MEDIAINVESTIGASI.NET – Ratusan santri binaan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta memadati Anjungan Kalimantan Selatan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (25/4/2026).
Mereka mengikuti ajang Lomba Santri Ceria 2026, sebuah kegiatan edukatif yang menggabungkan nilai keislaman, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara.
Sebanyak 100 santri dari berbagai TKA/TPA di Jakarta tampil antusias dalam beragam perlombaan, mulai dari mewarnai hingga menggambar. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BKPRMI DKI Jakarta dan Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan.
Ajang ini tidak sekadar menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana strategis dalam membentuk karakter generasi Qurani melalui pendekatan budaya sejak usia dini.
Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta, Nanang Jahidin, menegaskan bahwa Lomba Santri Ceria merupakan bagian dari upaya membangun generasi Islam yang berakhlak mulia, kreatif, dan mencintai budaya bangsa.
“Lomba Santri Ceria ini menjadi wadah pembinaan yang menyenangkan bagi anak-anak. Kami ingin menanamkan nilai-nilai Islam melalui kegiatan budaya, sehingga lebih mudah diterima dan membekas dalam diri santri,” ujar Nanang.
Menurutnya, pendekatan budaya mampu menumbuhkan nilai kebersamaan, kreativitas, serta rasa cinta terhadap warisan Nusantara.
Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Kalimantan Selatan, Fahrurazi, menilai pengenalan budaya kepada anak-anak sangat penting sebagai fondasi pembentukan karakter.
“Keanekaragaman budaya Nusantara, termasuk budaya Kalimantan Selatan, perlu dikenalkan sejak dini. Dari sini akan tumbuh sikap ramah, suka menolong, dan terbiasa bekerja sama dalam kebaikan,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda sekaligus memperluas promosi budaya melalui peran aktif para santri.
Nanang juga menyebut, kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam menghidupkan kembali fungsi anjungan daerah di TMII sebagai pusat edukasi, budaya, dan pembinaan generasi muda Islam.
“Ini adalah kolaborasi perdana yang sangat positif. Ke depan, kami berharap anjungan daerah lainnya turut aktif menghadirkan kegiatan edukatif seperti ini. BKPRMI DKI Jakarta siap terus berkolaborasi untuk pembinaan generasi Qurani,” tegasnya.
Dengan mengusung tema “Satu Warna, Sejuta Makna”, Lomba Santri Ceria 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat karakter santri melalui perpaduan harmonis antara nilai agama dan budaya.
Kemeriahan acara, semangat peserta, serta dukungan berbagai pihak menjadi bukti nyata bahwa pembinaan generasi Qurani dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman.
BKPRMI DKI Jakarta pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program inspiratif dalam mencetak generasi muda Islam yang unggul, berakhlak, dan cinta Al-Qur’an.













2 Komentar
Baru jadi belom bisa komen
Mantul berakhlak dan berbudaya melalui seni lukis dan mewarnai menunju Indonesia Emas