BeritaDaerahHukum

KST Terindikasi Mau Serang Aparat Kapok Sudah Malah Ketangkap

850
×

KST Terindikasi Mau Serang Aparat Kapok Sudah Malah Ketangkap

Sebarkan artikel ini

 

Papua Irian Jaya, Investigasi.net, Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua tak henti-hentinya berupaya mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat Papua yang mana KST kembali berulah dengan indikasi akan melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan, bertempat di Kampung Kumbala Gupa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Pegunungan akhirnya kapok malah aksinya gagal tertangkap oleh aparat.

Dimana hal tersebut terjadi pada hari Rabu, 13/9, ketika Tim Waltis yang dipimpin Dansatgas Pamtas Mobile Yonif PR 330/TD Mayor Inf Dedy Pungky Irawanto, dengan kekuatan sepuluh orang, disaat melaksanakan patroli dan kembali melakukan perjalanan kembali ke Pos Kotis Mamba.

Rombongan Tim Waltis tiba di jalan Trans Sugapa tepatnya di atas SDN Bilogai, terlihat dua Orang Tidak di Kenal yang ternyata adalah Kelompok Separatis Teroris (OTK) dengan jarak 60 Meter sedang melakukan kegiatan mencurigakan, disaat akan melakukan percobaan penyerangan terhadap aparat dan Ketika Personel Waltis berupaya mengidentifikasi kegiatan dua OTK tersebut.

Tiba-tiba salah satu Kelompok Separatis Teroris (OTK) melarikan diri
dengan meloncati pagar Sekolah tak selang lama Anggota Satgas YPR 330/TD yang berada di Mobil segera bereaksi dengan melakukan dua kali tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan sehingga melanjutkan tembakan dan mengenai lengan salah satu dari KST, sementara salah satu dari KST melarikan diri mengarah ke Kampung Kumbala Gupa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Sedangkan salah satu Kelompok Separatis Teroris (KST) yang mengaku bernama Matianus Marsani tidak sempat melarikan diri karena posisinya terjepit antara mobil dan pagar sekolah, sehingga dapat diamankan. Martianus Marsani mengaku bagian KST wilayah Homeyo, kondisi saat ini dalam keadaan sehat dan diperlakukan dengan baik sebagai warga negara Idonesia yang punya hak sama di mata hukum.

Dan Saat ini Kelompok Separatis (KST)
semakin hari semakin tidak lagi terkonsentrasi, mengingat KST karna masing masing wilayah mempunyai kepentingan untuk kelompoknya sendiri, sehingga terjadi pertentangan diantara mereka sendiri bahkan mengakibatkan korban jiwa diantara kelompok yang bertentangan.

Akibat kepentingan pribadi ini, kelompok KST sehingga mereka bertindak brutal, kasar, melakukan pengerusakan bahkan pembunuhan terhadap masyarakat yang menghalangi kepentingannya,” ujar Kapen Kogabwilhan III dalam rilisnya, Kamis (14/9/2023).

Kondisi terkini Kelompok Separatis (KST) ini yang menjadi salah satu alasan KST wilayah Homeyo nekat merencanakan menyerang terhadap aparat keamanan, guna mendapatkan bekal peralatan dan senjata untuk menjaga kelangsungan hidup kelompoknya.

Ironisnya dapat ditangkap oleh Satuan YPR 330/TD memang sudah terlatih, dengan pengalamannya selama ini dan saat ini bertugas menjaga dan melindungi masyarakat Papua dari gangguan KST, menghadapi situasi ini, kedua KST tersebut terjebak dan terdesak dalam situasi yang tidak menguntungkan.

Satuan YPR 330/TD juga mengajak semua KST hentikan pertikaian, ayo bangkit membangun Papua dengan Kasih seperti yang Tuhan berikan kepada kita, kita wujudkan masyarakat Papua sejahtera, maju dan modern,” pungkas Kapen.

Adapun Barang Bukti Yang Diamankan Pada Saat Oprasi Itu Adalah :

1). 1 buah Tas Hitam.

2). 1 buah Tas Noken.

3). 1 buah sabun Mandi GIV.

4). 1 Stel Baju Hitam.

5). Uang tunai sejumlah Rp. 250.000.

6). 1 bungkus Gula Pasir.

7). 3 bungkus rokok Anggur Kupu.

8). 3 bungkus Kopi Kapal Api,

9). 1 buah Korek Api,

10). 1 buah Topi warna biru.

11). 1 Stel Kaos Kaki loreng.

12). 1 buah Kaos Merah.

13). 1 buah kaca cermin.

14). 2 buah sisir rambut.

15). 1 bungkus Jimat.

16). 1 bungkus Pinang.

17). 1 buah Bendera berlambang Bintang Kejora.

Satuan YPR 330/TD juga berharap pada oprasi dapat memmbuat keamanan serta kenyamanan pada masayarakat yang ada di wilayah pegunungan Papua, tutup. Penkogabwilhan III.

(Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua).