BeritaDaerahHukum

PJ Gubernur Aceh Lemah, Dinilai Tak Mampu Segra Hentikan Perampokan Milyaran Yang Menghabiskan Dana Desa

1556
×

PJ Gubernur Aceh Lemah, Dinilai Tak Mampu Segra Hentikan Perampokan Milyaran Yang Menghabiskan Dana Desa

Sebarkan artikel ini

 

Aceh, Investigasi.net, Kordinator Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny H, menilai PJ Gubernur Aceh lemah, sebab dinilai sama sekali tidak mampu menghambat aksi terkait masalah yang di duga kuat telah terjadi kuras – menguras Dana Desa yang mencapai hinggah miliaran rupiah yang terjadi di wilayah Provinsi Aceh, yang di lakukan oleh berbagai pihak dengan berbagai modus, trik intrik degan alasan yang tidak jelas.

Dimana Ronny degan tegas menyampaikan bahwa terkait legitimasi kekuasaan PJ Gubernur Provinsi Aceh secara otomatis tergerus, bahkan tampak tak dihargai oleh para pihak yang secara hirarkis yang merupakan bawahannya telah diduga kuat terlibat melakukan aksi kuras – menguras Dana Desa hinggah mencapai miliaran rupiah yang telah merugikan keuagan Negara/Darrah.

Yang mana Pj Gubernur Aceh dinilai menanggapi degan adanya penyalagunaan Dana Desa mencapai miliaran rupiah itu dinilai sangat lemah faktanya miliaran perampokan Dana Desa yang masih saja terjadi bahkan habis – habisan di kuras, baik itu melibatkan oknum aparat desa, kecamatan, maupun aparat birokrasi dan lainnya, namun tak ada satupun yang di proses hukum terkait masalah tersebut sehingga visi – misinya untuk membangun dan memajukan Aceh menjadi tidak terwujud, kata. Ronny, Sabtu 3 Juni 2023.

Ronny juga menilai, PJ Gubernur Aceh seakan tidak lagi di anggap serta tidak lagi dihargai oleh aparat birokrasi sebagai bawahnya, hal itu nampak semakin derasnya upaya menguras dana desa yang ada di Aceh pada tahun ini, seolah – olah mengabaikan kekesalan sang PJ Gubernur tersebut beberapa waktu sebelumnya terkait ini.

” Ini fakta, jelas – jelas, jangan kan kelas bupati – wali kota, kelas geuchik atau aparat desa pun tak lagi menghargai PJ Gubernur soal menghabiskan milyaran dana desa di luar desa ini, buktinya mereka lancar – lancar saja aksinya menghabiskan dana desa di luar desa, bahkan buat rencana jalan – jalan ke Bandung, di saat rakyat Aceh dalam kesengsaraan dan kemiskinan seperti saat ini, itu artinya mereka tidak takut sama PJ Gubernur Aceh,” ketus putera Idi Rayeuk itu.

Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu juga mengaku pesimis pada upaya PJ Gubernur Aceh untuk membangun dan memajukan Aceh di masa mendatang.

” Kami jelas semakin pesimis, jangan kan membawa investor, ini duit desa sudah ada pun untuk membangun desa, tapi dihambur – hamburkan sia – sia di luar desa, PJ Gubernur Aceh terbukti tak mampu berbuat apa – apa, apalagi bilang mau memajukan ini dan itu, padahal seharusnya beliau dengan kekuasaannya bisa saja berkordinasi ke semua pihak yang dapat menghambat semua kesia – siaan itu, termasuk ke presiden dan aparat hukum yang jujur, tapi jelas nyatanya tidak ada upaya apa – apa,” tegas Ronny.

Dia berharap PJ Gubernur Aceh tidak menganggap upaya menguras milyaran dana desa selama bertahun – tahun di Aceh selama ini, sebagai hal sepele, sebab dana tersebut seharusnya diperuntukan untuk membangun desa dan kepentingan masyarakat di desa, bukan dihabiskan di hotel megah setiap tahunnya.

Jika Kalau PJ Gubernur menganggap ini merupakan hal sepele, menurut kami pantaslah jika sebaiknya PJ Gubernur Aceh diganti saja, sebab dana desa itu juga alat beliau untuk membangun desa ,yang artinya juga membangun Aceh, tapi faktanya dikuras dan diduga untuk memperkaya segelintir orang setiap tahunnya, dan kami juga sangat heran ketika kawan – kawan LSM dan media pun banyak yang bungkam dalam perkara ini, Tegas. Alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.

Redaksi Mediainvestigasi.Net.