Menu

Mode Gelap

Berita

Dana Desa di Kecamatan Timpeh Mulai Cair, Lima Nagari Salurkan BLT dan Alokasikan untuk Pembangunan

badge-check


					Dana Desa di Kecamatan Timpeh Mulai Cair, Lima Nagari Salurkan BLT dan Alokasikan untuk Pembangunan Perbesar

Ilustrasi gambar Dana Desa (Dok, Istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, lima nagari di Kecamatan Timpeh serentak menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pencairan Dana Desa tahap pertama tahun 2025. BLT ini diberikan kepada masyarakat terdampak, dengan setiap penerima mendapatkan Rp 900 ribu untuk tiga bulan sekaligus, yakni Januari, Februari, dan Maret.

Prioritas BLT untuk Lansia dan Penderita Penyakit Akut

Di Nagari Ranah Palabi, mewakili Wali Nagarinya, Sekretaris Nagari Zusro Al-Avat mengonfirmasi bahwa BLT tahap pertama tahun ini diberikan kepada 20 penerima yang mayoritas merupakan lansia dan warga dengan penyakit akut.

“Untuk tahun 2025, penerima BLT di Ranah Palabi ada 20 orang dengan kriteria lansia dan penderita penyakit akut,” ujar Zusro.

Total Dana Desa Ranah Palabi tahun ini mencapai Rp 825,966 juta, yang sebagian dialokasikan untuk BLT, mengadaan bibit tanaman buah serta program pembangunan lainnya.

Nagari Panyubarangan: BLT dan Pembangunan Gedung Aula

Di Nagari Panyubarangan, selain menyalurkan BLT, Dana Desa tahap pertama juga digunakan untuk merehabilitasi gedung aula kantor wali dengan anggaran Rp 122 juta.

Kabar baiknya, Nagari Panyubarangan mendapat reward Dana Desa tambahan karena berstatus sebagai Nagari Mandiri, yang menunjukkan keberhasilan dalam tata kelola keuangan dan pembangunan desa.

Nagari Taratak Tinggi: Penurunan Dana Desa, Fokus pada Infrastruktur

Nagari Taratak Tinggi yang dipimpin Wali Nagari Debita Darni Sumarja, A.Md, juga menyalurkan BLT kepada 36 penerima. Menariknya, Debita tidak hanya membagikan BLT di kantor wali, tetapi juga mengantarkannya langsung ke rumah penerima, khususnya bagi warga yang sakit dan tidak bisa datang.

“Saya bersama Pak Bhabinkamtibmas setelah ini akan mengantar langsung BLT ke rumah penerima di SP 3, karena beberapa warga tidak bisa datang ke kantor akibat sakit,” ujar Debita kepada media ini.

Namun, dana desa Nagari Taratak Tinggi tahun ini mengalami penurunan signifikan sebesar Rp 227 juta. Pada 2024, total dana desa mencapai Rp 1.339.409 juta, sementara tahun 2025 hanya Rp 1.112.389 juta.

Meski mengalami pengurangan, Nagari Taratak Tinggi tetap mengalokasikan dana desa untuk pembangunan infrastruktur, antara lain:

Pembangunan jalan usaha tani: Rp 100,11 juta

Rigid beton: Rp 100,12 juta

Box culvert jalan pemukiman Sakato 2: Rp 45 juta
Dua Nagari Belum Bisa Dikonfirmasi

Saat media ini mengunjungi Nagari Tabek dan Nagari Timpeh, wali nagari maupun sekretarisnya sedang berada di luar kantor karena urusan dinas.

Namun, Camat Timpeh Rizki Rulien Putra, S.Stp, M.Si memastikan bahwa seluruh nagari di Kecamatan Timpeh saat ini sedang menyelesaikan proses pembagian BLT bagi warganya.

Transparansi dan Efektivitas Dana Desa

Cairnya Dana Desa tahap pertama di Kecamatan Timpeh menunjukkan bagaimana setiap nagari memiliki strategi berbeda dalam mengelola anggaran. Seperti fokus pada bantuan sosial seperti BLT, serta tetap prioritaskan pembangunan fisik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, penurunan dana desa di beberapa nagari menjadi sorotan. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait faktor penyebabnya dan bagaimana strategi ke depan agar pengelolaan Dana Desa tetap optimal dan tepat sasaran.

Editor: Yanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Kemuning Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Desa Kemuning Muda

23 April 2026 - 23:39 WIB

Polsek Gaung Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba dalam Operasi Antik di Desa Simpang Gaung

23 April 2026 - 23:36 WIB

Operasi PETI Polda Riau: 29 Kasus Terbongkar, 1.167 Rakit Tambang Ilegal Dimusnahkan

23 April 2026 - 23:33 WIB

Trending di Berita