Agribisnis Talk Sesi 3 Batch 2. (Dok. Istimewa)
MEDIAINVESTIGASI.NET – Komitmen untuk menciptakan regenerasi pemuda dalam sektor pertanian diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Asosiasi Agribisnis Indonesia (AAI), Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture (PISAgro), dan Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (UNHAS). Kolaborasi ini tertuang dalam kegiatan Agribisnis Talk Sesi 3 Batch 2 yang diselenggarakan pada Sabtu 24 Mei 2025 di Gedung Pertemuan Ilmiah Fakultas Vokasi, Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.
Acara ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antara dunia pendidikan dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), khususnya untuk mahasiswa program studi D-IV Agribisnis Pangan. Kegiatan ini juga mengusung misi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
Hadir sebagai narasumber utama dari pihak industri adalah PT Mars Symbioscience Indonesia, perusahaan multinasional yang bergerak di sektor kakao. Konsultan Kakao Indonesia, Danang Ariawan, hadir langsung dari kantor pusat perusahaan untuk membagikan wawasan tentang strategi kemitraan dan peluang agripreneur di sektor UMKM kakao, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.
“PT Mars melihat potensi besar pengembangan kakao berkelanjutan melalui kolaborasi dengan akademisi dan pelaku usaha lokal. Kami ingin mendorong lahirnya agripreneur muda yang siap menjawab tantangan sektor pertanian masa depan,” ujar Danang.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas Vokasi, Dr. Agustina Abdullah, yang juga merupakan anggota aktif AAI. Dalam sambutannya, Ketua AAI Sulsel-Bar, Prof. Arsyad, membuka kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya sinergi AAI dan PISAgro dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Ketua Program Studi D-IV Agribisnis Pangan Soppeng, Pipi Diansari, Ph.D., bertindak sebagai moderator dalam diskusi yang berlangsung interaktif tersebut. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam praktik lapangan dan program magang yang berkaitan dengan pertanian berkelanjutan.
Dosen Prodi Agribisnis Pangan, Syastiawan, menyampaikan bahwa meskipun persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu singkat, antusiasme mahasiswa sangat tinggi. “Alhamdulillah, berkat dukungan pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Kami merasa terhormat karena narasumber dari PT Mars bersedia hadir langsung ke Makassar hanya untuk agenda ini,” ujarnya.
Kegiatan ‘Agribisnis Talk’ dilaksanakan secara hybrid, dengan sekitar 150 peserta hadir secara luring di lokasi acara dan lebih dari 200 peserta mengikuti secara daring dari berbagai daerah.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri dalam mencetak generasi muda pertanian yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan global.***(Tariqullah)
Editor: Shendy Marwan













