungan. Bahwa untuk mengajar orang lain tentang belajar, mereka membutuhkan pengalaman yang diperlukan dari kehidupan.

Belajar bagaimana menyerap kekuatan lawan, meminjam, dan kemudian mengembalikannya, seluruh proses dilakukan secara instan melalui refleks kontak.

Jika menemukan tubuh mengalir dengan kekuatan serangan, bukan melawan atau menghalangi, tetapi mengubah rute, dan jika menemukan ketenangan di tengah-tengah tindakan fisik, maka telah menemukan jalur air untuk diri sendiri mengalir dengan garis kekuatan, dan membalikkan kekuatan lawan kembali padanya.

“Pemahaman sendiri akan mengarah pada Taekwondo sejati”

Mempraktikkan berarti memperhatikan adalah sebagai wujud dalam mengajar untuk menjadi tuan atas pikiran kita, dan bukan budak atau korban mereka.

Pikiran secara sederhana diidentifikasi dan dilepaskan dengan mengembalikan pikiran ke titik konsentrasi tanpa menghukum diri sendiri.

Unsur-unsur teoritis lain telah melekat pada latihan seni bela diri, tetapi ini bukan merupakan akar dari latihan, dan hanya merupakan cerminan dari para praktisi itu sendiri.

Seni apa pun, baik itu musik, lukisan, tarian, dll., dapat mencerminkan budaya di mana seni itu dipraktikkan. Di mana persaingan dan prestasi merupakan elemen penting dari budaya itu, tidak mengherankan jika seni bela diri dipraktikkan secara kompetitif,”tutup. Letjen TNI Richard Tampubolon (Ketua Umum PBTI).

(Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua).