Basapa Manifestasi Kearifan Lokal yang Sarat Makna, Gubernur Sumbar ” Makam Syech Burhanuddin Telah Diusulkan Menjadi Cagar Budaya”

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Basapa Manifestasi Kearifan Lokal yang Sarat Makna, Gubernur Sumbar ” Makam Syech Burhanuddin Telah Diusulkan Menjadi Cagar Budaya”

Ulakan Padang Pariaman —
Mediainvestigasi.net.- Prosesi ritual Basapa di Kabupaten Padang Pariaman resmi dibuka, prosesi pembukaan dilakukan di halaman mesjid Agung syeh Burhanuddin nagari Manggopoh kecamatan ulakan tapakis Padang Pariaman pada Rabu, 13/8/25.

Kegiatan yang menampilkan ribuan jemaah dari berbagai daerah ini menjadi momentum istimewa dengan hadirnya Gubernur Sumatera Barat, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Dr. Jefrinal Arifin, SH., M.Si. Dalam arahannya, Jerfinal menegaskan bahwa Basapa bukan sekedar tradisi, melainkan manifestasi kearifan lokal yang sarat makna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita mengenal Syekh Burhanuddin, dan prosesi seperti ini menjadi bukti bagaimana tradisi mampu memadukan nilai agama dan budaya. Kegiatan kali ini bahkan menjadi yang pertama dilaksanakan secara seremonial oleh Bupati John Kenedy Azis,” ujarnya.

Jefrinal, yang mengaku memiliki hubungan keluarga di daerah ini, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sepenuhnya mendukung penyelenggaraan Basapa.

“Pelestarian tradisi ini mengandung nilai religius dan sosial yang menjadi bagian penting dari identitas kita. Makam Syekh Burhanuddin juga sudah kami usulkan sebagai cagar budaya dan akan dimuat oleh tim ahli dari pusat pada 20 Agustus mendatang. Rapat pembahasan hasilnya akan digelar 21 Agustus di Bukittinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan bahwa Basapa telah berlangsung ratusan tahun dan diwariskan turun-temurun, menjadi salah satu identitas daerah yang membedakan Padang Pariaman dari wilayah lain.

“Dibalik semaraknya pelaksanaan Basapa, tersimpan pesan luhur: nilai kebersamaan, gotong royong, sopan santun, penghormatan terhadap ulama, serta nilai religius yang tercermin dari ibadah dan doa bersama. Pemerintah Kabupaten berkomitmen menjaga agar Basapa tetap menjadi kebanggaan sekaligus daya tarik wisata religi dan budaya yang bernilai tinggi,” kata Bupati JKA.

Baca Juga :  Kapolsek bersama Forkopimcam Tempuling tinjau beberapa gereja di Kec. Tempuling pastikan Perayaan Natal Bersama Tahun 2025 aman

Tokoh masyarakat Ulakan, Dr. Alianis—akrab disapa Uniang Anih—mengungkapkan bahwa Basapa sudah menjadi bagian dari sejarah sejak lahirnya Nagari Ulakan, dengan Syekh Burhanuddin sebagai pusatnya.

“Melalui pendekatan budaya, beliau berhasil mengembangkan Islam di Sumbar. Tugas kita adalah memastikan ritual Basapa berlangsung aman, nyaman, dan tertib, karena pesertanya bukan hanya dari Sumbar, tetapi juga dari Malaysia dan Brunei,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada kegiatan yang bertentangan dengan esensi Basapa. “Intinya adalah proses mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, Basapa juga memiliki potensi ekonomi, ibadah, dan budaya yang harus kita kembangkan,” tegasnya.

Acara tersebut juga dihadiri staf ahli Wali Kota Padang, unsur Forkopimda, perangkat daerah, Kepala Kemenag, Ketua Baznas, Direktur PDAM, para alim ulama, cadiak pandai, niniak mamak, dan undangan lainnya. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan salawat Jibril dan salawat Busro dari Majelis Taklim Masjid Syekh Burhanuddin, dilanjutkan kunjungan dan doa bersama di makam Syeh Burhanuddin.

***(Rafdy G/kmf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni
Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang
Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran
Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa
Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026
Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:06 WIB

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026

Berita Terbaru

Militer/ TNI-POLRI

Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman dan Pendinginan Hotspot di Desa Kayu Raja

Rabu, 26 Agu 2026 - 05:43 WIB