Canangkan 100 Festival, Bupati Padang Pariaman JKA Dorong Kebangkitan Budaya, Kesenian dan Ekonomi Kreatif Nagari

- Penulis

Rabu, 11 Juni 2025 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedy Azis. (Dok. Istimewa)


MEDIAINVESTIGASI.NET – Komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mengangkat potensi budaya, kesenian, dan kuliner lokal terus ditunjukkan melalui pencanangan program “100 Festival”. Sosialisasi program tersebut digelar Rabu (11/6) di Hall IKK Parit Malintang dan dibuka langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis.

Dalam sambutannya, Bupati John Kenedy Azis menekankan pentingnya menggali dan mengembangkan kembali potensi lokal yang dimiliki setiap nagari dan korong di Kabupaten Padang Pariaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap daerah memiliki kekayaan budaya, kesenian, adat istiadat, serta kuliner yang bernilai tinggi. Jika dikelola dengan baik, potensi ini dapat menjadi sumber nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Ia menambahkan bahwa selama ini pariwisata Sumatera Barat masih berfokus pada keindahan alam, sementara potensi budaya, seni, dan kuliner belum digarap maksimal.

Lebih lanjut JKA membeberkan Menurut data dari General Manager Angkasa Pura II, di BIM setiap hari ada 6.500 hingga 7.000 penumpang mendarat, dan 35 persen di antaranya datang untuk berwisata. Bahkan, 10 persen merupakan wisatawan mancanegara.

“Ini peluang besar bagi kita untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya, kesenian dan kuliner” ungkapnya.

Bupati JKA juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan keberhasilan program ini.

“Saya berkomitmen membangun daerah ini, dan saya harap wali nagari serta seluruh masyarakat juga menunjukkan komitmen yang sama. Festival ini bukan sekadar acara seremonial, tapi upaya kolektif untuk membangkitkan kembali kekayaan budaya kita,” tegasnya.

Berbagai kegiatan budaya seperti festival layang-layang, bajulo-julo, batagak gala, batagak kudo-kudo, batagak rumah gadang, gasiang, malamang, juadah dan tulak bala, silek, ulu ambek dan lain sebagainya, direncanakan menjadi bagian dari rangkaian festival di masing-masing nagari.

Baca Juga :  Wali Kota Padang dan Perumda AM Hadirkan Senyum untuk Wasnidar dengan Rumah Baru

“Kalau tidak kita angkat melalui festival, tradisi-tradisi ini akan tenggelam dan hilang dari ingatan. Kita ingin budaya kita dikenal dunia dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambahnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Hendri Satria, selaku panitia pelaksana, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah membangkitkan semangat dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai budaya nagari serta mengembangkan ekonomi kreatif berbasis lokal, menumbuhkan citra dan daya tarik nagari, serta menggali potensi kesenian dan budaya yang ada di nagari.

Sementara itu, Ny. Nita Christanti Azis selaku inisiator dan tim kurator program “100 Festival”, mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya perhatian terhadap budaya lokal yang kaya, namun belum diangkat secara maksimal.

“Budaya Padang Pariaman sangat potensial. Kalau kita hanya diam, siapa lagi yang akan memelihara, dan menjaganya serta mempublikasikannya? Program ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM dan para pengrajin lokal yang memerlukan pembinaan dan perlindungan untuk mempertahankan eksistensinya,” ujarnya.

Program “100 Festival” diharapkan menjadi pemantik semangat pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif yang merata di seluruh nagari di Padang Pariaman.***(Rafdy G)

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni
Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang
Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran
Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa
Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026
Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:06 WIB

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026

Berita Terbaru

Militer/ TNI-POLRI

Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman dan Pendinginan Hotspot di Desa Kayu Raja

Rabu, 26 Agu 2026 - 05:43 WIB