Habib Alwi Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Dinilai Bawa Angin Segar Perubahan di Tubuh Polri
JAKARTA. Mediainvestigasi.net – Kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mendapat apresiasi dari kalangan ulama. Salah satunya datang dari Habib Alwi bin Muhammad Al Attas, pimpinan Majelis Al Munawir Kota Bekasi, yang menilai kepemimpinan Kapolri baru membawa harapan dan angin segar bagi perubahan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Habib Alwi menilai, pendekatan yang mengedepankan kedekatan antara Polri, masyarakat, dan ulama merupakan langkah positif dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Menurutnya, Polri tidak hanya dituntut tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga harus mengedepankan pendekatan humanis, keterbukaan, serta kesediaan mendengarkan aspirasi masyarakat.
Ia juga memberikan perhatian terhadap semangat kepemimpinan Kapolri yang mengusung visi Polri Bersama Masyarakat. Menurut Habib Alwi, sinergi antara kepolisian dan ulama merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan, ketertiban, serta membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
Silaturahmi Kapolri dengan Ulama Jadi Sinyal Positif
Habib Alwi turut mengapresiasi langkah Kapolri dalam membangun komunikasi dan silaturahmi dengan para ulama serta tokoh agama.
Kehadiran ulama dari Hadramaut, Yaman, yang didampingi Habib Alwi bin Muhammad Al Attas dari Kota Bekasi dan Habib Nabil Al Habsyi dari Tapos, Bogor, disebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan kalangan ulama.
Selain itu, langkah Kapolri menjalin silaturahmi dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama dan lembaga keagamaan juga dinilai sebagai bentuk keterbukaan dalam membangun sinergi antara umara dan ulama.

Bagi Habib Alwi, hubungan harmonis antara Polri dan ulama harus terus dijaga. Sebab, ulama memiliki peran strategis dalam memberikan nasihat, membangun moral masyarakat, serta membantu menjaga kondusivitas kehidupan sosial, saat Kunjungan di masjid mabes polri (14/20).
Respons Cepat terhadap Aspirasi Masyarakat
Apresiasi Habib Alwi juga berkaitan dengan respons Kapolri terhadap berbagai kritik dan aspirasi masyarakat, termasuk polemik penanganan penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dalam perkembangan kasus tersebut, Kapolri mengambil langkah pergantian Kapolres Sukoharjo AKBP Andhika Dharma Sena. Selain itu, tiga personel lainnya turut dinonaktifkan untuk menjalani pemeriksaan oleh Divisi Propam Polri terkait dugaan pelanggaran prosedur dalam penanganan perkara tersebut.
Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa setiap tindakan aparat kepolisian harus tetap berada dalam koridor hukum, profesionalitas, dan standar operasional prosedur (SOP).
Habib Alwi memandang, kesediaan pimpinan Polri mendengarkan kritik dan mengambil langkah evaluasi merupakan hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Kepercayaan Publik Harus Dijawab dengan Pembenahan
Menurut Habib Alwi, berbagai masukan dan pengaduan masyarakat yang disampaikan melalui DPR RI, tokoh agama, PBNU, MUI, ulama, serta para habaib harus menjadi perhatian serius bagi jajaran kepolisian.
Ia menilai, kepercayaan masyarakat terhadap Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merupakan amanah besar yang harus dijawab melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan.
Sinergi Polri bersama masyarakat dan ulama diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui pelayanan publik yang adil, penegakan hukum tanpa diskriminasi, serta perlindungan terhadap seluruh lapisan masyarakat.
Habib Alwi berharap kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mampu membawa perubahan positif dan memperkuat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat.
Dengan demikian, Polri dapat semakin dipercaya sebagai institusi negara yang hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan.
(Redaksi)
Penulis : Dion
Editor : Redaksi
Sumber Berita: H.Barkat







