Sungai Duo Sudah Statistik, Dharmasraya Masih Menunggu: Ada Apa?

- Penulis

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

Gambar Kantor Bupati Kabupaten Dharmasraya (Dok, mediainvestigasi.net/Yanti)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Di peta nasional, Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, telah mengukir sejarah: menjadi nagari statistik pertama di Indonesia.

Predikat ini bukan hadiah yang datang tiba-tiba. Ia lahir dari kerja panjang: pendataan menyeluruh, koordinasi lintas sektor, dan keberanian memutus rantai “data tumpang tindih” yang selama ini membingungkan perencanaan pembangunan.

Namun, keberhasilan ini justru menimbulkan tanda tanya besar:

Jika sebuah nagari bisa, kenapa induknya — Kabupaten Dharmasraya — belum juga berstatus kabupaten statistik?

 

Satu Data: Perintah Langsung dari Presiden

Jawabannya bukan soal mau atau tidak mau. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia sudah memerintahkan seluruh kabupaten/kota untuk mengintegrasikan data mereka. Artinya, semua data harus melalui satu pintu, akurat, dan bisa diakses lintas sektor.

Tanpa ini, pemerintah daerah ibarat membangun rumah tanpa denah: dinding bisa berdiri, tapi tak ada kepastian apakah ruangannya cukup, atapnya kokoh, atau pondasinya kuat.

 

Mengapa Belum? Beberapa Kemungkinan

Hasil penelusuran ke sejumlah sumber, baik dari pihak internal pemerintahan maupun pengamat, setidaknya ada beberapa dugaan penyebab:

1. Ego Sektoral di Perangkat Daerah

Setiap OPD punya datanya sendiri, dan tidak semua mau membukanya. Data dianggap “aset” yang harus disimpan, bukan dibagi.

2. Minimnya Political Will

Meski punya Perpres sebagai payung hukum, tanpa dorongan kuat dari kepala daerah, program satu data hanya akan jadi slogan.

3. Kurangnya Infrastruktur Digital

Mengintegrasikan data membutuhkan sistem yang kompatibel dan jaringan internet yang stabil di seluruh kecamatan. Ini masih menjadi tantangan di beberapa wilayah Dharmasraya.

4. Ketergantungan pada Data Pusat

Beberapa dinas mengaku lebih sering menunggu rilis data dari BPS ketimbang membangun basis data internal. Padahal, satu data menuntut integrasi, bukan hanya mengutip laporan pusat.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Kunjungi SMAN 1 Sitiung, Dorong Guru Berinovasi di Era Digital

 

Kontras yang Menggelitik

Ironi ini makin terasa ketika daerah lain yang belum punya “contoh di depan mata” justru sudah bergerak bahkan berbondong-bondong study tiru ke Nagari Sungai Duo untuk menuju statistik.

Sementara Dharmasraya, dengan modal Sungai Duo sebagai laboratorium sukses, seperti masih menimbang-nimbang langkah.

 

Taruhan Masa Depan

Tanpa satu data, kebijakan bisa meleset, anggaran rawan salah sasaran, dan evaluasi pembangunan sulit dilakukan.

Sebaliknya, dengan satu data, Dharmasraya akan punya peta jalan jelas menuju pembangunan berbasis bukti — dan itu adalah modal besar untuk mengatasi kemiskinan, stunting, pengangguran, hingga perencanaan infrastruktur.

Masyarakat sudah melihat Sungai Duo berhasil. Kini bola ada di tangan Anisa Suci Ramadani Pimpinan Pemkab Dharmasraya: mau ikut berlari, atau tetap berjalan di belakang anaknya sendiri?

 

Editor: Yanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian
SOSOK INSPIRATIF DI PALEMBAYAN | PATUT DICONTOH!
Ketika Pikiran Presiden Sulit Dipahami
LUAR BIASA! Di Tangan Kepsek Muharni, SD Negeri 01 Pasar Palembayan Bertransformasi, Gudang Piala Penghargaan, Sekolah Bersih dan Jadi Kebanggaan Siswa
KEREN DAN MENDIDIK! Begini Cara SMKN 1 Palembayan Terapkan Disiplin Humanis, Siswa Terlambat Tidak Dimarahi, Tapi Dibina Jadi Generasi Hebat
BIKIN BETAH! Intip Potret SMA Negeri 1 Palembayan yang Bersih, Asri dan Nyaman, Sekolah Idaman di Ujung Agam – Jumat, 2 Oktober 2026
Alat Berat Bongkar Bangunan Lapas Cibinong, Siapa Bertanggung Jawab?
Randai Gurindam IV Koto Palembayan Latihan Pakai Karung Goni, Galembong dan Gandang Rusak Butuh Bantuan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:11 WIB

SOSOK INSPIRATIF DI PALEMBAYAN | PATUT DICONTOH!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Ketika Pikiran Presiden Sulit Dipahami

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:23 WIB

LUAR BIASA! Di Tangan Kepsek Muharni, SD Negeri 01 Pasar Palembayan Bertransformasi, Gudang Piala Penghargaan, Sekolah Bersih dan Jadi Kebanggaan Siswa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:03 WIB

KEREN DAN MENDIDIK! Begini Cara SMKN 1 Palembayan Terapkan Disiplin Humanis, Siswa Terlambat Tidak Dimarahi, Tapi Dibina Jadi Generasi Hebat

Berita Terbaru