Breaking News: Ada Gorila di Taliabu, Hukum Punya Selera Tidur Siang

- Penulis

Sabtu, 19 Juli 2025 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

La Omy La Tua, Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia. (Dok. Istimewa)


MEDIAINVESTIGASI.NET – Pulau Taliabu dihuni oleh gorila-gorila sakti. Bedanya, gorila yang satu ini bukan bergelantungan di pohon, melainkan bergelimpangan di atas dana miliaran rupiah, sambil tersenyum di hadapan hukum yang entah tertidur atau memang sedang cuti panjang.

Adalah La Omy La Tua, Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), yang kembali menyuarakan hal yang sudah disuarakan sejak dinosaurus punah: “Kenapa tak ada yang ditangkap?”

Ia menyebut, dugaan kuat perampokan Dana Desa dari tahun 2017 hingga 2022 di Kabupaten Pulau Taliabu sudah bukan lagi rahasia umum melainkan rahasia bersama yang dibiarkan membusuk di laci birokrasi.

“Sudah bertahun-tahun, para gorila ini lenggang kangkung. Entah siapa yang beri daun selada,” sindir La Omy sambil menatap kosong ke arah langit.

La Omy juga menyebut ada nama-nama “spesies unggulan” seperti ATK TK alias AG, yang konon menjabat sebagai Kuasa Bendahara sekaligus teller dadakan di BRI Unit Taliabu, profesi rangkap yang tampaknya terlalu sakti untuk disentuh hukum.

Jejak Kaki Gorila ada di dokumen resmi, bukan hanya asumsi, La Omy menunjukkan jejak digital gorila-gorila ini melalui:

LP/39/XI/2017/MALUT/SPKT

Sp. Sidik/23 hingga 23,d/VIII/2022

Berjejer rapi seperti arsip buku tahunan sekolah. Tapi sayang, seperti pepatah modern: “Ada penyidikan, tak ada penindakan.”

Dana Rp 4.010.000.000 dari APBN 2017 yang semestinya mengairi desa-desa, justru mengalir ke kantong-kantong gorila berdasi. Tak heran jika pembangunan di 71 desa hanya menghasilkan plang proyek tanpa proyek.

Menurut La Omy, penegak hukum seakan sedang menjalani program meditasi panjang. Ia dengan tegas meminta Polda Maluku Utara dan Kejati Maluku Utara untuk bangun dari tidur panjang mereka dan bertindak, bukan hanya menatap berkas seperti membaca puisi sedih.

Baca Juga :  PETI di Peranap Kian Merajalela, Tokoh Adat dan Pemerintah Desa Surati Polisi: APH Jangan Lamban!

Bahkan ia meminta KPK untuk turun tangan, karena kalau tidak, bisa-bisa gorila ini naik level jadi Godzilla hukum, yang tak cuma kebal, tapi juga diundang coffee morning tiap Jumat.

“Negara jangan kalah oleh jaringan gorila ini. Kalau aparat tak bisa menindak, beri saja kursi mereka ke satpam kantor desa, barangkali lebih berani,” pungkas La Omy sambil menutup sesi wawancaranya dengan harapan yang dibungkus satire dan ironi.

Jika hukum adalah panglima, semoga panglimanya tidak sedang piknik di Taliabu bersama kawanan gorila.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tirai Gelap di Ruang Sidang PN Cibinong: Ketika Majelis Hakim Menjadi Benteng Pembungkaman Pers*
PWI OKU Timur mengecam keras Pelaku Pemukulan Wartawan di Palembang, Usut tuntas Pelaku
Dugaan Perundungan Siswa Alexandria Islamic School, Kuasa Hukum Ungkap Sejumlah Persoalan
Uang Publik Dipertanyakan, Warga Dadok Tunggul Hitam Tuntut LPJ dan Audit Total
Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian
SOSOK INSPIRATIF DI PALEMBAYAN | PATUT DICONTOH!
DUGAAN PUNGLI BERKEDOK UANG KOMITE DI PALEMBAYAN
Ketika Pikiran Presiden Sulit Dipahami
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Tirai Gelap di Ruang Sidang PN Cibinong: Ketika Majelis Hakim Menjadi Benteng Pembungkaman Pers*

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:03 WIB

PWI OKU Timur mengecam keras Pelaku Pemukulan Wartawan di Palembang, Usut tuntas Pelaku

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Dugaan Perundungan Siswa Alexandria Islamic School, Kuasa Hukum Ungkap Sejumlah Persoalan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Uang Publik Dipertanyakan, Warga Dadok Tunggul Hitam Tuntut LPJ dan Audit Total

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian

Berita Terbaru