Pantai Parkit Berubah Menjadi Kuburan Sampah: Penanganan Lambat, Warga Pertanyakan Respons Pemerintah
Padang. Mediainvestigasi.Net — Pesisir Pantai Parkit di Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, berubah drastis menjadi hamparan tumpukan kayu gelondongan dan sampah pada Sabtu (29/11/2025). Kondisi yang memprihatinkan ini memicu pertanyaan besar mengenai respons dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menangani bencana kiriman pascabanjir.
Berdasarkan pantauan Mediainvestigasi.net, kayu gelondongan berdiameter besar hingga potongan kecil terlihat menumpuk di sepanjang bibir pantai. Bukan hanya kayu, sampah plastik, sampah rumah tangga, puing elektronik, hingga bangkai hewan bercampur menjadi satu, membentuk pemandangan yang jauh dari layak bagi kawasan wisata dan pemukiman.
Sejumlah barang seperti sandal dan sepatu rusak juga terlihat berserakan, menandakan bahwa material ini bukan hanya kiriman alam, tetapi juga limbah yang lama tidak tertangani.
Meski kondisi begitu parah, belum terlihat gerakan penanganan berarti dari pihak berwenang. Di tengah kekacauan itu, warga justru terlihat menjadi “relawan spontan”—mengambil kayu untuk dimanfaatkan atau memungut kelapa yang masih layak konsumsi.
Fenomena serupa juga ditemukan di Pantai Gajah hingga Pantai Patenggangan, yang masih berada dalam satu garis pantai Air Tawar Barat. Ini memperkuat indikasi bahwa permasalahan bukan bersifat lokal, melainkan lintas titik—dan seharusnya memicu langkah cepat dan terkoordinasi.
Prisilia Utari Candra, warga setempat, menyebut tumpukan kayu dan sampah telah memenuhi pantai sejak tiga hari terakhir. Menurutnya, semua material itu terbawa arus banjir yang melanda wilayah tersebut.
“Sudah tiga hari terakhir ini tumpukan sampah ini muncul. Ini akibat terbawa banjir,” ujarnya.
Namun ia menilai kondisi saat ini sudah lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya. “Sampah mulai berkurang karena sebagian dibawa kembali oleh ombak. Cuaca juga sudah mulai bagus,” tambahnya.
Prisilia mengisahkan betapa parahnya kondisi sebelumnya.
“Warga bahkan bisa berjalan di atas tumpukan kayu sampai ke tengah laut. Sekarang sudah tidak bisa karena sampahnya berkurang,” tuturnya.
Meski volume sampah menurun, harapan warga tetap sama: pemerintah harus segera turun tangan.
“Kita berharap sampah ini cepat dibersihkan agar masyarakat bisa kembali bermain di pantai dan pemandangan jadi indah,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun aksi signifikan dari pemangku kebijakan terkait penanganan sampah massal di sepanjang pesisir Air Tawar Barat.
(Atri)












1 Komentar
**back biome**
Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.