Mengetuk Pintu Langit: Kisah Rusdi Asmi, Pemuda Disabilitas yang Berjuang di Tengah Senyapnya Kepedulian

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengetuk Pintu Langit: Kisah Rusdi Asmi, Pemuda Disabilitas yang Berjuang di Tengah Senyapnya Kepedulian

Solok Selatan –Mediainvestigasi.net– Di sebuah sudut terpencil di Solok Selatan, Sumatera Barat, hiduplah seorang pemuda bernama Rusdi Asmi. Di usianya yang menginjak 28 tahun, usia di mana pemuda lain sedang giat-giatnya membangun masa depan, Rusdi justru harus bergelut dengan keterbatasan fisik yang dibawanya sejak lahir. Ia adalah seorang penyandang disabilitas yang kini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Nasib malang seolah enggan beranjak dari hidupnya. Rusdi adalah seorang yatim. Satu-satunya sandaran hidup yang ia miliki adalah ibunya yang kini sudah lanjut usia. Tragisnya, sang ibu yang dulu menjadi tulang punggung dengan bekerja serabutan di sawah orang lain, kini sudah tidak berdaya karena faktor usia dan sakit-sakitan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jeritan di Tengah Kesunyian

Saat ditanya mengenai bantuan yang pernah diterima, jawaban Rusdi sangat menyayat hati. “Siapa yang bantu Pak Rusdi selama ini? Tidak ada yang bantu kami, Pak. Ibu saya dulu kerja di sawah orang, sekarang sudah tua tidak bisa kerja lagi. Tolonglah, Pak…” Demikian percakapan WhatsApp singkat antara Rusdi dengan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, Selasa, 12 Mei 2026.

Kalimat singkat ini adalah tamparan bagi kita semua. Bagaimana mungkin di negeri yang mengagungkan nilai kemanusiaan dan gotong-royong, masih ada warga negara yang “terlupakan” oleh sistem jaminan sosial dan luput dari pandangan mata mereka yang berpunya?

Panggilan untuk Pemerintah dan Para Pemilik Modal

Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 dengan tegas menyatakan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.” Kasus Rusdi Asmi adalah ujian nyata bagi implementasi pasal tersebut.

Baca Juga :  Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Tabur Bunga Jelang HUT RI Ke - 81 Tahun 2026

Kepada Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan Dinas Sosial, Rusdi Asmi membutuhkan lebih dari sekadar simpati. Ia membutuhkan kepastian jaminan kesehatan, bantuan pangan rutin, dan aksesibilitas sebagai penyandang disabilitas.

Kepada Para Pemilik Usaha dan Dermawan, ingatlah bahwa keuntungan yang kita raih setiap hari tidak akan berkurang sedikit pun jika dialokasikan untuk menyambung nyawa seorang pemuda disabilitas dan ibunya yang sedang sakit. Ini bukan sekadar donasi, ini adalah investasi kemanusiaan.

Kehormatan Sebuah Bangsa

Filsuf Immanuel Kant pernah mengajarkan bahwa martabat manusia adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya. Ketika kita membiarkan seorang penyandang disabilitas kelaparan karena tidak mampu bekerja, kita sebenarnya sedang membiarkan martabat kemanusiaan bangsa kita runtuh.

Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI, sering menekankan bahwa rakyat adalah pemilik sah negeri ini. Pemerintah hanyalah pelayan yang digaji oleh rakyat untuk memastikan tidak ada satu pun warga, terutama mereka yang paling lemah, yang ditinggalkan (No one left behind). Jika aparatur negara menutup mata terhadap kondisi Rusdi, maka mereka telah berkhianat pada mandat rakyat.

Mari Bergerak sebelum Terlambat

Rusdi Asmi tidak meminta kemewahan. Ia hanya meminta haknya untuk bertahan hidup dengan layak bersama ibu tercintanya. Kita tidak butuh menunggu kebijakan besar untuk membantunya; yang kita butuhkan adalah nurani yang masih berfungsi.

Bagi siapa pun yang memiliki akses kekuasaan atau kelebihan rezeki, mari kita ulurkan tangan. Rusdi Asmi adalah saudara kita. Penderitaannya adalah duka kita bersama.

Data dan keterangan dasar tentang yang bersangkutan antara lain nama: Rusdi Asmi, usia: 28 tahun, alamat: (Sesuai KTP: Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat), dan kondisi fisik: disabilitas sejak lahir, yatim, ibunya lansia dan sakit-sakitan. Bagi yang ingin mengetahui kisah Rusdi Asmi ini, silahkan hubungi Sekreariat PPWI Nasional melalui nomor kontak 081371549165 (Shony).

Baca Juga :  Edi Purwanto: Fotografer Wedding yang Menggabungkan Kreativitas dan Passion dalam Travelling

Mari kita suarakan kisah ini hingga sampai ke telinga mereka yang mampu mengubah keadaan. Jangan biarkan Rusdi Asmi berjuang sendirian dalam kegelapan. (TIM/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Soppeng Tinjau Lokasi Sumur Bor untuk Bantu Warga Hadapi Kekeringan
WNI Asal Inhil Koma di Singapura. KBRI Klaim Sudah Berkoordinasi, Keluarga Menunggu Bukti
Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta
Malam Berganti Pagi di Tengah Asap, Kapolres Inhil Pimpin Perjuangan 9 Hari Menjaga Bumi Inhil dari Bara
Kemenag Inhil Gelar Maulid Nabi dan Perpisahan Kepala Kemenag di Hotel Top 5, Publik Pertanyakan Sumber Anggaran
Kabel Semrawut Masih Menggantung, Jawaban PLN Dipertanyakan
Bupati Tapanuli Tengah Launching Penyaluran Bantuan Pangan 1.394,7 ton Beras Alokasi Juli–September 2026
Usai Pimpin Apel, Kapolres Soppeng Periksa Sikap Tampang Personel
Berita ini 35 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:23 WIB

Kapolres Soppeng Tinjau Lokasi Sumur Bor untuk Bantu Warga Hadapi Kekeringan

Selasa, 1 September 2026 - 10:25 WIB

WNI Asal Inhil Koma di Singapura. KBRI Klaim Sudah Berkoordinasi, Keluarga Menunggu Bukti

Selasa, 1 September 2026 - 10:08 WIB

Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Malam Berganti Pagi di Tengah Asap, Kapolres Inhil Pimpin Perjuangan 9 Hari Menjaga Bumi Inhil dari Bara

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Kemenag Inhil Gelar Maulid Nabi dan Perpisahan Kepala Kemenag di Hotel Top 5, Publik Pertanyakan Sumber Anggaran

Berita Terbaru