BeritaCommunityDaerahEkonomiLifestyleNasionalOpiniPendidikanPeristiwa

Normalisasi Sungai Gagal, Data Kerugian, Warga Timpeh Kian Terpuruk Akibat Banjir 21 Februari

310
×

Normalisasi Sungai Gagal, Data Kerugian, Warga Timpeh Kian Terpuruk Akibat Banjir 21 Februari

Sebarkan artikel ini

Aksi bhabinkamtibmas evakuasi warga saat banjir (Dok, Istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net– Banjir besar yang melanda Timpeh pada 21 Februari lalu tidak hanya merendam rumah dan fasilitas umum, tetapi juga menghancurkan mata pencaharian warga. Proyek normalisasi sungai yang selama ini dijadikan solusi nyatanya tak mampu meredam derasnya luapan air. Kini, masyarakat semakin kecewa dan menuntut langkah konkret dari pemerintah.

Menurut warga, normalisasi sungai seharusnya difokuskan pada aliran dari SP 7 Nagari Tabek hingga SP 8 Nagari Ranah Palabi. “Itulah solusi yang benar-benar akan mengatasi banjir di kawasan ini,”ujar beberapa tokoh masyarakat saat berbicara kepada media.

Kerugian Besar, Ribuan Ikan Hanyut

Salah satu pukulan paling telak dirasakan oleh para peternak ikan. Syafrijon Datuak Paduko, peternak di kawasan terdampak, merugi hingga belasan juta rupiah akibat kolamnya tersapu banjir.

“Ikan bawuang 1.000 ekor, patin 1.000 ekor, nila 1.000 ekor, total nilainya sekitar Rp 8 juta. Belum lagi pakan yang juga senilai Rp 8 juta. Dalam waktu setahun ikan-ikan mencapai berat 1/5 kg per ekor. Tapi semuanya habis, hilang dalam sekejap. Di kolam saya, air naik sampai satu meter lebih dari permukaan,” ungkapnya.

Tak hanya Syafrijon, Dari data Wali Nagari Tabek, Harmanto, warganya di lima jorong juga mengalami kerugian besar:

Jorong Tebak Maju – Rp 38 juta

Jorong Tabek Jaya – Rp 45 juta

Jorong Lubuk Pendo – Rp 42 juta

Jorong Mulya Jaya – Rp 30 juta (kolam ikan Nagari Tabek)

Jorong Sumber Makmur – Rp 25 juta

BPBD: 361 Rumah Terendam, Kerugian Capai Ratusan Juta

Banjir ini bukan sekadar genangan sementara. Kepala Pelaksana BPBD Dharmasraya, Edison, menyebut curah hujan tinggi memicu luapan Sungai Batang Timpeh dan Batang Kamang, merendam ratusan rumah dan fasilitas umum.

Berikut data dampak banjir di beberapa nagari:

Nagari Panyubarangan: 17 rumah terdampak, 68 jiwa

Nagari Taratak Tinggi (Jorong Sakato 2/SP 3): 16 rumah terdampak, 63 jiwa

Nagari Tabek: 208 rumah terdampak, 562 jiwa (termasuk 3 penyandang disabilitas)

Nagari Ranah Palabi: 80 rumah terdampak, 110 jiwa (termasuk 2 ibu hamil)

Nagari Timpeh: 40 rumah terdampak, 120 jiwa

Total kerugian pun tak main-main. Infrastruktur seperti jembatan dan pengaman tebing sungai rusak parah. Perkebunan sawit di beberapa titik longsor, dengan batang sawit ikut tumbang. Di sektor perikanan, kolam ikan siap panen terendam. Jika ditotal, estimasi kerugian akibat bencana ini mencapai Rp 350 juta.

 

 

Warga: Normalisasi Sungai Hanya Proyek Gagal

Kondisi tepi sungai pasca banjir (Dok, istimewa)

Banjir yang terus berulang semakin menguatkan keyakinan warga bahwa proyek normalisasi sungai sebelumnya tak lebih dari pekerjaan setengah hati. “Percuma dikerjakan kalau tidak menyentuh titik krusial. Hasilnya, ya tetap banjir,” keluh Hartono (56).

“Harapan kami warga kawasan daerah banjir ini hanya satu, pemerintah turun tangan dengan solusi nyata. Bukan sekadar proyek seremonial, tetapi langkah konkret untuk memastikan banjir tak lagi menjadi mimpi buruk yang terus berulang di Timpeh,” tambahnya lagi.

Editor: Yanti 

 

Respon (4)

  1. Have you ever thought about including a little bit more than just your articles? I mean, what you say is fundamental and everything. Nevertheless think about if you added some great images or video clips to give your posts more, “pop”! Your content is excellent but with images and clips, this site could undeniably be one of the greatest in its niche. Wonderful blog!

  2. The other day, while I was at work, my sister stole my iphone and tested to see if it can survive a thirty foot drop, just so she can be a youtube sensation. My apple ipad is now destroyed and she has 83 views. I know this is completely off topic but I had to share it with someone!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *