Berita

Pengawas Wahyu Sebut Pengelolah MBG Kecamatan Bukit Malintang Sumatra Selatan Langgar SOP Menggunakan Air BAB Tidak Benar

5
×

Pengawas Wahyu Sebut Pengelolah MBG Kecamatan Bukit Malintang Sumatra Selatan Langgar SOP Menggunakan Air BAB Tidak Benar

Sebarkan artikel ini

 

Foto Dokumentasi : Tempat Aktivitas MBG

Mandailing Natal, Sumatra Selatan, Media Investigasi.net, Berdasarkan keluhan masyarakat, Wahyu menemukan sebuah fakta terkait laporan adanya dugaan kuat pelanggaran pada pengelolah MBG di Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Mandaling Natal Provinsi Sumatra Selatan yang telah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bukit Malintang memantik perhatian publik dan pengawas karena mencuci peralaan dapur MBG mengunakan air sungai yang menjadi tempat aktivitas BAB, ungkapnya.

Dimana Wahyu yang merupakan pengawas MBG di Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Mandaling Natal Provinsi Sumatra Selatan, telah membenarkan bahwa fakta di lapangan bahwa air sungai yang sering di jadikan tempat aktifitas masyarakat BAb itu, digunakan dalam aktivitas mencuci peralatan makan serta bahan pangan di dapur MBG setempat di ketahui kondisi tersebut dilakukan dikarenakan keterbatasan sumber air bersih, tuturnya,

Wahyu, juga menjelaskan bahwa pihak pengelola sebelumnya juga telah berupaya menyediakan sumber air mandiri melalui pembuatan sumur BOR namun air dari sumur tersebut dinilai tidak layak untuk digunakan karena berwarna kuning.

“Kami sudah buat sumur bor, tapi airnya kuning. Karena itu, kami mencuci di sungai, ujar. Wahyu pada saat saat dikonfirmasi awak media melalui via tlpn whatssap, siang tadi, Rabu tanggal 4 Februari 2026.

Meski berbagai tudingan dari berbagai pihak atau dari masyarakat di wilayah tersebut, Wahyu membantah terkait tudingan bahwa air sungai yang digunakan merupakan air tercemar limbah buang air besar itu tidak benar dirinya menegaskan air sungai yang dimanfaatkan berada dalam kondisi bersih, tegasnya.

“Air sungai itu bersih, bukan bekas air BAB seperti yang dituduhkan,”

Wahyu yang merupakan pengawas MBG di Kecamatan Bukit Malintang juga menjrlaskab bahwah sebelumnya, kekhawatiran disampaikan masyarakat Bukit Malintang yang mana warga menilai penggunaan air sungai yang hulunya digunakan untuk mandi, mencuci, dan BAB berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak penerima MBG itu tidaklah benar melaikan air itu bersih dan layak di gunakan.

Degan timbulnya perbedaan pandangan antara masyarakat dan pihak pengelola MBG memicu desakan dirinya minta agar Satuan Tugas MBG Kabupaten Mandailing Natal turun langsung melakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh.

Warga juga meminta evaluasi terhadap kelayakan sumber air, proses pengolahan makanan, serta kepatuhan pelaksana terhadap SOP MBG.

Hingga kini, masyarakat masih menantikan langkah konkret pemerintah Daerah untuk menjamin keamanan dan tujuan utama program nasional tersebut.

Di tempat terpisah pada tim Investigasi Nasional, Pak Damang selaku Pihak Pengelola MBG Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Mandaling Natal Provinsi Sumatra Selatan melalui via tlpn wahtssap malam tadi dirinya mengakui bahwa benar peralatan dapur telah di cuci di air sungai di karenakan air sumur BOR tidak layak di karenakan berwarna kuning.

Namun perlu di ketahui bahwa terkait keluhkan berbagai pihak atau warga sekitar bahwa air sungai yang di gunakan untuk mencuci peralatan dapur MBG di jadikan tempat aktivitas buang air besar (BAB) tidaklah benar.

Pak Damang juga selaku Pihak Pengelola MBGKecamatan Bukit Malintang Kabupaten Mandaling Natal berjanji akan selalu menjaga kebersihan agar anak-anak MBG tetap tumbuh sehat dan kami akan selalu menjaga kebersihan dan selalu tampil terbaik saat ini kami juga telah berupaya menggunakan mobil untuk mengangkut air bersih agar kesehatan tetap terjaga pada pengelolaan yang ada pada kami.

Pak Damang juga berharap agar tidak berpikiran yang tidak-tidak kami akan selalu menjalankan sestem pengelolaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bukit Malintang, tutupnya.

Ketua Investigasi Nasional **** La Omy La Tua.