Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

- Penulis

Jumat, 6 November 2026 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah dan Kolaborasi Provinsi–Kabupaten/Kota di Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. (Dok. Istimewa)

Rapat Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah dan Kolaborasi Provinsi–Kabupaten/Kota di Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. (Dok. Istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Kementerian Dalam Negeri mendorong penguatan sinergi dan koordinasi perencanaan pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Utara.

Dorongan ini disampaikan Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) I Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Heriyandi Roni, pada Rapat Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah dan Kolaborasi Provinsi–Kabupaten/Kota di Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (4/11).

Rapat dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Utara, Sapi’i, dilanjutkan sambutan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulungan, Risdianto, pemaparan materi dari narasumber Kemendagri, serta ditutup dengan kunjungan lapangan ke PT Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIPI).

Pada sambutannya, Sekda Kabupaten Bulungan, Risdianto, menyoroti tantangan pemerintah daerah dalam menyelaraskan perencanaan pembangunan, investasi, dan keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, Bulungan merupakan contoh wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang didukung industrialisasi, investasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun tetap perlu memastikan pencapaian indikator kinerja serta keseimbangan ekologis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bulungan pada Triwulan II 2026 mencapai 10,62 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Pertumbuhan sektor sekunder disebut lebih tinggi dibandingkan sektor primer dan tersier, yang menunjukkan berlangsungnya proses hilirisasi. Sektor jasa dan perdagangan juga berkembang dalam struktur ekonomi daerah.

Risdianto menambahkan, investasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kalimantan Utara disebut sebagai salah satu penyumbang pertumbuhan, dengan salah satu fasilitas produksinya ditargetkan menghasilkan sekitar 500.000 ton aluminium per tahun. Investasi tersebut telah menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja di Kabupaten Bulungan.

Selain investasi, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan UMKM sebagai bagian dari strategi ekonomi. Aktivitas UMKM di kawasan tepian disebut ramai, terutama sejak sore hingga malam hari, dan menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Rampas Ponsel dan Paksa Korban ke Penginapan, Nelayan Asal Madina Ditangkap Polisi

Sementara itu, Direktur SUPD I Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Heriyandi Roni, menyampaikan bahwa ekonomi hijau merupakan bagian dari transformasi ekonomi Indonesia melalui pembangunan rendah karbon dan penguatan ketahanan iklim.

“Di daerah, penerapannya dapat dilakukan melalui penggunaan kendaraan listrik, efisiensi energi gedung pemerintahan, serta perbaikan tata kelola persampahan untuk mengurangi emisi gas metana,” jelas Heriyandi.

Upaya pengurangan emisi tersebut, lanjutnya, juga berpotensi memberikan insentif dan peluang perdagangan karbon, dengan dukungan pendanaan lingkungan hidup melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah perlu mengintegrasikan program ekonomi hijau ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran, mengidentifikasi kegiatan prioritas seperti efisiensi energi dan pengelolaan sampah, serta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan program pengurangan emisi karbon dan penjajakan peluang pendanaan lingkungan hidup.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Fasilitasi Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Umum Kemendagri menjelaskan bahwa alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp725,48 triliun merupakan instrumen pendanaan untuk mendukung pembangunan daerah serta percepatan pertumbuhan ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Ia menegaskan, pemanfaatan TKD diarahkan pada penerapan penganggaran berbasis kinerja yang berpedoman pada prioritas pembangunan daerah dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan target pelayanan publik, dengan mengedepankan efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke PT KIPI. Para peserta meninjau pengelolaan kawasan industri dan kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta upaya pengendalian dampak lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerak Cepat Satgas TMMD Inhil: Dansatgas Beberkan Capaian 5 RTLH dan Semenisasi Jalan di Depan Tim Wasev
Senyum Warga Kuala Lemang Sambut Kehadiran Tim Wasev dan Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil
TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Resmi Dievaluasi, Wasev Tinjau Langsung Progres Sasaran Fisik di Keritang
Sorotan Jalan Menuju TPU Desa Nggele Penuh Sampah, Ketua Investigasi Nasional LPK‑GPI La Omy La Tua Desak Pemkab‑Pemdes Bertindak Cepat
Prof. Zudan Apresiasi Progres ATR/BPN: Selangkah Menuju Instansi ke-361 Terapkan Manajemen Talenta
Aziz Yanuar Desak Bersih-Bersih Polri, Penangkapan Sigit Harus Jadi Momentum Ungkap Tragedi KM 50
Hampir Rampung! Semenisasi Jalan TMMD Ke-130 di Desa Kuala Lemang Tembus 950 Meter
Sambut Kedatangan Tim Wasev TMMD Ke-130, Dansatgas Kodim 0314/Inhil Bersama Pemkab Inhil Perkuat Sinergitas
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:06 WIB

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

Jumat, 6 November 2026 - 12:58 WIB

Gerak Cepat Satgas TMMD Inhil: Dansatgas Beberkan Capaian 5 RTLH dan Semenisasi Jalan di Depan Tim Wasev

Jumat, 6 November 2026 - 12:44 WIB

Senyum Warga Kuala Lemang Sambut Kehadiran Tim Wasev dan Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil

Jumat, 6 November 2026 - 12:26 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Resmi Dievaluasi, Wasev Tinjau Langsung Progres Sasaran Fisik di Keritang

Kamis, 5 November 2026 - 22:00 WIB

Sorotan Jalan Menuju TPU Desa Nggele Penuh Sampah, Ketua Investigasi Nasional LPK‑GPI La Omy La Tua Desak Pemkab‑Pemdes Bertindak Cepat

Berita Terbaru