OPM Kelompok Undius Kogoya Kembali Melakukan Intimidasi Serta Melakukan Penyiksaan Terhadap Kepala Kampung Odiyai
Papua, MediaInvestigasi.Net – Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan tindakan kekerasan yang resahkan masyarakat yang mana tindakan itu adalah tindakan penyiksaan yang kali ini, giliran OPM Kelompok Undius Kogoya yang beroperasi di Komando Daerah Pertahanan (KODAP) VIII Kemabu Intan Jaya yang melakukan tindakan kekerasan, yang mana OPM Kelompok Undius Kogoya telah mengakui aksinya menangkap salah satu warga masyarakat Paniai pada hari Senin, 6 Mei 2024, yang lalu.
Dimana dalam tayangan video yang beredar, terlihat kekejaman OPM terhadap seorang warga masyarakat sipil dan warga tersebut diyakini sebagai Elgo Gobai yang sehari-hari bertindak selaku Kepala Kampung Odiyai Distrik Paniai Timur.
Pihak OPM, dalam sebuah postingan Media Sosial (Medsos), menyatakan bahwa alasannya menangkap Elgo Gobai dikarenanakan Elgo dianggap sebagai simpatisan Aparat Keamanan (Apkam).
Dengan dalil tersebut, maka OPM Kelompok Undius Kogoya telah menangkap dan menyiksa Elgo guna mendapatkan pengakuannya mendukung Aparat Keamanan. Tindakan kekerasan OPM ini merupakan salah satu dari sekian banyak daftar kebiadaban OPM dalam mengganggu keamanan Negara serta keamanan masyarakat di wilayah Papua.
Melihat kondisi Papua semakin sakit dan gagal untuk sejahtera karena atas tindakan kebiadaban OPM, yang menimbulkan rasa sakit serta tidak mendukung unsur kemanusiaan, khususnya bagi kalangan masyarakat sipil.
Hal ini adalah merupakan kesalahan moral OPM yang serius dalam menggunakan kekerasan serta intimidasi untuk mencapai niatnya memisahkan diri dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dengan hal tersebut salah seorang aktifis Wilayah Indonesia Timur tegas mengatakan bahwa keburukan setiap saat terjadi di tanah papua akibat tindakan OPM yang mana hal ini membutuhkan kehadiran Negara Inndonesia yang sampai saat ini terlihat semakin lemah.
“fakta semakin hari semakin memprihatinkan akibat tindakan kebiadaban OPM, apalagi saat ini sudah banyak korban”
Entah sampai kapan bangsa Indonesia Pemimpin Bangsa kita bisa memberi jawaban dan memberi perlindugan terhadap warga Negara
“Apalagi tindakan kebiadaban OPM adalah tindakan yang menginjak-injak harkat dan martabat bangsa Indonesia (Negara Kesatuan Republik Indonesia”
Namun, amehnya sampai saat ini bangsa kita ibarat terkena bius yang tak mampu berbuat apa-apa untuk memberantas sekelompok OPM di tanah Papua
Ada apakah dengan OPM di Papua, ada apakah bangsa kita yang seakan tak mampu hadir di tanah Papua apakan nanti banyak korban berjatuhan baru Negara kita bicara Papua, “tutupnya.
(Ketua Investigasi Indonesia (Nasional) **** La Omy La Tua).











