Bukittinggi Perkuat Satgas, Wanda Leksmana Serukan Perlawanan Total terhadap Eksploitasi Anak

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Wanda Leksmana Serukan Perlawanan Total terhadap Eksploitasi Anak (Dok, Mediainvestigasi.net/Rafika) 

 

BUKITTINGGI, MEDIAINVESTIGASI.NET — Komitmen Kota Bukittinggi dalam melindungi generasi muda kembali ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Pekerjaan Terburuk untuk Anak yang digelar Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi di Hotel Dymens, Senin (8/12). Acara ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh unsur masyarakat dalam mencegah dan melawan segala bentuk eksploitasi terhadap anak.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt. Kepala Dinas P3APPKB, Robby Novaldi, membuka kegiatan dengan menyoroti semakin kompleksnya ancaman terhadap anak, baik di dunia nyata maupun digital. Ia mengajak semua pihak untuk aktif menjaga lingkungan yang aman bagi anak.

“Anak adalah investasi peradaban. Jika kita lengah, masa depan mereka bisa hilang dalam sekejap. Semua unsur—kelurahan, keluarga, sekolah, tokoh masyarakat—harus berdiri di barisan yang sama,” ujar Robby.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris P3APPKB Safrizal, S.Ag., M.H, Kabid Perlindungan Anak Jayatri, serta peserta dari Satgas Kelurahan, Forum Anak, PKK, Puspaga, dan sejumlah tokoh masyarakat.

 

Wanda Leksmana: “Jangan Biarkan Anak Bertarung Sendirian”

Sesi utama menghadirkan narasumber sekaligus Ketua Yayasan Ruang Anak Dunia (Ruandu) Sumbar, Wanda Leksamana, S.H., M.H. Dikenal sebagai aktivis perlindungan anak yang vokal, Wanda menegaskan bahwa ancaman eksploitasi anak kini semakin tersembunyi dan kerap berasal dari ruang digital.

“Anak-anak kita hidup di dunia yang semakin tidak ramah. Jangan biarkan mereka bertarung sendirian. Orang dewasa harus hadir, melindungi, dan menciptakan ruang aman untuk mereka tumbuh,” tegas Wanda.

Menurutnya, pekerjaan terburuk bagi anak tidak hanya berupa kerja fisik yang membahayakan, tetapi juga bentuk eksploitasi ekonomi digital, konten tidak pantas, hingga jeratan online yang sering kali tidak disadari oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Pastikan Nataru Kondusif, Polres Soppeng Siagakan Personel Gabungan di Pos Pam Cabenge

 

Satgas Kelurahan Jadi Garda Terdepan Perlindungan Anak

Wanda memberi penekanan khusus pada peran Satgas Perlindungan Anak di tingkat kelurahan. Menurutnya, satgas adalah aktor penting dalam pemetaan risiko, deteksi dini, serta koordinasi cepat ketika ditemukan indikasi eksploitasi.

“Satgas adalah mata, telinga, dan tangan penyelamat anak. Jika satgas kuat, anak selamat. Jika satgas ragu, anak bisa jatuh pada lingkaran eksploitasi,” ujarnya.

Ia mendorong agar seluruh satgas diperkuat secara kompetensi, respons, dan jejaring lintas sektor.

 

Bukittinggi Mantapkan Langkah sebagai Kota Layak Anak

Melalui kegiatan ini, Dinas P3APPKB Bukittinggi berupaya memperkuat ekosistem perlindungan anak dari tingkat kota hingga ke RT/RW, termasuk edukasi publik, respons cepat kasus, serta peningkatan koordinasi dengan berbagai lembaga dan komunitas.

Sosialisasi ini diharapkan menjadi pemantik gerakan masif untuk memastikan tidak ada satu pun anak Bukittinggi yang harus mengorbankan masa kecilnya demi pekerjaan berbahaya atau bentuk eksploitasi lainnya. (Rafika)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apel Perdana Kapolres Sibolga, AKBP Budi Prasetyo Tekankan Disiplin dan Pelayanan Humanis
Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Pinangsori, Enam Paket Barang Bukti Diamankan
Sat Binmas Polres Soppeng Edukasi Santri, Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini.
Siswa MAN 1 Inhil Raih Gelar Duta Anak Kabupaten Indragiri Hilir 2026, Kepala Madrasah Berikan Apresiasi Tinggi
Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri
Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”
Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima
SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026
Berita ini 37 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:01 WIB

Apel Perdana Kapolres Sibolga, AKBP Budi Prasetyo Tekankan Disiplin dan Pelayanan Humanis

Senin, 21 September 2026 - 12:57 WIB

Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Pinangsori, Enam Paket Barang Bukti Diamankan

Senin, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Sat Binmas Polres Soppeng Edukasi Santri, Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini.

Senin, 21 September 2026 - 09:31 WIB

Siswa MAN 1 Inhil Raih Gelar Duta Anak Kabupaten Indragiri Hilir 2026, Kepala Madrasah Berikan Apresiasi Tinggi

Minggu, 20 September 2026 - 20:10 WIB

Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”

Berita Terbaru