Taliabu Maluku Utara,Investigasi.net, Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu telah menyelenggarakan kegiatan Pengukuran dan Publikasi Stunting berlangsung di Balai Desa Kilong, Kecamatan Taliabu Barat Selasa 27 Desember 2022 – 14:57, sore tadi.
Dimana kegiatan tersebut di hadiri oleh :
1). M. Syukur Boeroe (Asisten 1 Setda Pulau Taliabu).
2). Ma’ruf (Asisten 2 Setda Pulau Taliabu).
3. Gama Azhar., S. Pd. (Kepala Dinas P2KB Kabupaten Pulau Taliabu).
4). H. La Karidu Hamura.,S.Pd (Kepala Dinas Litbang Kabupaten Pulau Taliabu).
5). Silfester S. Wandan. S. Hut (Sekertaris Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu).
6). La Wani.,S.Pd (Kasad Sat Pol PP Kabupaten Pulau Taliabu).
7). La Ode Alwian.,S.Pd (Kabag Kesra Kabupaten Pulau Taliabu).
8). Kamarudin La Utu.,ST.,M.S.P (Kabid Sarana Prasarana Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu
9). Hasanudin Djamarudin., Staf Prawisata
10). Iswadi Muhdar., S.Pd.I (Kepala Desa Loho Bubba Kecamatan Taliabu Barat)
11). Dr. Desmansyah.,S.Pa.,M.Kes (Dokter RSUD Babong Pulau Taliabu).
Dalam sambutan Bupati Kabupaten Pulau Taliabu H. Aliong Mus,.ST., yang disampaikan langsung oleh Asisten II, Maruf, pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita semua dapat hadir dalam kegiatan Pengukuran dan Publikasi Stunting Tahun 2022.
Saat ini satu dari tiga balita Indonesia mengalami stunting hal itu nampak Pada Kegiatan Pengukuran Dan Publikasi Stunting Dalam Penanganan Stunting di Daerah Kabupaten Pulau Taliabu.
Saya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, dan mengundang saya untuk membuka, sekaligus memberikan
sambutan pada kegiatan hari ini.
Hadirin yang berbahagia, saat ini, satu dari tiga balita Indonesia mengalami stunting. Persoalan ini bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita karena anak-anak itu adalah generasi penerus.
Mereka lah masa depan kita. Bagaimana kita bisa mencapai visi Indonesia Emas Tahun 2045 kalau modal dasarnya, yaitu anak-anak bangsa, mengalami stunting, terganggu perkembangan kognitif dan
kesehatannya.
Untuk itu, saya ingin kembali menekankan bahwa Pemerintah
Kabupaten Pulau Taliabu sangat serius mengupayakan penurunan stunting.
Bupati Pulau Taliabu telah menandatangani Peraturan Bupati No. 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Pulau Taliabu. Substansinya mengadopsi Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018-2024 dan Perpres 72 Tahun 2021.
Peraturan Bupati ini memberikan dasar hukum untuk melakukan penguatan kerangka substansi, intervensi, pendanaan, serta pemantauan dan evaluasi yang diperlukan dalam berbagai upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pulau Taliabu.
Hadirin yang berbahagia, percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat dari kita semua.
Tidak hanya komitmen di tingkat Kabupaten, upaya advokasi komitmen
pemerintah kecamatan sampai pemerintah desa juga harus optimal.
Pengukuran dan publikasi stunting adalah salah satu dari 8 aksi konvergensi stunting yang dilaksanakan oleh Pemerintah
Kabupaten Pulau Taliabu.
Pengukuran dan publikasi stunting adalah upaya untuk memperolah data prevalensi stunting terkini pada skala
layanan puskesmas, kecamatan dan desa.
Hasil pengukuran tinggi badan anak dibawah lima tahun serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam Gerakan pencegahan dan penurunan stunting.
Tata cara pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita
tetap berpedoman pada regulasi Kementerian Kesehatan atau
kebijakan lainnya yang berlaku.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu sebagai penanggung jawab kegiatan ini, telah melakukan pengukuran status gizi terutama stunting pada balita.
Kegiatan pengukuran Panjang
badan atau tinggi badan dikoordinasikan oleh dinas Kesehatan.
Data pengukuran tinggi badan balita diinput dalam aplikasi elektronik
pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM) yang dientry oleh petugas gizi dibantu oleh tim entry di Kabupaten,
Apabila ada data yang bermasalah dikonfirmasi dan divalidasi oleh
petugas gizi di dinas Kesehatan.
Selain data status gizi balita juga
diinput data Riwayat Tindakan terhadap balita yang bermasalah gizi,
kemudian di analisa faktor-faktor determinan penyebab masalah gizi
untuk diintervensi sesuai penyebabnya.
Dalam pengukuran tahap 1 dan tahap 2 di 71 Desa terdapat perbedaan dimana ada desa mengalami kenaikan kasus di tahap 2 dan ada juga mengalami penurunan kasus di pengukuran tahap 2, namun tetap diwaspadai karena data E-PPGBM bersifat dinamis.
Informasi hasil pengukuran status gizi balita diharapkan akan meningkatkan komitmen dan kerja sama antar organisasi perangkat daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting di kabupaten pulau taliabu.
Kolaborasi kerja berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan konvergensi antar program hingga ke tingkat desa untuk menurunkan stunting.
Upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu instansi saja.
Upaya penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan desa, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan.
Hadirin yang saya hormati, masa depan kita tergantung pada
aksi dan langkah kolaboratif yang kita lakukan sekarang.
Dalam rangka menyongsong masa depan, kita harus optimis namun tidak boleh lengah.
Anak-anak bangsa adalah bagian dari masa kini dan masa depan.
Sekarang kita rawat mereka, kelak mereka yang merawat bangsa.
Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim,
“Pengukuran dan Publikasi Stunting” saya nyatakan secara resmi dibuka
semoga Allah SWT senantiasa memberikan inayah-Nya dan meridoi setiap ikhtiar yang kita lakukan Aamiin Wallahul muwaffiq ilaaqwamith thariq, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Bupati Kabupaten Pulau Taliabu ttd H. Aliong Mus.,ST.,
Selain itu Asisten 2 Setda Kabupaten Pulau Taliabu Ma’ruf juga berharap dalam penanganan Stunting meminta berbagai pihak terutama pra OPD yang di lingkup pemerintahan Daerah Kabupaten Pulau Taliabu agar saling bahu membahu agar penanganan Stunting benar-benar bisa teratasi degan baik
Harapan yang sama di sampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu Kuraisia Marsaoli,.S.Ag melalui Nur Bintang mengatakan bahwa dalam upaya kegiatan Stanting Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu terus berupaya untuk penanganan Stunting sampai tuntas
Selain itu Nur Bintang juga menjelaskan walaupun awalnya sudah terimput data mengenai peningkatan Stunting berdasarkan temuan baru di beberapa Desa yang ada di Wilayah Kabupaten Pulau Taliabu, tutupnya.
(Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua).











