Foto: Terlihat Masrun Sitepu sedang melakukan penjarahan TBS di Rakit Kulim
Laporan : Muhammad
Inhu – Mediainvestigasi.net–Situasi keamanan di areal kebun Agrinas Palma Nusantara eks PT Selantai Agro Lestari (SAL) yang dikelola PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri kembali memanas. Setelah hampir dua pekan gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi melakukan penjarahan tandan buah segar (TBS) dan mengintimidasi pekerja di lapangan, gerombolan Nasrun Sitepu kembali juga melakukan aksi kekerasan terhadap dua pekerja PT Pancawaskita.
Peristiwa pengeroyokan pekerja di Arel kebun Agrinas Rakit yang dilakukan gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi, terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 17.10 WIB di kawasan kebun Agrinas Pos 01 Security Rakit Kulim.
Korban diketahui bernama Indra Jepza pengawas kebun dan Maryandi security, yang merupakan pekerja PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri selaku mitra Agrinas Palma Nusantara. Keduanya diduga menjadi sasaran penganiayaan oleh lebih dari 20 orang yang disebut berasal dari gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sebelum insiden terjadi, kelompok tersebut baru saja melakukan panen ilegal TBS di areal blok B3 dan B4 serta menjarah hasil panen pekerja. Setelah beberapa kali lalu lalang gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi melintas di Pos 01 Security sambil membawa hasil panen penjarahan TBS yang diduga berasal dari kawasan kebun tersebut, situasi berubah menjadi tegang.
Keributan bermula ketika gerombolan Nasrun Sitepu meminta agar rekaman video yang merekam aktivitas penjarahan dan intimidasi untuk dihapus. Mereka juga meminta portal pos keamanan dibuka. Dalam situasi yang memanas, salah seorang yang disebut bernama Lutfi alias Lupi diduga lebih dahulu melakukan pemukulan terhadap Indra Jepza yang bertugas sebagai pengawas lapangan.
Seperti yang di ceritakan korban Indra Jepsa Kamis (2/7/2026) malam, saat terbaring di rumah sakit, suasana mencekam, Lutfi, Nasrun Sitepu, Abdi dan Giat bersama sama memukulbya dan ada yang mengacungkan senjata tajam, beruntung rekanya securty Mariandi menahan, namun Maryandi babak menjadi bulan-bulanan gerombolan Nasrun Sitepu.
“Saya dan Maryandi dikepung lebih dari 20 orang, saya hanya tau dengan Nasrun Sitepu, Geliat, Imis, Lutfi puluhan orang lain saya tidak kenal,” kata Indra Jepza saat terbaring di Puskesmas Skip Sipayung menjalani perawatan.
Indra Jepza yang terlihat lemas mengalami luka pada bagian samping pelipis, pecah bagian bibir, lebam pagian punggung dan dada yang menjalani perawatan, sedangkan Maryandi mejalani pengobatan tradisional di Rakit Kulim dengan cara di urut.
Selain pelaku mengeluarkan senjata api dan senjata tajam, meludahi wajah korban, serta melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Indra Jepza. Aksi tersebut membuat pekerja di sekitar lokasi ketakutan dan situasi keamanan kebun semakin tidak kondusif.
Informasi yang dilapangan, aksi penjarahan masih dilakukan gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi Jumat (3/7/2026) di areal kebun Agrinas Rakit Kulim, gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir di areal kebun yang dikelola PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri sebagai mitra Agrinas Palma Nusantara. Selama periode itu, kelompok tersebut disebut berulang kali melakukan intimidasi terhadap pekerja hingga menghambat operasional perusahaan.
Kasus penjarahan TBS kebun Agrinas yang masih dikelola PT Pancawaskita oleh gerombolan Nasrun Sitepu hingga pengeroyokan dan pengancaman tersebut secara resmi sudah dilaporkan ke Polres Inhu. Peristiwa ini mengganggu keamanan dan keberlangsungan operasional pengelolaan aset perkebunan negara oleh PT Pancawaskita yang berada di bawah Agrinas Palma Nusantara. (*Mhd)











