Intensitas Hujan yang Tinggi Sebabkan Banjir dan Longsor di Padang Pariaman, Bupati JKA berharap bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Intensitas Hujan yang Tinggi Sebabkan Banjir dan Longsor di Padang Pariaman, Bupati JKA berharap bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

 

 

Padang Pariaman, —Mediainvestigasi.net.- Kabupaten Padang Pariaman dilanda bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem sejak Sabtu, 22 November 2025 pukul 08.00 WIB hingga Minggu, 23 November 2025. Bencana ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus, sehingga menyebabkan sejumlah sungai besar seperti Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Tapakih, dan Batang Kamumuan.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), turun langsung meninjau sejumlah titik yang terdampak parah. Peninjauan dimulai dari lokasi jalan amblas di ruas Padang Baru–Kampung Bonai, dilanjutkan ke Kampung Galapuang yang digunakan sebagai lokasi pengungsian masyarakat terdampak banjir di hampir seluruh nagari di Kecamatan Ulakan Tapakis.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Korong Surantiah, Nagari Lubuak Aluang, serta Nagari Kasang yang juga mengalami dampak banjir cukup parah. Bupati berencana melanjutkan peninjauan ke beberapa kecamatan lainnya.

Dalam keterangannya, Bupati JKA menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah mengaktifkan pelayanan tanggap darurat melalui kolaborasi pentahelix. Pemerintah daerah bergerak cepat di bawah koordinasi Sekretaris Daerah bersama BPBD, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya untuk melakukan penanganan di lapangan.

Sebelumnya, BPBD bersama Satgas TRC PB telah melakukan bantuan kepada warga terdampak, sekaligus melakukan penilaian dan pendataan kerusakan. Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan logistik darurat berupa nasi bungkus kepada para pengungsi serta pembangunan dapur umum bersama Dinas Sosial P3A dan pemerintah nagari untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Bupati JKA menegaskan bahwa dampak bencana ini tidak dapat ditangani sendiri oleh pemerintah daerah. Menurutnya, Padang Pariaman sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat, terutama dalam hal normalisasi sungai.

Baca Juga :  *Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-79 Tahun 2025, Polres Sibolga Bersihkan Gereja*

“Kami mohon kepada pemerintah pusat, khususnya Balai Wilayah Sungai (BWS), untuk segera melakukan normalisasi Sungai Batang Ulakan. Saat ini ada tiga kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian udara mencapai sekitar 80 sentimeter,” ungkap JKA

Ia juga menyampaikan bahwa banjir telah merusak lahan pertanian dan sektor ekonomi masyarakat. Sawah dan tanaman jagung yang baru ditanam hancur, sejumlah ternak dilaporkan hayut dan belum ditemukan, serta tambak udang dan ikan mengalami kerusakan berat.

“Dengan kemampuan APBD kami, kami tidak mampu memperbaiki seluruh infrastruktur yang rusak. Oleh karena itu, kami sangat berharap bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” tambahnya.

Hingga saat ini, tercatat 10 hingga 11 kecamatan terdampak bencana banjir. Beberapa titik terparah berada di kawasan Perumahan Kasai Permai, Korong Surantiah, Ulakan, Kampung Dalam, Batang Gasan, dan sejumlah wilayah lainnya.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah mengadakan rapat koordinasi dan tengah menyiapkan pengajuan status tanggap darurat ke BNPB guna mempercepat penanganan bencana.

Menurut data pertukaran per Minggu, 23 November 2025, pukul 17.00 WIB, total 11 Kecamatan dan 15 Nagari terdampak bencana ini.

Bencana ini menyebabkan dampak signifikan terhadap masyarakat dan infrastruktur:

* Warga Terdampak: 438 KK.

* Rumah Terdampak: 438 Unit rumah terendam, dengan rata-rata ketinggian banjir udara berkisar antara 30 – 100 Cm. Dua (2) unit rumah mengalami kerusakan.

* Lahan Pertanian: 93 Ha lahan pertanian terendam.

* Infrastruktur Rusak:

Dua (2) unit jalan rusak, termasuk putusnya jalan depan RSUD Padang Pariaman menuju Polres Padang Pariaman.

Dua (2) unit jembatan rusak.

Satu (1) fasilitas pendidikan, SDN 10 Batang Gasan, rusak akibat tanah longsor.

Tanah Longsor: Terdapat 5 titik longsor yang menimbun badan jalan, termasuk di Nagari Anduriang dan Nagari Sikucua Barat.

Baca Juga :  Dandim 0314/Inhil Pimpin Peletakan Batu Pertama Gerai dan Pergudangan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih

Sementara Kerugian Material: Taksiran kerugian masih dalam pendataan.***

 

Editor ; Rafdy Guci

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas
Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang
Kawal Mutu Pembangunan TMMD ke-130: Pengujian Sampel Silinder Beton Pengecoran Jalan Desa Kuala Lemang
Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
Ketua Investigasi LPK GPI Tegas Minta Hentikan Tambang Pasir Ilegal Air Beringin Jaya  Meluap Merusak Ruas Jalan Pemilik Tambang Di Tegur Malah Melotot
‎Pastikan Manfaat Pembangunan Merata, Padang Pariaman Perkuat Pengarusutamaan Gender
Tunjang Perekonomian Masyarakat, Pemkab Padang Pariaman Salurkan 50.000 Benih Ikan di Tujuh Nagari
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Kawal Mutu Pembangunan TMMD ke-130: Pengujian Sampel Silinder Beton Pengecoran Jalan Desa Kuala Lemang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa

Berita Terbaru