Menu

Mode Gelap

Community

Berani Gundul 2026: Rambut Boleh Gugur, Harapan Tidak Pernah Luntur

badge-check


					Acara Beran Gundul 2026 dalam rangka hari kanker anak internasional. (Dok. Media Investigasi) Perbesar

Acara Beran Gundul 2026 dalam rangka hari kanker anak internasional. (Dok. Media Investigasi)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Tawa anak-anak terdengar di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta Selatan, Minggu pagi itu. Di antara mereka, ada yang mengenakan topi, ada pula yang tersenyum tanpa rambut di kepala dalam acara Berani Gundul 2026.

Advokat Tri Adhyaksa, relawan Berani Gundul.

Mereka adalah anak-anak pejuang kanker yang hadir dalam peringatan Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) 2026 bersama Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Hari itu, bukan kesedihan yang mendominasi ruangan, melainkan keberanian dan solidaritas melalui aksi #BeraniGundul2026.

Satu per satu peserta duduk di kursi yang telah disiapkan. Rambut mereka dipotong, sebagian digundul, disambut tepuk tangan dan pelukan. Aksi sederhana itu menjadi simbol kuat, anak-anak penderita kanker tidak berjuang sendirian.

Di balik momen penuh empati tersebut, tersimpan kisah perjuangan panjang yang dijalani banyak keluarga pasien. Tidak sedikit anak yang harus datang dari luar kota untuk menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan seperti RSCM.

Relawan YKAKI, Tri Adiyaksa, menceritakan bahwa dulu ada pasien yang terpaksa tinggal di selasar rumah sakit karena tidak memiliki tempat tinggal selama pengobatan.

“Pengobatan bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Tanpa tempat tinggal yang layak, perjuangan mereka menjadi jauh lebih berat,” ungkapnya, Minggu (15/2/2026).

Dari pengalaman itu, YKAKI menghadirkan Rumah Singgah “Rumah Kita”, tempat aman bagi pasien dan keluarga untuk beristirahat, saling menguatkan, dan menemukan kembali semangat.

Kini rumah singgah tersebut telah hadir di tujuh kota di Indonesia, menjadi tempat pulang sementara bagi ribuan anak yang sedang berjuang melawan kanker. Hingga Desember 2025, tercatat 3.967 anak telah mendapatkan pendampingan melalui fasilitas ini.

Namun perhatian YKAKI tidak berhenti pada pengobatan. Mereka juga berupaya menjaga masa depan anak-anak melalui program pendidikan gratis SEKOLAH-KU, agar anak tetap bisa belajar di tengah proses terapi yang panjang.

Sementara itu, di sudut ruangan acara HKAI, beberapa anak tampak menggambar dan bermain bersama relawan. Senyum mereka menjadi pengingat bahwa di balik perjuangan melawan penyakit serius, mereka tetaplah anak-anak yang ingin bermain, belajar, dan bermimpi.

Aksi BeraniGundul sendiri bukan sekadar kegiatan simbolik. Ia menjadi pengingat bahwa empati bisa diwujudkan melalui tindakan sederhana, sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pentingnya deteksi dini kanker anak dan dukungan psikososial bagi keluarga pasien.

Bagi YKAKI, perjuangan anak-anak ini bukan hanya tentang melawan penyakit, tetapi juga tentang menjaga harapan tetap hidup.

Sebab bagi para pejuang kecil itu, rambut mungkin bisa gugur karena kemoterapi  tetapi harapan untuk sembuh dan masa depan yang cerah tidak boleh pernah hilang

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jagatara DKI Jakarta Santuni Anak Yatim, Tebar Berkah Ramadan dan Perkuat Kepedulian Sosial

8 Maret 2026 - 02:51 WIB

Kepala BPJPH Sidak Swalayan Malam Hari, Produk Halal Jadi Sorotan Ketat

1 Maret 2026 - 22:31 WIB

Harga Bahan Pokok Melonjak, DPP GMNI Nilai Negara Gagal Kendalikan Tata Niaga Pangan

27 Februari 2026 - 16:31 WIB

Trending di Community