Dirjen Bina Bangda Ungkap 3 Kunci Utama agar Inovasi Daerah Berdampak Berkelanjutan

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Bina Bangda Restuady Daud (tengah) saat menjadi pembicara sesi panel talks. (Dok. Bina Bangda/ Kemendagri)

Dirjen Bina Bangda Restuady Daud (tengah) saat menjadi pembicara sesi panel talks. (Dok. Bina Bangda/ Kemendagri)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bina Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Restuardy Daud, menekankan pentingnya inovasi daerah yang berdampak jangka panjang dan tidak sekadar menjadi proyek musiman.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam sesi panel talks pada acara Loka Citra Fest yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Ia menyebutkan, ada tiga hal krusial yang harus dipenuhi agar setiap terobosan di daerah mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus memberikan dampak berkelanjutan bagi tata kelola pemerintahan.

“Hal penting adalah bagaimana inovasi ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat, masuk ke dalam sistem pembangunan daerah, dan mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi serta sosial secara berkelanjutan,” ujar Restuardy.

Solusi Lokal untuk Masalah Lokal

Pada poin pertama, Restuardy menjelaskan bahwa inovasi yang transformatif wajib memiliki relevansi tinggi dengan karakteristik serta persoalan spesifik di wilayah tersebut.

Sebagai contoh, ia mengapresiasi inovasi ‘Sipakatau‘ dari Kabupaten Maros yang berfokus pada akselerasi pencegahan dan penanganan tuberkulosis (TB) berbasis komunitas.

Terobosan ini tidak hanya menyentuh sisi medis, tetapi juga aktif melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat luas demi memastikan penderita TB disiplin menjalani pengobatan jangka panjang.

Mengubah Potensi Menjadi Aset Pembangunan

Poin kedua yang menjadi sorotan adalah kemampuan daerah dalam menerjemahkan potensi lokal menjadi penggerak ekonomi baru.

Dalam hal ini, Restuardy mencontohkan kesuksesan platform digital *’Apik’* (Ayo Piknik di Klaten) yang dikembangkan oleh Pemkab Klaten.

Platform tersebut dinilai sukses mengintegrasikan informasi pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, hingga agenda daerah ke dalam satu ekosistem digital yang ramah bagi wisatawan.

Masuk ke Sistem Perencanaan Formal

Terakhir, Restuardy mengingatkan agar inovasi di daerah tidak berhenti sebagai inisiatif perorangan atau sekadar proyek percontohan (*pilot project*). Berdasarkan pengalaman, banyak inovasi yang awalnya sukses justru mangkrak saat terjadi pergantian kepemimpinan atau ketika terbentur keterbatasan anggaran.

Baca Juga :  Kemendagri Kawal Kesiapan Lombok Timur Menuju Implementasi Program LSDP

“Karena itu, inovasi ini perlu diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan RKPD,” tegasnya.

Ia optimistis, dengan memasukkan inovasi ke dalam sistem perencanaan formal yang didukung kolaborasi lintas sektor, kelembagaan yang jelas, serta pembiayaan yang berkelanjutan, setiap terobosan akan menjadi bagian permanen dari tata kelola pembangunan daerah, bukan sekadar proyek berumur pendek.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi II DPR RI-Kemendagri Perkuat Sertifikasi Gratis dan Tata Kelola Sampah
PT. Taliabu Rimba Raya Mengelar Rapat Degan Pihak Kementrian DLH Dan Sejumlah Tokoh Pulau Taliabu Melalui Zoom Meting Berkaitan Kelengkapan izin Dokumen Andal dan RKL-RPL
Kemendagri Siapkan Platform Data Terintegrasi untuk Perkuat Penanganan Banjir
Kemendagri Matangkan Perubahan Permendagri 86/2017
Bukan Sekadar Wacana, Ini Bukti Nyata Kemendagri Perkuat Layanan Sampah
Ditjen Bina Bangda Salurkan 150 Set Tempat Sampah untuk Mendukung Pengelolaan Sampah di Kabupaten Bandung
Rindekraf Jadi Pedoman Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah
Kemendagri Ingatkan ASN: Jangan Terjebak Pola Kerja Rutin di Era AI
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Komisi II DPR RI-Kemendagri Perkuat Sertifikasi Gratis dan Tata Kelola Sampah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

PT. Taliabu Rimba Raya Mengelar Rapat Degan Pihak Kementrian DLH Dan Sejumlah Tokoh Pulau Taliabu Melalui Zoom Meting Berkaitan Kelengkapan izin Dokumen Andal dan RKL-RPL

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Kemendagri Siapkan Platform Data Terintegrasi untuk Perkuat Penanganan Banjir

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Kemendagri Matangkan Perubahan Permendagri 86/2017

Jumat, 2 Oktober 2026 - 05:02 WIB

Bukan Sekadar Wacana, Ini Bukti Nyata Kemendagri Perkuat Layanan Sampah

Berita Terbaru