PWI Pusat Uji Komitmen Pemajuan Budaya 10 Kepala Daerah pada Anugerah Kebudayaan 2026

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hamartoni Ahadis, Bupati Lampung Utara. (Dok.Istimewa)

Hamartoni Ahadis, Bupati Lampung Utara. (Dok.Istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Sepuluh kepala daerah dari berbagai penjuru Nusantara dipastikan melaju ke tahap krusial Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat 2026.

Mereka akan menjalani presentasi dan uji gagasan kebudayaan pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta, sebagai tahapan penentu sebelum penganugerahan Trofi Abyakta pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, 9 Februari mendatang.

Para peserta berasal dari wilayah yang merepresentasikan keragaman Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Papua Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahap presentasi ini tidak sekadar formalitas, melainkan menjadi arena evaluasi substantif untuk mengukur konsistensi, pemahaman, serta keberlanjutan kebijakan pemajuan kebudayaan yang telah dan sedang dijalankan di daerah masing-masing.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan berlapis. Dewan juri terlebih dahulu menelaah proposal dan dokumen pendukung sebelum menetapkan sepuluh nama yang dinilai paling layak melangkah ke tahap presentasi.

“Yang kami nilai bukan sekadar gagasan di atas kertas, tetapi rekam jejak kebijakan, regulasi, dan dampak nyata program kebudayaan di daerah. Dokumen yang masuk sangat lengkap, mulai dari proposal utama, video kegiatan, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan daerah, hingga pemberitaan media dan dokumentasi visual. Ketebalannya bisa puluhan bahkan ratusan halaman,” ujar Yusuf, yang telah mengawal Anugerah Kebudayaan PWI sejak HPN 2016 di Lombok, Senin (5/1/2026).

Ia menambahkan, kehadiran langsung para kepala daerah dalam presentasi menjadi penting untuk menguji kedalaman pemahaman mereka terhadap program yang diajukan, sekaligus memastikan keaslian dan kesinambungan kebijakan tersebut.

Untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, PWI Pusat membentuk dewan juri yang terdiri dari lima tokoh lintas disiplin, mencakup dunia seni, akademik, dan pers nasional.

Baca Juga :  Pengeroyokan di Lajoa Berakhir Damai, Berkat Mediasi Kapolsek Liliriaja

Mereka adalah Dr. Nungki Kusumastuti, dosen IKJ dan seniman tari; Agus Dermawan T., pengamat seni dan penerima Anugerah Kebudayaan RI; Sudjiwo Tejo, seniman dan budayawan; Akhmad Munir, Direktur Utama LKBN Antara sekaligus Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030; serta Yusuf Susilo Hartono sendiri sebagai wartawan senior dan budayawan.

Dewan juri akan menilai kesesuaian program dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, termasuk aspek inovasi, inklusivitas, keberlanjutan, serta dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Kesepuluh kepala daerah yang akan memaparkan program kebudayaannya terdiri dari tiga wali kota dan tujuh bupati, yakni:

  • Wahyu Hidayat, Wali Kota Malang, Jawa Timur
  • Andi Harun, Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur
  • Mohan Roliskana, Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat
  • Hamartoni Ahadis, Bupati Lampung Utara, Lampung
  • Agus Setiawan, Bupati Temanggung, Jawa Tengah
  • Heribertus Geradus Laju Nabit, Bupati Manggarai, NTT
  • Arief Rohman, Bupati Blora, Jawa Tengah
  • Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara
  • Hermus Indou, Bupati Manokwari, Papua Barat
  • John Kenedy Azis, Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema besar “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers.”

Dari sejumlah subtema yang ditawarkan, mayoritas peserta memilih fokus pada penguatan keragaman ekspresi budaya serta interaksi budaya yang inklusif di tengah masyarakat majemuk.

Penilaian tidak hanya melihat keberhasilan program pada level lokal, tetapi juga potensi kontribusinya terhadap kebudayaan nasional hingga pengakuan global.

Memasuki satu dekade penyelenggaraan, AK PWI Pusat 2026 menghadirkan kategori baru “Wartawan dan Komunitas”, sebagai bentuk apresiasi terhadap insan pers dan komunitas budaya yang konsisten berkarya minimal selama 10 tahun dan memiliki dampak luas.

Baca Juga :  Warga Binong Gelar Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam 1447 H

Tiga tokoh telah ditetapkan sebagai penerima penghargaan kategori ini, yaitu Rahmi Hidayati, penggerak Perempuan Berkebaya Indonesia; Seno Joko Suyono, penggagas Borobudur Writers and Cultural Festival; serta Henri Nurcahyo, penggerak komunitas Panji hingga tingkat Asia dan internasional. Ketiganya berkontribusi signifikan dalam mendorong pengakuan warisan budaya Indonesia di level dunia, termasuk UNESCO.

Para penerima kategori ini, bersama kepala daerah terpilih, akan menerima Trofi Abyakta pada puncak peringatan HPN 2026 di Banten, sebagai simbol penghargaan atas dedikasi nyata dalam memajukan kebudayaan Indonesia.***

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Soppeng Tinjau Lokasi Sumur Bor untuk Bantu Warga Hadapi Kekeringan
WNI Asal Inhil Koma di Singapura. KBRI Klaim Sudah Berkoordinasi, Keluarga Menunggu Bukti
Malam Berganti Pagi di Tengah Asap, Kapolres Inhil Pimpin Perjuangan 9 Hari Menjaga Bumi Inhil dari Bara
Kemenag Inhil Gelar Maulid Nabi dan Perpisahan Kepala Kemenag di Hotel Top 5, Publik Pertanyakan Sumber Anggaran
Kabel Semrawut Masih Menggantung, Jawaban PLN Dipertanyakan
Bupati Tapanuli Tengah Launching Penyaluran Bantuan Pangan 1.394,7 ton Beras Alokasi Juli–September 2026
Usai Pimpin Apel, Kapolres Soppeng Periksa Sikap Tampang Personel
Dari Kasus Lisa vs Danny Septriadi: Fakta Medis RSCM Ungkap Trauma Berat Anak Korban Penculikan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:23 WIB

Kapolres Soppeng Tinjau Lokasi Sumur Bor untuk Bantu Warga Hadapi Kekeringan

Selasa, 1 September 2026 - 10:25 WIB

WNI Asal Inhil Koma di Singapura. KBRI Klaim Sudah Berkoordinasi, Keluarga Menunggu Bukti

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Malam Berganti Pagi di Tengah Asap, Kapolres Inhil Pimpin Perjuangan 9 Hari Menjaga Bumi Inhil dari Bara

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Kabel Semrawut Masih Menggantung, Jawaban PLN Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Bupati Tapanuli Tengah Launching Penyaluran Bantuan Pangan 1.394,7 ton Beras Alokasi Juli–September 2026

Berita Terbaru

Kemendagri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah melaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program LSDP di Balai Tawang Arum, Kompleks Balai Kota Solo. (Dok. Istimewa)

Bina Bangda

Restuardy Daud: Daerah Jadi Kunci Penguatan Pengelolaan Sampah

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:19 WIB