Kepsek Akui, SPPG Minta Maaf: Ratusan Alpukat Mentah Dibagikan di SDN 008 Tembilahan Hulu

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepsek Akui, SPPG Minta Maaf: Ratusan Alpukat Mentah Dibagikan di SDN 008 Tembilahan Hulu

 

Laporan: Muhammad

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tembilahan Hulu – Mediainvestigasi.net.- Polemik program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 008 Tembilahan Hulu kian menguat setelah pihak sekolah dan penyedia makanan mengakui adanya pembagian buah alpukat yang mayoritas belum layak konsumsi.

Kepala SDN 008 Tembilahan Hulu, Hamsah, membenarkan bahwa dari total 340 siswa penerima, hanya sekitar 10 buah alpukat yang dalam kondisi matang, sementara sisanya masih mentah.

“Yang matang hanya sekitar kurang lebih 10 buah, selebihnya belum bisa dikonsumsi,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Sebagai langkah lanjutan, pihak sekolah meminta siswa membawa kembali alpukat mentah tersebut sebagai bukti. Namun, pengakuan ini sekaligus membuka fakta bahwa persoalan kualitas makanan bukan kejadian baru.

“Keluhan sudah sering kami sampaikan ke penyalur. Sempat diperbaiki, tapi kemudian terulang kembali,” kata Hamsah.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengawasan dalam program yang dibiayai anggaran negara tersebut.

Di sisi lain, pihak SPPG melalui Mufti memberikan klarifikasi yang justru memperlihatkan adanya persoalan di rantai pasok dan pengambilan keputusan di lapangan.

Ia menyebut pengawasan dilakukan oleh ahli gizi dan terdapat standar operasional (SOP) terkait kualitas bahan pangan.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan standar tersebut tidak berjalan optimal.

“Kami sudah melakukan pengecekan. Jika tidak sesuai, kami minta pengembalian. Tapi memang ada supplier yang mengirimkan buah belum matang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mufti mengungkap dilema yang terjadi saat distribusi. Ia menyebut sebagian alpukat yang tampak matang justru memiliki kondisi bagian dalam yang menghitam dan dinilai tidak layak konsumsi.

“Yang matang saat dibelah ada yang hitam di dalam. Jadi diputuskan yang dibagikan adalah yang masih mentah,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati JKA Apresiasi Berbagi Berkah Ramadhan TP PKK Padang Priaman

Pernyataan tersebut memicu sorotan, karena menunjukkan bahwa bahan pangan yang tersedia pada saat distribusi sama-sama bermasalah, baik yang matang maupun yang belum matang.

Selain itu, alasan keterbatasan waktu distribusi juga dikemukakan sebagai penyebab buah tidak sempat diperam sebelum dibagikan ke siswa.

SPPG juga mengakui bahwa ini merupakan kali pertama penggunaan alpukat dalam menu MBG, dan memastikan ke depan bahan tersebut tidak akan lagi digunakan.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya. Ini menjadi evaluasi kami dan ke depan pengawasan akan diperketat,” ujar Mufti.

Ia menambahkan bahwa kejadian ini telah dikoordinasikan dengan pihak koordinator wilayah Indragiri Hilir serta aparat terkait.

Meski demikian, rangkaian pengakuan dari pihak sekolah dan penyedia justru mempertegas adanya celah serius dalam pengendalian mutu, mulai dari pemasok, proses seleksi bahan, hingga keputusan distribusi di lapangan.

Dengan temuan bahwa ratusan siswa menerima makanan yang tidak dapat langsung dikonsumsi, publik kini mempertanyakan sejauh mana standar gizi dan kelayakan benar-benar diterapkan dalam program MBG.

Evaluasi menyeluruh dinilai mendesak, tidak hanya pada tingkat teknis, tetapi juga pada sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa MAN 1 Inhil Raih Gelar Duta Anak Kabupaten Indragiri Hilir 2026, Kepala Madrasah Berikan Apresiasi Tinggi
Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri
Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”
Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima
SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026
Sumira Putri Digadang Pimpin Forum TBM Pasaman Barat, Sosok Pejuang Literasi dari Pelosok yang Kini Jadi Sorotan
Cuaca Buruk, Kwarcab Pramuka Indragiri Hilir Tunda Seluruh Lomba Hari Pramuka ke 65
Masyarakat Pulau Taliabu Pertanyakan Langkah Bupati Sashabila Widya L. Mus Cabut Status Daerah 3T Sementara Masih Bayak Program Pembagunan Jalan Amburadul
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:31 WIB

Siswa MAN 1 Inhil Raih Gelar Duta Anak Kabupaten Indragiri Hilir 2026, Kepala Madrasah Berikan Apresiasi Tinggi

Senin, 21 September 2026 - 05:51 WIB

Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri

Minggu, 20 September 2026 - 20:10 WIB

Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”

Minggu, 20 September 2026 - 13:13 WIB

Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima

Sabtu, 19 September 2026 - 13:56 WIB

Sumira Putri Digadang Pimpin Forum TBM Pasaman Barat, Sosok Pejuang Literasi dari Pelosok yang Kini Jadi Sorotan

Berita Terbaru