Banjir Kembali Rendam Timpeh: Proyek Pengendalian Bernilai Miliaran Dipertanyakan

- Penulis

Jumat, 21 Februari 2025 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Kembali Rendam Timpeh (Dok, istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net– Banjir besar kembali melanda Kecamatan Timpeh, Dharmasraya, pada Jumat (21/02/2025), akibat luapan sungai setelah hujan deras semalaman. Padahal, pemerintah telah menggelontorkan dana Rp 18,7 miliar untuk proyek pengendalian banjir di kawasan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Camat Timpeh, Rizki Rulien Putra, S.Stp, M.Si, membenarkan bahwa beberapa jorong di nagari-nagari Timpeh terendam banjir. “Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada Bupati melalui Zoom karena beliau masih di luar daerah usai pelantikannya,” kata Rizki. Ia juga menyebut bahwa banjir kali ini merupakan yang terbesar kedua dalam dua tahun terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Dharmasraya, Edison, menyebutkan bahwa 17 kepala keluarga (KK) di Nagari Panyubarangan dan 208 KK di Nagari Tabek terdampak. “Warga telah dievakuasi ke tempat aman, dan alhamdulillah kondisi air siang ini sudah surut,” katanya.

Miliaran Rupiah untuk Apa?

Ironisnya, banjir ini terjadi setelah proyek pengendalian banjir oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang dengan dana APBN senilai Rp 18.736.428.991,00 rampung dikerjakan. Proyek ini mencakup tiga titik pembangunan:

  1. Tribun Sungai Batanghari Pulau Punjung
  2. Sungai Batang Abai di Nagari Abai Siat
  3. Sungai Batang Timpeh di Timpeh

Di Sungai Batang Timpeh sendiri, PT Graha Bangun Persada sebagai pelaksana proyek melakukan normalisasi sungai sepanjang 6 kilometer dengan pemasangan beton cyclop di dua area, masing-masing sepanjang 220 meter dan 152 meter.

Pengawas lapangan proyek, Fandy Basten, sebelumnya optimistis bahwa proyek ini dapat mengatasi permasalahan banjir di Timpeh. “Kami fokus pada normalisasi sungai dan pemasangan beton cyclop. Saat ini, setelah hujan deras, debit air sungai tidak meluap,” ujarnya sebelum banjir terjadi.

Baca Juga :  Diplomasi Negeri Tirai Bambu: Sambutan Mewah dan Makna Strategis Kunjungan Donald Trump ke Tiongkok

Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Sungai tetap meluap, dan ratusan rumah kembali terendam. Ini memunculkan pertanyaan besar: apakah proyek miliaran rupiah ini benar-benar efektif atau hanya proyek seremonial tanpa dampak nyata bagi masyarakat?

Pemerintah daerah dan pihak terkait harus memberikan penjelasan transparan tentang efektivitas proyek ini. Masyarakat Timpeh berhak mendapatkan solusi yang benar-benar melindungi mereka dari bencana, bukan sekadar proyek dengan anggaran besar tanpa hasil yang jelas.

Editor: Yanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Soppeng Tinjau Lokasi Sumur Bor untuk Bantu Warga Hadapi Kekeringan
WNI Asal Inhil Koma di Singapura. KBRI Klaim Sudah Berkoordinasi, Keluarga Menunggu Bukti
Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta
Malam Berganti Pagi di Tengah Asap, Kapolres Inhil Pimpin Perjuangan 9 Hari Menjaga Bumi Inhil dari Bara
Kemenag Inhil Gelar Maulid Nabi dan Perpisahan Kepala Kemenag di Hotel Top 5, Publik Pertanyakan Sumber Anggaran
Kabel Semrawut Masih Menggantung, Jawaban PLN Dipertanyakan
Bupati Tapanuli Tengah Launching Penyaluran Bantuan Pangan 1.394,7 ton Beras Alokasi Juli–September 2026
Usai Pimpin Apel, Kapolres Soppeng Periksa Sikap Tampang Personel
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:23 WIB

Kapolres Soppeng Tinjau Lokasi Sumur Bor untuk Bantu Warga Hadapi Kekeringan

Selasa, 1 September 2026 - 10:25 WIB

WNI Asal Inhil Koma di Singapura. KBRI Klaim Sudah Berkoordinasi, Keluarga Menunggu Bukti

Selasa, 1 September 2026 - 10:08 WIB

Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Malam Berganti Pagi di Tengah Asap, Kapolres Inhil Pimpin Perjuangan 9 Hari Menjaga Bumi Inhil dari Bara

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Kabel Semrawut Masih Menggantung, Jawaban PLN Dipertanyakan

Berita Terbaru

Kemendagri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah melaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program LSDP di Balai Tawang Arum, Kompleks Balai Kota Solo. (Dok. Istimewa)

Bina Bangda

Restuardy Daud: Daerah Jadi Kunci Penguatan Pengelolaan Sampah

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:19 WIB