Berita

Media Investigasi.Net Siap Membantu Pemkab Inhil Membina Pedagang Kelapa Gading Dan Pasar Dayang Suri Akibat Dampak Penggusuran 

588
×

Media Investigasi.Net Siap Membantu Pemkab Inhil Membina Pedagang Kelapa Gading Dan Pasar Dayang Suri Akibat Dampak Penggusuran 

Sebarkan artikel ini

Media Investigasi.Net Siap Membantu Pemkab Inhil Membina Pedagang Kelapa Gading Dan Pasar Dayang Suri Akibat Dampak Penggusuran 

 

INDRAGIRI HILIR, MediaInvestigasi.Net -Semenjak H. Herman menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) sudah dua lokasi warung remang-remang ditutup. Mulai dari Kelapa Gading dan Los Pasar belakang Dayang Suri.

Kebijak Pj tersebut menuai pro dan kontra hingga memberikan beragam reaksi, tak pelak dari netizen Facebook merespon positif mendukung penuh kebijakan penutupan warung yang dinalai menjadi tempat timbulnya penyakit masyarakat.

Sementara itu, ada juga yang menyayangkan penutupan tempat tersebut, karena berpotensi menghilangkan sumber pendapatan bagi sebagian orang.

Seperti yang disampaikan oleh pemilik akun Facebook Iwan Cingho dalam memberikan komentar pada sebuah postingan pemberitaan tentang penutupan pasar Kelapa Gading dan Dayang Suri.

“Kayanya pj bupati ni TDK memikirkan nasib orang kecil, se enaknya aja main tutup warung orang, dia mencari nafkah untuk menghidupi keluarga nya bukan untuk mencari kaya . Jngn main tutup aja pak pikirkan nasib merika,” tulisnya (1 hari yang lalu) dalam komentar di Facebook.

Kemudian, sang pemilik aku langsung mengnanggapi komentar di akun Facebook Roni Van Persie dengan menuliskan,
“Iwan Chingho bukan kehendak bupati pribadi sendiri om penutupan di laksana kan karena ada nya laporan informasi dari masyarakat, tokoh masyarakat, serta tokoh alim ulama se inhil, bersyukur bupati mau menyerap aspirasi masyarakat serta tokoh masyarakat dan alim ulama,” ujarnya yang disambut dengan komentar “Setuju” oleh akun Dapur Rini Bon Bon I.

“org kcil dari mana yg ada d tmpat tu org malas tukang poroti laki org modal gatal aja dapat duit klapa gading dayang suri tmpat karoke isi nya bukan org2 kcil,” tulis Nery Minarsih sembari menandai pemilik akun Iwan Chingho yang mengatakan Pj Bupati tidak memikirkan nasib orang kecil.

Kendati demikian, respon atas penutupan warung remang-remang tersebut masih menjadi perbincangan hangat dikalangan nitizen yang menyatakan setuju dan kurang setuju kerana beberapa faktor.

Sebelumnya, Pj. Bupati Inhil, H. Herman menyatakan, bahwa akan melakukan penataan kembali agar pasar Dayang Suri Tembilahan menjadi tempat yang layak bagi seluruh pedagang untuk mencari nafkah.

“Kita tata sebagaimana layaknya pasar agar menghindari alih fungsi menjadi warung remang-remang,” tukasnya.

Penyegelan tersebut bukan tanpa sebab, dirinya menerima aduan masyarakat dan para tokoh agar Pasar Kelapa Gading dan Dayang Suri ditertibkan, karena telah meresahkan.

Herman dengan tegas mengatakan, jika masyarakat Ingin berdagang, Pemkab Inhil akan menyediakan tempat yang layak. Namun kalau untuk warung remang-remang, dia menegaskan tidak akan memberikan izin.

“Yang namanya warung remang-remang, saya tidak akan kasih izin. Tapi kalau mau berjualan, kita akan siapkan tempatnya yang layak,”Pungkasnya.

Selanjutnya, disisi lain pihak dari Redaksi Media Investigasi.net siap membantu pemkab Inhil untuk melakukan pembinaan kepada mereka yang terdampak. Karna tidak semua wanita itu mau melakukan hal tersebut. Sebagian dari mereka ada yang melakukannya karena tuntutan ekonomi.

Namun, Kami dari MediaInvestigasi.Net siap membantu untuk membina mereka dengan pola keterampilan untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan, dengan mengajari mereka membuat masakan resto, membuat kue atau home industri, kemudian hasil dari olahan mereka akan di bantu pemkab inhil untuk pemasaran nya. (MY)