Usai Menjarah TBS, Gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi Aniaya Dua Pekerja PT Pancawaskita Mitra Agrinas

- Penulis

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Terlihat Masrun Sitepu sedang melakukan penjarahan TBS di Rakit Kulim

Laporan : Muhammad

Inhu – Mediainvestigasi.net–Situasi keamanan di areal kebun Agrinas Palma Nusantara eks PT Selantai Agro Lestari (SAL) yang dikelola PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri kembali memanas. Setelah hampir dua pekan gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi melakukan penjarahan tandan buah segar (TBS) dan mengintimidasi pekerja di lapangan, gerombolan Nasrun Sitepu kembali juga melakukan aksi kekerasan terhadap dua pekerja PT Pancawaskita.

Peristiwa pengeroyokan pekerja di Arel kebun Agrinas Rakit yang dilakukan gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi, terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 17.10 WIB di kawasan kebun Agrinas Pos 01 Security Rakit Kulim.

Korban diketahui bernama Indra Jepza pengawas kebun dan Maryandi security, yang merupakan pekerja PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri selaku mitra Agrinas Palma Nusantara. Keduanya diduga menjadi sasaran penganiayaan oleh lebih dari 20 orang yang disebut berasal dari gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sebelum insiden terjadi, kelompok tersebut baru saja melakukan panen ilegal TBS di areal blok B3 dan B4 serta menjarah hasil panen pekerja. Setelah beberapa kali lalu lalang gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi melintas di Pos 01 Security sambil membawa hasil panen penjarahan TBS yang diduga berasal dari kawasan kebun tersebut, situasi berubah menjadi tegang.

Keributan bermula ketika gerombolan Nasrun Sitepu meminta agar rekaman video yang merekam aktivitas penjarahan dan intimidasi untuk dihapus. Mereka juga meminta portal pos keamanan dibuka. Dalam situasi yang memanas, salah seorang yang disebut bernama Lutfi alias Lupi diduga lebih dahulu melakukan pemukulan terhadap Indra Jepza yang bertugas sebagai pengawas lapangan.

Baca Juga :  Dandim 0314/Inhil dan Kapolres Tinjau Pos Pengamanan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025

Seperti yang di ceritakan korban Indra Jepsa Kamis (2/7/2026) malam, saat terbaring di rumah sakit, suasana mencekam, Lutfi, Nasrun Sitepu, Abdi dan Giat bersama sama memukulbya dan ada yang mengacungkan senjata tajam, beruntung rekanya securty Mariandi menahan, namun Maryandi babak menjadi bulan-bulanan gerombolan Nasrun Sitepu.

“Saya dan Maryandi dikepung lebih dari 20 orang, saya hanya tau dengan Nasrun Sitepu, Geliat, Imis, Lutfi puluhan orang lain saya tidak kenal,” kata Indra Jepza saat terbaring di Puskesmas Skip Sipayung menjalani perawatan.

Indra Jepza yang terlihat lemas mengalami luka pada bagian samping pelipis, pecah bagian bibir, lebam pagian punggung dan dada yang menjalani perawatan, sedangkan Maryandi mejalani pengobatan tradisional di Rakit Kulim dengan cara di urut.

Selain pelaku mengeluarkan senjata api dan senjata tajam, meludahi wajah korban, serta melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Indra Jepza. Aksi tersebut membuat pekerja di sekitar lokasi ketakutan dan situasi keamanan kebun semakin tidak kondusif.

Informasi yang dilapangan, aksi penjarahan masih dilakukan gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi Jumat (3/7/2026) di areal kebun Agrinas Rakit Kulim, gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir di areal kebun yang dikelola PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri sebagai mitra Agrinas Palma Nusantara. Selama periode itu, kelompok tersebut disebut berulang kali melakukan intimidasi terhadap pekerja hingga menghambat operasional perusahaan.

Kasus penjarahan TBS kebun Agrinas yang masih dikelola PT Pancawaskita oleh gerombolan Nasrun Sitepu hingga pengeroyokan dan pengancaman tersebut secara resmi sudah dilaporkan ke Polres Inhu. Peristiwa ini mengganggu keamanan dan keberlangsungan operasional pengelolaan aset perkebunan negara oleh PT Pancawaskita yang berada di bawah Agrinas Palma Nusantara. (*Mhd)

Baca Juga :  Koops TNI Habema Prihatin Terhadap Insiden Ledakan di Luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang
Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang
Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan
Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan
Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas
Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:00 WIB

​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa

Berita Terbaru