Diduga Oknum Danru Satpam PKS.PT.TBS. Tapteng Tidak Memahami Tugas Serta Terkesan Seperti Preman.
Tapteng. MediaInvestigasi.Net – Security PT.TBS sangat di sayang kan setelah konfirmasi tentang limbah yg tercemar nya sungai sibabangun setelah warga pernah dulu mendatangi PT.TBS agar jangan mencemari sungai Sibabangun akibat limbah yg di buang ke sungai kemudian awak media pun ikut konfirmasi kepada Security PT. TBS dan membenarkan ada nya yg di sampai kan masyarakat kepada media kemudian sambutan Security seperti bukan security seperti Preman.Rabu 24/7/2024.
Sering kita lihat bila kita bepergian ke tempat umum seperti rumah sakit, bank, mall, serta perusahaan- perusahaan lain, pasti detikers akan bertemu dengan satpam.
Mereka bukan hanya sekedar pengamanan dan ketertiban, namun juga membantu pengunjung ataupun tamu yang sedang membutuhkan bantuan bukan nya seperti Preman.
Pengertian mengenai satpam juga tertuang dalam peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang pengamanan swakarsa .
Satpam adalah suatu kelompok profesi pengemban fungsi kepolisian terbatas non yudisial yang dibentuk melalui perekrutan oleh badan usaha jasa pengamanan untuk ditugaskan dilingkungan perusahaan.
Akan tetapi berbeda dengan oknum satpam PT.TBS ( Tri Bahtera Srikandi) marga Napitupulu kebetulan juga sebagai Danru di PKS yang berada di desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli tengah Sumut ini, diduga kuat minim pengetahuan dalam menjalankan tugasnya.
Hal tersebut terlihat ketika wartawan melakukan investigasi dugaan pencemaran lingkungan oleh PT.TBS. pada tanggal 15/07/2024 yang lalu.
Wartawan mencoba meminta dipertemukan dengan Humas ataupun pihak yang berkompeten untuk memberikan keterangan.
Namun justru oknum satpam ini bukannya membantu tapi malah terkesan mempersulit wartawan yang sedang bertugas, dengan cara memberikan keterangan yang tidak berhubungan dengan pertanyaan wartawan.
Ada baiknya pihak perusahaan melakukan seleksi yang ketat dalam merekrut tenaga satpam.
Agar tidak merusak citra perusahaan serta tidak mempermalukan sebagai perpanjangan tangan Polri.
Hingga berita ini ditayangkan, wartawan belum berhasil mengkonfirmasi Humas perusahaan karena tidak adanya keterangan yang berarti dari satpamnya.
Sumber; Masyarakat
*JONNI SIHOMBING*











