Gali Potensi Ekonomi Biru, Bupati Tapanuli Tengah Dorong Sinergi Strategis Bersama STPK Matauli

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gali Potensi Ekonomi Biru, Bupati Tapanuli Tengah Dorong Sinergi Strategis Bersama STPK Matauli

 

PANDAN – Mediainvestigasi.net.- Dalam rangka memperluas wawasan dan mengakselerasi pengembangan Ekonomi Biru (Blue Economy) di wilayah pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, pada hari Kamis, 9 Juli 2026 menghadiri Studium Generale (Kuliah Umum) yang digelar di Kampus Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan (STPK) Matauli Pandan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara strategis ini mengangkat tema “Positioning Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Matauli serta Alumninya dalam Pembangunan Ekonomi Biru Menuju Indonesia Emas 2045”. Kuliah umum ini menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, yang merupakan Anggota DPR RI Komisi IV, sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2001- 2004.

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengawali sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada STPK Matauli yang telah berkomitmen mempersiapkan SDM unggul demi mengelola potensi laut Tapanuli Tengah.

“Garis pantai Tapanuli Tengah sangat panjang, membentang sekitar 200 km, namun banyak potensi yang belum tergali secara optimal dan belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Sektor pertanian dan perikanan kita pun sebagian besar masih dikelola secara tradisional. Karena itu, kami berharap dapat membangun sinergi strategis dengan Yayasan Matauli,” kata Masinton.

Lebih lanjut, Masinton juga menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor untuk mengangkat Tapanuli Tengah ke panggung nasional. Pemerintah daerah berencana mengusulkan wilayah ini agar diakui sebagai bagian dari heritage (warisan sejarah dan budaya) yang aktif di jalur Pantai Barat Sumatera.

Sebagai pakar kemaritiman, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, memaparkan bahwa Tapanuli Tengah memiliki modal alam yang luar biasa untuk menjadi poros ekonomi baru.

Baca Juga :  BPBD Inhil Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pulau Kijang

“Tapanuli Tengah memiliki potensi blue economy yang sangat raksasa karena panjang garis pantainya di sini mencapai lebih dari 200 kilometer,” ungkap Prof. Rokhmin.
Untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang konkret, Prof. Rokhmin menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memfokuskan strategi pembangunan pada 3 sektor utama dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun ke depan:
1. Sektor Perikanan Budidaya Laut: berfokus pada pengembangan tiga komoditas bernilai jual tinggi, yaitu lobster, udang vaname, dan rumput laut.

2. Hilirisasi Industri Perikanan Tangkap: kegiatan penangkapan ikan di laut harus diimbangi dengan kehadiran industri hilir melalui pembangunan pabrik-pabrik pengolahan ikan yang ramah lingkungan dan menghasilkan produk kompetitif di pasar global.

3. Pariwisata Bahari Kelas Dunia: memanfaatkan lanskap alam Tapanuli Tengah yang sudah indah secara alami (by nature). Sektor ini tinggal memerlukan polesan pada aspek fasilitas penunjang (amenities), penataan destinasi agar berkelas seperti Maldives (Maladewa), serta peningkatan aksesibilitas dan konektivitas.

Melalui sinergi antara akademisi STPK Matauli dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, visi optimis ini diharapkan mampu membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat lokal sekaligus menyokong pilar Indonesia Emas 2045.

Turut hadir Ketua Yayasan Matauli Pandan, mewakili Ketua Pembina Yayasan Matauli Pandan, Mewakili Forkopimda Tapteng, Wakil Ketua DPRD Tapteng, Ketua STPK Matauli, Para Asisten dan Staf Ahli Tapteng, Plh. Kadis Kelautan Tapteng, Plh. Kepala Bappeda Tapteng, Dosen STPK Matauli, Mahasiswa dan Tamu undangan lainnya.
*JS*

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni
Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang
Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran
Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa
Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026
Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:06 WIB

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa

Berita Terbaru