Yessi, Jubir KoPPeduLi : DPRK Aceh Timur Harus Bertindak untuk Masyarakat Lingkar Tambang

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi tentang permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat. (Dok. Razali Maop/ Media Investigasi)

Audiensi tentang permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat. (Dok. Razali Maop/ Media Investigasi)

Laporan:  Razali Maop

MEDIAINVESTIGASI.NET – Yessi, Jubir Komunitas Perempuan Peduli Lingkungan (KoPPeduLi), menyematkan harapan kepada pemerintahan Aceh Timur agar lebih peduli terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat lingkar tambang pada forum audiensi, Rabu (17/9/2025).

Yessi mendesak DPRK Aceh Timur untuk segera membentuk Pansus terkait Tata Kelola Lingkungan pada proyek pengembangan migas BLOK – A, guna mengungkap pencemaran udara yg di duga terjadi akibat aktivitas pemeliharaan fasilitas produksi PT Medco E&P Malaka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DPRK Aceh Timur hendaknya miliki sense of crisis terhadap keluhan masyarakat lewat pembentukan pansus, mengingat kinerja lembaga ini dinilai lemah selama ini.

“Sangat disayangkan jika warga sekitar sumur gas Alue Siwah harus terus merasa was was dan trauma setiap tahunnya, mengungsi karena kuatir terkena paparan udara menyengat, yang menyebabkan warga alami mual,muntah,mata perih dan nyeri dada,” ujar yessi.

Dalam catatan KoPPeduli, peristiwa kebauan di Desa Panton Rayeuk T kec Banda Alam , Aceh Timur telah terjadi tiga kali dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, ratusan warga mengungsi, belasan lainnya dirawat di rumah sakit daerah. Namun disayangkan, tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah Aceh, Pemkab Aceh Timur,maupun BPMA yang menjelaskan tentang kandungan zat apa,sumber bau nya dari mana, karena apa, dan siapa pihak yg harus bertanggung jawab.

Yessi menjelaskan bahwa bau busuk yang di hirup masyarakat desa Panton Rayeuk T tersebut telah mengakibatkan puluhan masyarakat mengalami gejala keracunan gas, yang puncaknya pada 24 September 2023 lalu, sebanyak 35 org harus dilarikan ke rumah sakit umum Zubir Mahmud,idi,untuk mendapatkan pertolongan medis.

Yessi berharap pemerintah tidak hanya mendatangkan tim Gegana untuk mendeteksi sumber bau busuk tersebut di waktu dan durasi berbeda, tanpa memberikan solusi konkret dari aspek teknis kepada korban.

Baca Juga :  CV Cahaya Putri Melayu Bantah Tuduhan Perampasan Lahan: Berita yang Beredar Dinilai Menggiring Opini

“Walaupun para pihak berdalih bahwa udara tidak tercemar, namun faktanya ada warga yang sakit di waktu dan tempat yang sama”, dan komnas Ham RI perwakilan Aceh juga menemukan fakta mayoritas korban adalah perempuan dsn anak anak tegasnya dalam forum audiensi yang dihari, Bupati, ketua DPRK, Kapolres, Kajari, dan Manager relation PT.Medco E&P Malaka.

Yessi mendorong agar negara hadir melalui kebijakan/policy yang lebih serius dan berkelanjutan agar polemik kebauan di ruang publik dapat di temukan solusinya.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni
Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang
Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran
Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa
Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026
Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:06 WIB

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa

Berita Terbaru