Penampakan sekitar TPU Semper Budhi Darma, Cilincing, Jakarta Utara. (Dok. Istimewa)
MEDIAINVESTIGASI.NET – Hingga hari ini, Selasa (24/6), kondisi penerangan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper Budhi Darma, Cilincing, Jakarta Utara, masih memprihatinkan. Hampir seluruh tiang lampu di area pemakaman padam total. Ironisnya, bahkan akses utama masuk ke area TPU pun dalam kondisi gelap gulita. Satu-satunya lampu yang menyala berada di jalur pemukiman warga—bukan di area TPU.
Kondisi ini menimbulkan keresahan mendalam bagi warga dan peziarah. Tak hanya soal kenyamanan, tapi juga soal keselamatan. Jalur TPU Semper dikenal sebagai akses harian warga dari arah Rawa Malang menuju Rorotan Malaka. Tanpa penerangan, jalur ini rawan tindak kriminal dan kecelakaan, terutama pada malam hari.
“Saya ziarah ke makam almarhumah Ibu Nur Wilis. Dari pintu gerbang sampai dalam semuanya gelap. Hanya satu tiang yang nyala, dan itu pun di luar kawasan TPU. Sudah berbulan-bulan begini, nggak ada gerakan dari pihak terkait,” ujar Bang Mu’min, warga setempat, kepada awak media.
Masalah Berulang, Solusi Tak Pernah Tuntas
Warga menyebut masalah padamnya lampu di TPU Semper bukan pertama kali terjadi. Beberapa bulan lalu, permasalahan serupa pernah diangkat dalam pemberitaan media. Hasilnya, penerangan sempat diperbaiki—namun tidak bertahan lama. Tidak lama setelah sorotan mereda, lampu kembali padam dan dibiarkan begitu saja.
“Kalau sudah ramai diberitakan, baru deh diperbaiki. Tapi hanya bertahan sebentar, lalu gelap lagi. Sekarang pun sama. Beberapa media sudah sorot lagi, tapi tetap nggak ada perbaikan sampai hari ini,” tambah Mu’min dengan nada geram.
Pihak Pengelola Bungkam, Pemerintah Daerah Dinilai Abai
Sukino, Kasatpel Zona 5 TPU Semper, yang dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, memilih bungkam. Ketika publik menuntut kejelasan, pihak pengelola justru enggan memberi penjelasan. Sikap diam ini memicu kekecewaan warga dan menimbulkan pertanyaan besar: adakah keseriusan dalam mengelola fasilitas publik?
Warga menilai Pemerintah Kota Jakarta Utara dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta tidak responsif dalam menyikapi kondisi ini. Kinerja yang reaktif dan hanya bergerak saat pemberitaan mencuat dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap pelayanan publik.
Desakan Publik: Jangan Tunggu Viral, Segera Perbaiki!
Masyarakat mendesak agar perbaikan dilakukan segera dan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Warga berharap lampu penerangan di TPU Semper bisa menyala secara permanen, bukan hanya saat sorotan media datang.
Editor: Shendy Marwan












