Bengkulu Seluma, media investigasi net . Tanaman milik warga desa tabah lubuk puding ber,inisial JL tanam tumbuh di lokasi PTPN 7 lebih jelasnya lokasi tersebut di desa niur diduga tanam tumbuh kopi pala pohon durian pohon jengkol dan lain lain di tebang oleh pihak PTPN 7 di karenakan pihak dari PTPN sedang melakukan peremajaan pohon karet di lokasi tersebut milik PTPN war desa tabah lubuk puding yang menanam pohon kopi pohon durian pohon jengkol dan pohon pala sekarang rata dengan tanah dan seperti semula. 2022/8/6
“Warga desa tabah lubuk puding kecamatan Sukaraja kabupaten Seluma, bernama Jaenal sekian tahun bercocok tanam dan berkebun di lokasi desa niur tanah tersebut di tengah tengah lokasi 56 PTPN 7 tanaman tersebut di klaim milik perkebunan milik ptpn.saya sudah lama menanam pohon durian pohon jengkol pohon kopi dan pala, saya bersama anak istri membuat kebun tersebut untuk mencari makan dan tidak pernah pulang ke desa tabah tersebut demi untuk menjadikan kebun untuk masa depan keluarga saya setelah semua tinggal mengambil hasil jerih payah tersebut sekarang tinggal kenangan di karenakan semua di tebang oleh tenaga dari perusahaan PTPN dengan alasan milik PTPN 7 karena karet semua yang sudah tua akan di remajakan kembali.saya meminta di dampingi oleh ketua lembaga tinggi negara LTKPSN propinsi BENGKULU. guna melaporkan kejadian di lokasi kebun saya atas penebangan pohon kopi dan lain lain. Ketua lembaga LTKPSN Hasan Nudin SH melaporkan kejadian ini ke Kapolsek sukaraja untuk menindak lanjuti apa yang saya dan lembaga lapor ke ranah hukum melaui Polsek setempat semua laporan sudah di terima dan semua sedang dalam proses ke polisian Polsek Sukaraja pungkas Jaenal.
“Ketua lembag LTKPSN Hasan Nudin SH. Memberikan terkait keterangan masalah kebun milik Jaenal Arifin yang berlokasi di PTPN 7 saya sangat prihatin kepada perusahaan mengapa tanaman milik Jaenal kok di tebangi dengan alasan apapun ya jangan langsung di tebang coba di ajak rundingan secara kekeluargaan dulu di panggil secara duduk bersama dulu saya sebagai ketua lembaga sangat prihatin atas penebangan yang di lakukan oleh pihak PTPN 7 dan sekarang sudah masuk keranah kepolisian Polsek Sukaraja dan kami berharap kepada Polsek Sukaraja agar transeparan di dalam memperoses terkait masalah penebangan hasil kebun milik Jaenal arifin yang sudah lama menaman kopi dan lain lain demi untuk menyambung ekonomi keluarga tersebut. tutur Hasan Nudin.
” Sekdes desa tabah lubuk puding Ajeng Hartinah membenarkan masalah Jainal Arifin itu memang warga kami surat kartu keluarga pun warga desa tabah lubuk puding dan di jarang pulang ke desa di karenakan Jaenal Arifin berkebun di lokasi desa niur tetapi di tengah lahan perkebunan PTPN 7 dan Jaenal Arifin belum melapor kepada kami sebagai sekdes kurang tau kepada aparat desa di luar wewenang kami sebagai sekdes ada masalah kebun nya yang di tebang oleh pihak PTPN semua dari pihak desa belum ada laporan ke desa kami tabah lubuk puding pungkas sekdes Ajeng.

“Kepala desa niur Johana Satar SE memberikan keterangan di ruang kerjanya mengenai kebun milik Jainal Arifin membenarkan lokasi tersebut benar ada nya lokasi desa niur dan memang lokasi tersebut di dalam lokasi PTPN 7 di apdeling 56 dan di samping itu lokasi tersebut ada tempat pariwisata yang indah untuk di kunjungi untuk masyarakat luas tetapi belum terkenal tempat yang indah pungkas. kades niur”.
Benkulu, seluma, media investigasi net. Nara sumber Yudi Wusono.











