BeritaDaerahEkonomi

TK Cahaya Mata Rutin Lakukan Maapam Pada Bulan Rajab

1232
×

TK Cahaya Mata Rutin Lakukan Maapam Pada Bulan Rajab

Sebarkan artikel ini

 

Pasbar-mediainvestigasi.net
Apam adalah salah satu Nama makanan dari daerah Pasaman lama, namun di kabupaten Induk sudah mulai hilang ditelan masa,dan berkemungkinan generasi yang biasa melaksanakan tradisi tersebut tidak lagi mewarisi pada generasi berikutnya, sangat berbeda dengan dikabupaten Mekar Tuah Basamo Pasaman Barat, hampir disetiap Rumah dikampuang kampung bahkan sampai ke ibukotanya masih melaksanakan rutinitas bulan Rajab ini.

Hampir semua sekolah mulai dari sekolah dasar sampai tingkat SLTA, serta Dinas Instansi di Kabupaten Mekar Tuah Basamo ini melaksanakan kegiatan rutin bulan Rajab ini, sehingga bulan Rajab ini sangat dikenal dengan bulan Apam, Bahkan karena selalu melestarikan budaya ini, tak heran beberapa tahun silam Pasaman Barat memecahkan Rekor Muri dengan Tungku Terbanyak.

Apam adalah makanan yang berasal dari beras yang sudah dijadikan tepung, dan diason dengan Santan kelapa ditambah dengan garam, serta dimasak dalam kuali kecil dengan bahan bakar daun kelapa yg sudah kering, setelah masak apam itu disajikan dengan bubur kacang padi, atau sejenis kuah kolak.

Untuk ikut melestarikan Budaya Maapam Tersebut sebuah Taman kanak-kanak Cahaya Mata Kampung Pisang Nagari Kinali Kecamatan Kinali kabupaten Pasaman Barat Sudah menjadikan mata pelajaran Ektra dibulan Rajab, menurut Kepala sekolah Oktavia Nora S.Pd dengan melaksanakan Maapam bersama di sekolah, berujuan untuk menanamkan jiwa gotong royong dan jiwa sosial kepada anak Usia dini sekaligus menanamkan budaya maapam pada anak agar terus terjaga dan berkesinambungannya tradisi bulan Rajab ini walaupun secanggih apapun teknologi kedepannya, kegiatan ini selalu kami adakan tiap tahun di TK Cahaya Mata ini, Alhamdulillah untuk tahun ini kita maapam sebanyak 48 kg beras, yang sumber dananya iyuran dari orang tua sebanyak Rp 15.000, dan dua buah kelapa, sementara pembuatanya dilaksanakan bersama sama oleh orang tua Wali murid, kata Oktavia Nora yang akrap disapa buk Nora tersebut mengakhiri pembicaraannya pada Media infestigasi.

Rakiman/Redaksi mediainvestigasi.net.