Berita

Pimpinan Redaksi Media Investigasi.Net ; Ditantang Pihak Perusahaan Untuk Beri Hak Jawab! Ada Apa 1000 X 24 Jam Menunggu Tak Kunjung Ada

1947
×

Pimpinan Redaksi Media Investigasi.Net ; Ditantang Pihak Perusahaan Untuk Beri Hak Jawab! Ada Apa 1000 X 24 Jam Menunggu Tak Kunjung Ada

Sebarkan artikel ini

Pimpinan Redaksi Media Investigasi.Net ; Ditantang Pihak Perusahaan Untuk Beri Hak Jawab! Ada Apa 1000 X 24 Jam Menunggu Tak Kunjung Ada

Taliabu Maluku Utara, MediaInvestigasi.Net – Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara (LPKN) Indonesia Wilayah Timur, sekaligus Pimpinan Redaksi mediainvestigasi.net, La Omy La Tua yang beberapa waktu lalu sempat mendapat sorotan dan tekanan terkait dengan pemberitaan yang ditayangkan oleh mediainvestigasi.net beberapa waktu yang lalu. Namun, dari pihak manejemen PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera yang mengerjakan jalan Hotmix Kota Bobong menuju Desa Kramat Kabupaten Pulau Taliabu.

Dimana sorotan itu langsung dari pengawas lapangan sekaligus selaku kepercayaan bos kontraktor (HSM) berinesial (SB) yang di saksikan oleh Manejer PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera berinesial (RS). Atas pemberitaan yang ditayangkan oleh Media Investigasi.net. Parahnya lagi pengawas lapangan sekaligus selaku kepercayaan bos kontraktor (HSM) berinesial (SB) yang di saksikan oleh Manejer PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera berinesial (RS) juga ikut meminta.

“Namun ironisnya Pimpinan Redaksi Media Investigasi.net, La Omy La Tua menunggu hak jawab hinggah 1000×24 jam yang belum juga kunjung ada dari oknum pengawas berinesial (SB) dan Manejer PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera berinesial (RS) ada apa di balik kejadian tersebut, sehinggah kepercayaan bos kontraktor (HSM) berinesial (SB) yang di saksikan oleh Manejer PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera berinesial (RS) tak mau memberikan hak jawab.

Dengan adanya kejadian tersebut, Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara (LPKN) Indonesia Wilayah Timur sekaligus Pimpinan Redaksi Media Investigasi.net, La Omy La Tua mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia serta para penegak hukum di Wilayah Provinsi Maluku Utara, untuk segera melakukan pemeriksaan Pekerjaan Jalan Hotmix Bobong menuju kramat Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, yang di duga kuat di kerjakan asal jadi oleh oknum kontraktor yang mengunakan PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera selaku pemenang tender pada tahun 2023.

Adapun paket pekerjaan jalan hotmix Bobong menuju kramat Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, yang menggunakan anggaran dana yang bersumber dari Dana  APBN tahun 2023, dengan pagu kurang lebih Rp. Rp. 23.934 850.000.00, (dua puluh tiga miliar sembilan ratus tiga puluh empat ribu delapan ratus lima puluh ribu rupiah), yang harusnya pekerjaan jalan tersebut di kerjakan dengan baik.

Namun, nampak dikerjakan asal-asalan oleh pihak PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera selaku pemenang tender, yang diduga kuta tidak sesuai dengan spesifikasi secara SOP.

Hal itu fakta Berdasarkan hasil Investigasi di lapangan yang dilakukan oleh ketua lembaga pemerhati keuagan negara (LPKN) indonesia wilayah timur, La Omy La Tua. Dengan tegas menjelaskan, bahwa Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Hotmix Bobong menuju kramat Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, yang di kerjakan oleh PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera berdasarkan nomor kontrak HK. 02.01.-Bb.32.6.5/2023/PKT-IDJ-01. nampak di kerjakan asal jadi ibarat orang terkena penyakit kurap karna pekerjaan tersebut di kerjakan asal-asalan.

Adapun tekanan itu di dilakukan oleh oknum pengawas lapangan sekaligus selaku kepercayaan bos kontraktor berinesial (SB) yang di saksikan oleh Manejer PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera berinesial (RS) yang meminta untuk klafikasi berita karena mencatut nama bosnya.

Padahal itu fakta bahwa kontraktor berinesial (HSM) yang mengerjakan pekerjaan jalan Hotmix Bobong menuju Kramat itu di ungkapkan langsung oleh manejer PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera berinesial (RS) saat di komfirmasi di tempat yang sama.

Ironisnya jalan aspal pekerjaan jalan Hotmix yang mengunakan anggaran APBN tahun 2023, dengan total anggaran senilai kurang lebih, Rp. 23.934 850.000.00, (dua puluh tiga miliar sembilan ratus tiga puluh empat ribu delapan ratus lima puluh ribu rupiah) yang di awasi langsung oleh Konsultan Pengawas dari PT. Dela Concieta dan waktu pelaksanaannya 131 hari kalender, tak seperti yang di rencanakan.

Kemudian, Yang nampak baru berumur bulan itu sudah banyak berlubang, padahal pekerjaan tersebut baru di kerjakan beberapa bulan terakhir. Tetapi kondisinya sudah seperti itu, “tegas. La Omy La Tua (Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara (LPKN) Indonesia Wilayah Timur).

Dengan hal tersebut Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara (LPKN) Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua meminta dengan tegas kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) serta pihak penegak hukum di wilayah Kresidenan Provinsi Maluku Utara, agar tidak terkesan tidur melihat Pekerjaan Jalan Hotmix antara Bobong menuju Kramat Kabupaten Pulau Taliabu yang diduga kuat dikerjakan asal jadi oleh oknum kontraktor untuk melakukan Investigasi serta melakukan pemeriksaan terhadap oknum kontraktor berinesial (H.SM) salah satu pemilik PT. Kelapa Satangkal Makmur Sejahtera, “tutupnya.

(Tim Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** / Investigasi Provinsi Maluku Utara *** DN dan AB).