Pertalite Diduga Bermasalah di Sumbar, Kendaraan Warga Mogok
Mediainvestigasi.net— Mediainvestigasi.net.- Isu viral dugaan Pertalite tercemar endapan atau bahan asing mulai dikeluhkan warga dan pengemudi di berbagai wilayah Sumatera Barat. Keluhan serupa juga muncul di Kabupaten Dharmasraya.
Warga mengaku mengalami masalah pada kendaraan setelah mengisi Pertalite di SPBU di Nagari Sikabau. Sejumlah kendaraan disebut mendadak mogok atau mesin mengalami kondisi seperti “merepet” setelah bahan bakar digunakan.
Keluhan tersebut kemudian menjadi perhatian karena sejumlah bengkel menemukan endapan ketika melakukan pemeriksaan pada kendaraan yang mengalami gangguan.
*Bengkel Temukan Endapan*
Di sejumlah bengkel, kendaraan yang mengalami masalah disebut harus menjalani proses turun tangki. Langkah tersebut dilakukan untuk memeriksa bagian tangki dan sistem bahan bakar kendaraan.
Dari pemeriksaan yang dilakukan pihak bengkel setempat, ditemukan endapan kotoran atau zat asing. Endapan tersebut disebut memiliki bentuk menyerupai endapan putih atau lumpur.
Temuan itu menjadi salah satu alasan munculnya dugaan bahwa bahan bakar yang digunakan kendaraan mengalami masalah.
Namun, berdasarkan bahan yang tersedia, belum terdapat hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat memastikan jenis zat atau penyebab munculnya endapan tersebut.
*Keluhan Meluas hingga Dharmasraya*
Isu mengenai Pertalite bermasalah tidak hanya menjadi pembicaraan di satu wilayah. Keluhan warga dan pengemudi disebut muncul di berbagai daerah di Sumatera Barat, termasuk Dharmasraya.
Kondisi kendaraan yang mendadak mogok atau mesin “merepet” setelah pengisian bahan bakar membuat warga mempertanyakan kondisi Pertalite yang mereka gunakan.
Bengkel menjadi salah satu tempat warga membawa kendaraan untuk mencari penyebab gangguan. Pemeriksaan terhadap tangki bahan bakar kemudian menemukan adanya endapan yang disebut berbeda dari kondisi bahan bakar yang diharapkan
*Belum Ada Kepastian Penyebab*
Meski isu dugaan pencemaran Pertalite telah beredar dan menjadi perhatian masyarakat, temuan endapan di kendaraan belum dapat dijadikan bukti tunggal bahwa bahan bakar tersebut tercemar.
Penyebab munculnya endapan atau zat asing masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Begitu pula dengan hubungan langsung antara endapan tersebut dan gangguan kendaraan.
Karena itu, informasi mengenai dugaan Pertalite tercemar perlu dibedakan antara keluhan warga, temuan bengkel, dan hasil pemeriksaan yang telah terverifikasi.
Hingga informasi ini di tayangkan, kami masih menunggu adanya hasil uji laboratorium yang memastikan kandungan endapan tersebut maupun penyebab kendaraan mengalami mogok setelah mengisi Pertalite dari pihak terkait dan berwenang.
Isu ini pun menjadi perhatian warga di Sumatera Barat, termasuk Dharmasraya, terutama karena keluhan berkaitan langsung dengan kondisi kendaraan dan biaya perbaikan yang harus dikeluarkan pemilik kendaraan.(Tim)
Editor : Rafdy Guci






