Green House Nyarai Diresmikan, Disparpora Dorong Wisata Produktif dan Lestari

- Penulis

Selasa, 15 Juli 2025 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disparpora Padang Pariaman M.Fadhly.S.AP, M.M. Meresmikan Green House Nyarai…(Dok istimewa)

Lubuk Alung,—
Mediainvestigasi.net.- Upaya mewujudkan wisata berbasis lingkungan dan kemandirian pangan kembali diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui peresmian Green House Nyarai di Pos Wisata Nyarai, Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Jumat (11/7).

Peresmian ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Padang Pariaman, M. Fadhly, S.AP., M.M., mewakili Bupati Padang Pariaman. Acara tersebut menjadi bagian dari Program CSR “Hidroponik Mandiri untuk Wisata Lestari” yang digagas bersama oleh Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Pokdarwis Nyarai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Kadis Disparpora menyatakan bahwa kehadiran Green House ini menjadi bukti bahwa pariwisata bisa bersinergi dengan banyak sektor, termasuk pertanian, edukasi, dan ekonomi kreatif masyarakat.

“Wisata tidak harus melulu soal swafoto atau hiking. Dengan hidroponik ini, kita bisa hasilkan produk, edukasi, dan oleh-oleh khas. Ini bisa direplikasi di tempat wisata lain,” tegas Fadhly.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Injourney Airport atas dukungan CSR-nya dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan wisata berkelanjutan yang mendukung capaian SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Sementara itu, General Manager BIM, Dony Subandono, menjelaskan bahwa Nyarai dipilih sebagai lokasi CSR karena tingginya semangat kolaborasi masyarakat dan Pokdarwis yang aktif.

“Program ini bukan hanya soal lingkungan, tapi memberdayakan komunitas. Kami ingin sinergi antara sektor transportasi dan pariwisata menghasilkan nilai tambah yang nyata,” ujar Dony.

Perwakilan Pokdarwis Nyarai juga menambahkan bahwa hasil pertanian dari Green House akan dimasukkan dalam paket wisata, baik untuk kegiatan tracking maupun memancing. Green House ini juga akan menjadi labor edukasi bagi kelompok dasawisma dan masyarakat lokal untuk praktik hidroponik sederhana.

Baca Juga :  Perbaikan Saluran Air Terus Dikebut, Pasiops Satgas TMMD Reguler Ke-125 Kodim 0735/Surakarta Optimis Sasaran Selesai Tepat Waktu

Acara turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Balai Karantina Sumatera Barat, Bea Cukai Teluk Bayur, Dishub Padang Pariaman, Bapelitbangda, Camat Lubuk Alung, Wali Nagari Salibutan, hingga PKK Nagari. Mereka bersama-sama melakukan panen simbolis dan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Green House.

Fadhly mengingatkan agar program ini tidak berhenti di seremoni saja. Ia mendorong tindak lanjut nyata, seperti pengemasan hasil panen yang menarik, pemasaran digital, serta pelibatan UMKM dan generasi muda.

“Kegiatan kecil ini kalau dikelola dengan baik bisa berdampak besar. Mari kita jadikan Nyarai sebagai model wisata produktif dan lestari di Padang Pariaman,” tutupnya.

***(Rafdy G)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni
Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang
Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran
Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa
Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026
Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:06 WIB

‎Puncak Mauluik Gadang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Masyarakat Padati Masjid Raya IKK Ali Mukhni

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Hotspot Kampar Tinggal Dua Titik, 283 Personel Gabungan Intensifkan Pendinginan Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Karhutla Riau Bukan Sekadar Musiman, Pemerintah Harus Putuskan Rantai Kebakaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa

Berita Terbaru