BeritaDaerahHukum

Pimpred Media Investigasi Anggap Bupati Pulau Taliabu Di Nilai Tak Punya Moral Melakukan Pengusiran Serta Menodai Profesi Wartawan

2397
×

Pimpred Media Investigasi Anggap Bupati Pulau Taliabu Di Nilai Tak Punya Moral Melakukan Pengusiran Serta Menodai Profesi Wartawan

Sebarkan artikel ini

 

Taliabu Maluku Utara, Mediainvestigasi.net–Perbuatan yang tindak menyenangkan di lakukan oleh Bupati Kabupaten Pulau Taliabu H. Aliong Mus di anggap kurangajar telah melakukan pengusiran terhadap Pimpinan Redaksi Media Investigasi,net serta pelecehan terhadap profesi Wartawan /Jurnalis yang sedang melakukan peliputan saat pertemuan degan sejumlah 459 anggota BPD baru, 57 Pjs Kepala Desa, serta mantan Kepala Desa dan mantan Anggota BPD Se – Kabupaten Pulau Taliabu.

Dimana diketahui pertemuan itu awalnya adalah rapat terkait kinerja para BPD dan Pjs Kepala Desa Se Kabupaten Pulau Taliabu terkai masalah tugas dan fungsi namun faktanya Bupati Kabupaten Pulau Taliabu H.AliongMus,.ST. malah merubah pertemuan itu menjadi rapat Konsulidasi Politik minta dukungan menuju Gubernur 2024.

Sikap arogan Bupati Pulau Taliabu, Hi.Aliong Mus, menjadi sorotan media di Taliabu. Kenapa tidak, seperti yang terjadi, Bupati mengusir wartawan dari ruangan rapat saat rapat pertemuan sedang berlangsung.

Peristiwa itu terjadi saat salah satu wartawan sedang melakukan aktifitas peliputan pada rapat pertemuan antara Bupati dan ratusan BPD serta puluhan Pejabat (Pj) Kepala Desa se-Kabupaten Pulau Taliabu di gedung baru Kantor Bupati Taliabu Sabtu (18/02/2023) siang tadi.

La Omy La Tua pada (Media Investigasi) bahwa dirinya pun tidak mengetahui apa penyebabnya sehingga dirinya diusir keluar dari ruangan rapat tersebut oleh Bupati Aliong Mus.

Padahal saya sudah ikuti kegiatan itu kurang lebih hampir 20 menit bagitu, baru tiba-tiba Bupati teriak pake mic, hei kamu wartawan ya, silakan keluar…Satpol bawa dia keluar,” cerita La Omy Wartawan yang di keluarkan dari ruangan oleh Bupati Taliabu, pada Media Investigasi.net Sabtu (18/02/2023).

Dia menambahkan sebelumnya tidak ada pemberitahuan baik dari humas maupun Protokoler kepada wartawan untuk tidak meliput kegiatan tersebut.

“Mestinya kalau kegiatan itu bersifat tertutup maka harus kami sudah dikasih tau lebih awal agar kita tau. Jangan sampe sudah berjalan begitu baru kita di usir seperti binatang. Ini kan sikap yang tidak bagus yang yang di tunjukkan oleh Bupati,” Kesalnya

Sikap arogan Bupati Taliabu ini bukan baru yang pertama dilakukan akan tetapi sudah berulang kali.

Tindakan seperti ini tak hanya sekali di lakukan oleh Bupati Kabupaten Pulau Taliabu H. Aliong Mus juga pernah usir lagi teman wartawan saat meliput, dan saat ini dia (Bupati) bikin lagi, memang sangat arogan sekali Bupati akibat tidak paham UU pokok pers nomor 40 tahun 1999 jadi seperti itu,” tegas Omy

La Omy La Tua juga menyampaikan bahwa dia usir saya tadi itu karena dia sudah konsolidasi politik di ratusan anggota BPD sama Pejabat (Pj) Kepala Desa yang baru di Lantik itu,

Makanya karena dia takut ketahuan makanya dia (Bupati usir saya. Video dan rekaman dia (Bupati) ajak BPD dan Pj.Kades pilih Presiden, Anggota DPR RI, DPR Provinsi dan Kabupaten, sama Bupati juga ada di saya ini, semua sudah terekam abis, makanya dia usir saya dari ruangan itu, jadi pertemuan tadi itu hanya kamoflasi saja, intinya Konsolidasi politik saya punya Bukti ko,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pulau Taliabu, Husen Adam mengatakan bahwa peristiwa tersebut hanya unsur kesengajaan saja, dan tidak ada agenda politik yang dibahas dalam rapat tersebut.

Sebagai adik, keluarga dan institusi, Sebelumnya saya mewakili Bupati saya minta maaf, tapi sesungguhnya peristiwa pengusiran tadi itu hanya sengaja saja, bukan benar-benar diusir oleh pa Bupati, dan soal adanya isu Buapti konsulidasi politik itu juga tidak benar, karena pertemuan tadi itu, agenda rapat kordinasi antara Bupati dan BPD serta Pj.Kades dalam hal pembahasan program mereka itu saja yang saya tau, tutup. Husain Adam.

(Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua)